SYSTEM NEXT LEVEL

SYSTEM NEXT LEVEL
BAB 141


__ADS_3

"Ah terserahlah, jika sudah selesai kau langsung datang ke rumah sakit Perawang Medikal," ucap Grizzly yang langsung memutuskan panggilannya.


"Dia ini kenapa sih?" tanya Chasyn heran.


"Bos, ini makanannya," teriak Iyan.


Chasyn menongolkan kepalanya dari pintu. "Iya letakkan saja di situ," ucap Chasyn. Ia kemudian berganti pakaian. berhubungan ini hawanya dingin karena habis hujan, ia memakai jaket dan celana training panjang dan tebal agar tidak kedinginan.


Setelah selesai menyisir rambut, ia pun keluar.


"Malam ini aku keluar, kamu di rumah saja, nanti jangan lupa cas robot pembersihnya," pesan Chasyn membuka bungkus makanannya.


"Oke," jawab Iyan.


Setelah makan Chasyn menelpon Grizzly.


Tuuut


Tuuut


Tuuut


"Halo," jawab Grizzly.

__ADS_1


"Aku sudah selesai, kamu di mana?" tanya Chasyn.


"Aku di rumah sakit," jawab Grizzly datar.


"Baiklah, aku akan ke sana sekarang," ucap Chasyn memutuskan panggilannya dan menyimpan ponselnya.


"Aku pergi dulu," ucap Chasyn.


"Oke bos," angguk Iyan.


Chasyn pun langsung menuju mobilnya dan kemudian melaju di jalanan.


Perjalanan yang tak berapa lama itu, ia pun sampai di depan rumah sakit, ternyata Grizzly sudah menunggunya di kursi tunggu depan rumah sakit, dengan memakai baju biru lengan panjang dan celana jins hitam dan memakai sepatu. Chasyn memarkirkan mobilnya dan segera menghampiri Grizzly.


"Sudah lama menungguku?" tanya Chasyn.


Grizzly membuka pintu dan mereka pun masuk ke dalam ruangan itu yang sudah ada 2 orang dokter otopsi. Chasyn mendekati mayat yang sedang di periksa itu.


Chasyn melihat sekujur tubuh mayat itu dan melihat tangan mayat itu yang mana jarinya hanya meninggalkan jari telunjuk. Terlihat keras dan menekuk.


"Kenapa dengan tangannya?" tanya Chasyn.


"Saat di temukan sudah seperti ini, tadinya tangannya di ikat dengan tali, sepertinya itu di ikat oleh pelaku, tapi tidak tau apa tujuannya dan hanya meninggalkan jari telunjuknya saja yang keluar, dan saat di buka jari-jarinya mengeras dan tetap seperti itu," jawab Grizzly.

__ADS_1


"Jadi apa pembunuhnya sudah di temukan?" tanya Chasyn.


"Belum, mereka mau memeriksa TKP pun karena hujan jadi tertunda, dan juga tempat itu di guyur hujan membuat jejak atau pun sidik jari menghilang, hanya sedikit bukti yang di temukan dan itu sama sekali tidak membantu," jawab Grizzly.


"Memangnya di mana ia di temukan?" tanya Chasyn melihat ke arah Grizzly.


"Di bawah pohon masuk gang di jalan kayu putih," jawab Grizzly.


"Begitu ya. Hm… apa kalian ada menemukan sesuatu? seperti barang atau apa pun itu?" tanya Chasyn.


"Tidak ada, kami hanya menemukan beberapa luka di tubuhnya dan kemungkinan besar ia mati karena terdapat bekas ikatan tali di lehernya, mungkin pelaku sengaja melakukan ini agar terlihat sang korban seperti bunuh diri," jawab dokter itu.


"Dan tali itu tidak di temukan sidik jarinya, dan hanya menemukan sidik jari korban saja," sambung Grizzly.


"Aneh, kenapa aku tidak menerima misi ya, biasanya seperti ini aku akan langsung menerima Misi," ucap Chasyn dalam hati sambil berpikir.


"Antarkan aku ke tempat kejadian, mungkin aku akan menemukan sesuatu," ucap Chasyn.


"Tapi tempatnya lumayan jauh sih, dan juga di sana sudah ada beberapa petugas yang memeriksa," ucap Grizzly.


"Tidak apa, jika di mayat ini tidak di temukan sesuatu mungkin di tempat kejadian," ucap Chasyn.


Bersambung

__ADS_1


Jangan lupa like vote komen dan hadiah


Terima kasih


__ADS_2