SYSTEM NEXT LEVEL

SYSTEM NEXT LEVEL
BAB 234


__ADS_3

“Begitu ya, ternyata kalian hanya menganggapku seperti itu, sebenarnya kalian tidak peduli sama sekali denganku ya kan? Jika kalian benar-benar peduli denganku tidak mungkin kalian meyuruhku mengaku dan seharusnya kita hadapi bersama,” ucap pria itu menudukkan kepala.


“Pemikiran mu itu salah, jika kau menganggap kami temanmu justru kau tidak membawa kami kesituasi sulit ini bahkan kamu malah ingin kami menjadi kambing hitammu itu yang kau bilang ingin menghadapi bersama, sejak awal kau sudah tidak menganggap kami sebagai temanmu, jadi untuk apa kau membicarakan pertemanan yang payah ini,” ucap temannya itu kesal.


“Cukup sudah, kau lebih baik berkata jujur saja, aku tidak punya waktu untuk mendengarkan pertemanan kalian yang tidak enak di dengar itu,” ucap Chasyn meyela pembicaraan meraka.

__ADS_1


“Iya katakan saja, jangan sampai aku yang memukulmu sampai mati,” ucap temannya geram.


“Aku… aku harus membunuhnya jika tidak dia akan terus mengeruk hidupku, dia bagaikan parasit, dia terus mendatangi rumahku dan meminta uang kepada ibuku, dulunya ibu pernah meminjam uang kepada orang tuanya dan uang itu sudah lunas, namun kertas perjanjian itu mereka tidak memberikan kepada kepada ibuku, mereka mau memberikan kertas perjanjian itu asalkan ibu menebuskan uang sekitar 10 juta lagi, wanita itu jika tidak punya uang lagi, dia akan meminta kepada ibuku, jika ibu tidak memberikan uangnya maka mereka akan mengancam untuk mengadaikan surat perjanjian itu kepada rentenir. Ibu tak punya pilihan lain selain memberikan uang yang berapa ia pinta, dan karena aku tidak tahan lagi melihat ibu yang sering menangis saat aku pulang dari pertunjukkan itu, jadia ku berpikir jika ingin melalukan pembunuhan itu agar dia tidak datang lagi, namun dengan begini aku tidak menyesal, meskipun aku masuk penjara atau aku di hukum mati setidaknya, ibu tidak akan menangis lagi,” ucap pria itu meneteskan air mata namun ia tersenyum.


“Kenapa kau tidak menceritakan pada kami,” ucap temannya.

__ADS_1


Mereka semua terdiam. Ya, waktu itu dia pernah cerita di mana ia dalam masa sulit, tapi saat itu mereka juga dalam keadaan kesulitan juga, akan tetapi mulai saat itu dia tidak pernah cerita lagi dan mereka menganggap itu semua sudah selesai karena ia tampak baik-baik saja, mereka tidak tahu jika ia masih dalam keadaan sulit.


"Maafkan kami, kami benar-benar tidak tahu jika kamu masih dalam kesulitan, kau tampak bahagia saja, kami pikir, semuanya sudah selesai, kami sangat minta maaf," ucap teman-temannya itu.


"Sudahlah, semua berakhir, jika aku di hukum mati, maka tolong jaga ibuku, karena aku hidup hanya untuknya, dan mati juga untuknya," ucap pria itu pasrah.

__ADS_1


Kisah yang mengharukan, seorang anak rela membunuh seseorang demi kebahagian sang ibu, agar ibu tidak menangis lagi, apa menurut kalian itu adalah sesuatu yang harus di lakukan?


Entahlah, akan tetapi semua perbuatannya akan ada balasan, entah itu balasan baik maupun buruk, semua orang bisa berbuat semaunya di dunia ini, tapi kembalikan pada diri sendiri lagi.


__ADS_2