
"Baiklah," angguk Chelsea menurut.
"Lagi-lagi dia tidak membawa pengawalnya, apa yang dia pikirkan sih?" tanya Chasyn.
Chelsea turun dari mobilnya, pria yang satunya masuk ke dalam mobil dan satunya lagi menuntun Chelsea untuk menuju tempatnya. Mobil Chelsea di bawa entah ke mana.
Dalam kegelapan itu Chasyn mengikuti mereka pergi, dan akhirnya mereka sampai di depan sebuah gubuk.
"Mereka pasti tidak akan memberi tahu tempat yang sebenarnya, aku lihat keadaan dulu baru menyerang," ucap Chasyn.
Di tempat itu di penuhi oleh penjaga baik di dalam ruangan mau pun di luar gubuk dan itu di kelilingi oleh pengawal semua, dari depan sampai belakang.
"Mau penjaga 1000 pun kalau tempatnya seperti ini bagiku sangatlah gampang," ucap Chasyn menyeringai.
Kerena tepat di atas atap gubuk itu ada pohon besar dan ranting pohon itu mengarah ke atap rumah itu.
Chasyn mengendap-endap berjalan mendekati pohon tersebut.
Gunakan poin meringankan tubuh seringan bulu.
Memuat...
Loading...
Mulai…
10%…
20%…
__ADS_1
30%…
40%…
50%…
60%…
70%…
80%…
90%…
100%…
Selesai
Sisa poin Anda [150] poin
Chasyn berjalan dan memanjat tanpa sepengetahuan mereka, karena tubuhnya ringan ranting pohon itu sama sekali tidak bergerak dan Chasyn bisa turun di atap gubuk itu. Ia membuka sedikit atap gubuk itu yang hanya di tutupi dengan atap ilalang.
"Bos, ini Nona Chelsea nya," ucap pria itu menundukkan kepala memberi hormat.
"Baiklah, tinggalkan dia," ucap pria yang di panggil bos itu.
Pria itu pun pergi untuk berjaga di luar.
Bos itu tampak menyeringai tersenyum, ia berdiri di hadapan Chelsea.
__ADS_1
"Selamat datang Nona Chelsea yang terhormat," ucap bos itu tersenyum membungkukkan badan memberi hormat.
"Tidak perlu basa basi, kau melakukan ini hanya untuk menagkap ku kan? Jadi lepaskan dia," ucap Chelsea dengan wajah datar.
"He-he-he, jangan terburu-buru begitu donk, mari kita buat perjanjian dulu, baru aku akan melepaskan teman-temanmu itu," ucap Bos itu menyengir.
"Apa yang kau inginkan?" tanya Chelsea.
"Kau curi data Papamu dan berikan padaku, maka aku akan melepaskan mereka.
"Mana mungkin aku melakukan itu, itu sama saja aku membangkrutkan perusahaan ku sendiri!" ucap Chelsea marah.
"Apa kau menunggu teman-teman mu sudah tidak bernyawa lagi baru kau akan melakukannya?" tanya pria itu tersenyum sinis.
"Kau sangat kejam, jika begitu ambil saja nyawaku, jangan sakiti mereka!" teriak Chelsea.
"Ha-ha-ha, nyawamu sangat berharga, sangat sayang jika di ambil, bagaimana? Apa kamu setuju?" tanya bos itu tertawa.
"Kenapa kau tidak mencurinya saja dan Mengurung ku saja?" tanya Chelsea.
"Kami ingin main cantik, jika menculik mu dan meminta Papamu menyerahkan datanya, aku tau Papamu punya banyak pengawal dan tentu saja kami harus mengeluarkan lebih banyak tenaga untuk mempertahankan tempat kami, tapi jika memanfaatkan tenaga mu setidaknya kami bisa menghemat tenaga dan pikiran," ucap bos itu menyengir.
"Dasar licik!" maki Chelsea.
"Ha-ha-ha, jika tidak seperti itu maka bagaimana kami bisa bertahan sampai sejauh ini? Dan kau! Lebih baik jangan membantah! Lakukan saja apa yang aku perintahkan!" ucap bos itu memegang kedua pipi Chelsea dengan sangat kuat sehingga membuat Chelsea kesakitan.
"Lepaskan!" teriak Chelsea.
Bersambung
__ADS_1
Jangan lupa like vote komen dan hadiah
Terima kasih