
Abizar yang baru keluar dari restoran merasa sangat frustasi, ia sudah melakukan berbagai cara untuk bertemu dengan Mr. Alvin. Namun, sepertinya memang orang itu tak ingin bertemu dengannya dan memberi informasi tentang Khanza.
"Siapa sebenarnya Mr. Alvin, kenapa dia sampai mengawasi gerak-gerik kami dan mengapa di harus menyembunyikan khanza. Apa hubungannya dengan Khanza."
Mr Alvin adalah salah satu pria terkaya yang disegani di dunia bisnis, berusia 50 tahun dan sangat jarang bergaul dengan orang-orang sekitarnya, membuat ia semakin disegani.
"Apapun yang terjadi aku harus terus mencari Khanza, jika aku tak bisa meminta petunjuk dari Mr Alvin, aku sendiri yang akan mencarinya, setidaknya aku sudah tahu jika Mr Alvin ada di balik semua ini," Kesal Abizar mengepal tangannya, bahkan darah yang menetes di tangannya tak terasa sakit karena ke kesalahannya.
Abizar memicingkan matanya saat melihat dua orang wanita berjalan di depan restoran, ia teringat akan ucapan Fahri jika Aqila saat melarikan diri darinya menggunakan khimar dan cadar sehingga ia tak mengenalnya.
"Apakah itu mereka," batin Abizar bertanya-tanya, ia terus mengikuti mereka dengan pandangannya hingga Abizar melihat salah satu dari nya membuka cadar yang digunakannya.
Abizar membelalakkan matanya saat pandangannya melihat siapa orang di balik cadar itu, ya itu adalah Khanza.
"Khanza," teriak Abizar tanpa sadar, bahkan orang-orang di sekitarnya langsung melihat ke arahnya begitu juga dengan Khanza dan Aqila.
Abizar langsung berlari ingin menghampiri mereka. Namun, tiba-tiba sebuah mobil menghalangi jalannya dan berhenti pas di depannya.
Abizar memukul pintu mobil orang itu, yang hampir saja menabrak dan menghalangi jalannya.
Orang yang di dalam mobil tersenyum saat tau usahanya berhasil.
Kemudian Abizar berjalan memutari mobil itu, tapi saat melihat posisi khanza tadi yang dicari sudah tak ada di sana.
"Khanza dimana kamu," teriak Abizar saat sudah sampai di tempat khanza tadi berada.
Aqila yang mendengar teriakan Abizar langsung menarik Khanza dan menutup kembali wajahnya.
Ia langsung menarik Khanza pergi dari sana, menarik Khanza berlari dengan sangat cepat, melupakan jika Khanza sedang hamil.
"Khanza kamu tuh ceroboh sekali, bagaimana ini suamimu melihat kita," omel Aqila sambil terus berlari menarik Khanza.
"Aqila, pelan-pelan perutku sakit," ucap Khanza magang perutnya, membuat Aqila tersadar dan langsung menghentikan langkahnya.
"Bagaimana, apa masih sakit?" tanya Aqila ikut mengelus perut khanza. " Maaf ya, aku panik jadi lupa."
"Nggak apa-apa, aku baik-baik saja sekarang."
Mereka semakin panik saat mendengar teriakan Abizar yang semakin mendekat, mereka kemudian bersembunyi dibalik deretan mobil yang sedang terparkir di sana. Mereka masuk di area parkir, mereka berjongkok di balik salah satu mobil, sementara Abizar terus berteriak mencari mereka. Abizar sekilas melihat jika mereka berlari ke arah parkiran itu.
"Khanza di mana kamu, aku mohon keluarlah jangan seperti ini," teriak Abizar, mereka berdua terus menjongkok dan saling tatap. Saat suara Abizar semakin mendekat.
Aqila mencoba membuka pintu mobil, ternyata pintunya terbuka.
"Ayo kita naik," ucap Aqila yang sudah merangkak naik, sedangkan Khanza menggeleng.
__ADS_1
"Kita tidak tahu ini mobil siapa," ucap Khanza yang masih memegang perutnya.
