SYSTEM NEXT LEVEL

SYSTEM NEXT LEVEL
BAB 51


__ADS_3

"Siapa namamu?" tanya pak Leon.


"Chasyn," jawab Chasyn.


"Kelas berapa?"


"Kelas 11 pak," jawab Chasyn.


"Ini kartu pengenal untukmu, pertandingan akan di mulai 1 Minggu lagi, satu Minggu itu gunakan untuk berlatih," ucap Pak Leon.


"Baik pak, terima kasih," ucap Chasyn menerima kartu pengenalnya.


"Iya," angguk pak Leon.


"Lihat aku kartunya," ujar Iyan mengambil kartu dari tangan Chasyn.


"Oh cuma di tulis sebagai peserta saja. Kamu di mana mau latihannya?" tanya Iyan memberi Kembali kartu di tangan Chasyn.


"Hm… menurut kamu di mana?" Chasyn balik bertanya.


"Hm… di tempat boxing," jawab Iyan.


"Nggak," jawab Chasyn menggeleng.


"Lalu di mana?" tanya Iyan penasaran.


"Di tempat para preman nongkrong, Ha-ha-ha," jawab Chasyn tertawa.

__ADS_1


"Eh kamu serius donk Chasyn? Kamu jangan main-main donk," ucap Iyan merangkul pundak Chasyn.


"Kenapa? Kamu takut?" tanya Chasyn.


"Bukan gitu, kamu jangan cari masalah donk, mereka itu lebih sadis dari pertandingan, soalnya nggak ada jurinya, main hantam aja," ucap Iyan khawatir.


"Jangan Khawatir, asal bukan kamu saja di pukuli mereka aku tidak masalah, justru aku butuh serangan yang sesungguhnya, jika hanya latihan gitu-gitu aja mana kuat insting kita untuk menyerang lawan," jawab Chasyn.


"Kamu jangan nekat donk, kalo mau latihan sama Kepala boxing aja," saran Iyan.


"Meskipun itu kepala boxing, tetap aja dia punya rasa kasihan, aku butuh seseorang yang menyerang tanpa ampun, dengan begitu aku baru bisa mengeluarkan semua kekuatanku yang ada," jawab Chasyn.


"Kamu benar-benar ya, ya sudahlah aku tidak bisa menahan mu, tapi kalo kamu pergi aku ikut ya," pinta Iyan.


"Tapi hal berbahaya begini kamu jangan keluar mobil, cukup lihat dan pelajari," ucap Chasyn.


[Klik di sini untuk membuka]


Klik.


Ding Ding


Misi baru


Seorang siswi mencuri uang temannya di balik perpustakaan.


Status Misi sedang berlangsung.

__ADS_1


"Eh kamu di sini bentar ya, aku pergi sebentar, ada yang mau ku urus," ucap Chasyn yang langsung berlari menuju belakang perpustakaan.


Sesampainya di sana, Chasyn langsung mencari siswi tersebut, namun tidak ada.


"Di mana dia ya?" tanya Chasyn melihat kiri dan kanan, ia pun kembali berjalan menyusuri belakang perpus ke arah barat.


Chasyn melihat seorang siswi yang sedang meronggoh Sebuah tas dan mencari sesuatu. Saat mendapatkan Uangnya tiba-tiba Chasyn langsung menepis tangan siswi itu membuat uang di tangan jatuh. Ia terbelalak dengan mata yang berkaca-kaca.


"Kamu pasti tau kan jika mencuri itu tidak baik," ujar Chasyn.


"Aku… aku… tidak mencuri kok," jawab siswi itu menggelengkan kepala namun ia menunduk.


"Jika tidak kenapa kamu menunduk, katakan sambil lihat mataku," perintah Chasyn.


Siswi itu pun meneteskan air mata dan berusaha mengangkat kepalanya, namun itu tidak bisa.


"Katakan padaku alasan kamu mengambil uang temanmu," ucap Chasyn menunjuk ke arah tas yang di pegang siswi tersebut.


Siswi itu langsung berjongkok dan menangis membuat ia panik, takutnya jika ada siswa lain mendengarnya dan malah menuduhnya menindas siswi tersebut.


"Hey! Jangan menangis, katakan saja ada apa? Aku akan membantumu," ucap Chasyn ikut berjongkok.


Bersambung


Jangan lupa like vote komen dan hadiah


terima kasih

__ADS_1


__ADS_2