"Sudah, tak apa-apa yang penting sekarang kita menghindar dulu dari suamimu."
Khanza akhirnya ikut naik dan mereka berjongkok di jok belakang.
"Bayimu baik-baik saja kan?"
"Iya, udah ga sakit lagi."
Abizar terus mencari mereka, bahkan ia menelepon beberapa bawahannya untuk membantu mencari di sekitaran sana, ia yakin jika mereka masih ada di sekitar parkiran.
"Apa maksudmu Abizar mencari Khanza, dari mana dia tau keberadaan Khanza?" tanya Mr Alvin pada seseorang yang baru saja menelponnya.
"Maaf, Khanza keluar dari rumah itu, Pak."
"Cepat cari dia, jangan sampai Abizar menemukan khanza, mereka lebih baik berpisah untuk saat ini," ucap Mr. Alvin.
Mr. Alvin berbicara sambil berjalan ingin keluar dari restoran itu, dan apa yang Mr.Alvin katakan didengar oleh Daniel yang juga ingin berjalan keluar.
"Apa …. Abizar melihat Khanza, dimana," batin Daniel. Ia langsung menghubungi anak buahnya dan menanyakan informasi yang baru saja di dengarnya.
Tiga kubur kini mencari khanza dan Aqila. mereka semua mencari di sekitar tempat itu, membuat beberapa orang yang ada di sana menjadi heran mengapa banyak pria berjas hitam berkeliaran di sekitar sana.
"Aqila bagaimana ini, sepertinya mereka semua mencari kita," ucap Khanza berbisik. Mereka bisa melihat apa yang terjadi dari balik kaca mobil.
"Kita berdoa saja, semoga mereka tak menemukan kita." Aqila yang ketakutan tak berani melihat situasi di luar mobil.
Lama mereka mencari di sekitar sana, Namun, tak satupun kubu yang menemukannya.
Mereka juga kompak memperluas pencarian mereka.
"Bagaimana, apakah orang-orang mu menemukan petunjuk tentang keberadaan mereka?" tanya Abizar menghampiri Daniel yang juga berada di area parkiran. Duduk di kap mobilnya sambil terus menghubungi Anak buahnya.
"Tidak, mereka juga sudah memeriksa CCTV, mereka melihat jelas jika Khanza dan Aqil memang masuk ke area ini, dan mereka belum keluar di sini. Beberapa CCTV sedang dalam perbaikan," ucap Daniel menunjuk beberapa titik tempat biasa CCTV terpasang tak ada di tempatnya, termasuk yang mengarah pada mereka.
"Apa mereka berada di dalam salah satu mobil ini," ucap Daniel melihat deretan mobil yang ada di depannya, ada sekitar ratusan mobil di sana.
Abizar langsung menggerakkan orang nya untuk mengecek satu persatu mobil yang ada disana. Beberapa orang Daniel juga ikut melakukannya.
"Bagaimana?" tanya Abizar pada mereka semua. Tak ada, setelah memeriksa satu persatu tanpa ada yang terlewatkan
Mereka tetap tak ditemukan.
"Kita sudah memeriksa semua tempat ini, tapi mereka tetap tak ada. Apa mereka sudah pergi dari sini!" ucap Abizar.
__ADS_1
"Mungkin saja. Satu yang pasti, selama ini Mr. Alvin tak bersama dengan Khanza dan saat ini mereka juga sedang mencarinya," ucap Daniel. Yang baru mendengar kabar dari bawahannya.
" Benarkah?"
"Iya, Mr. Alvin sekarang juga sedang gencar mencarinya. Kita harus menemukan Khanza sebelum Mr. Alvin."
"Terus lakukan pencarian, aku yakin mereka masih ada sekitaran disini," ucap Abizar yang masih merasa yakin jika Khanza masih ada di sekitarnya.
Mereka pun kembali mencari, sementara Daniel hanya duduk di depan mobilnya melihat mereka semua mencari sambil terus sibuk menghubungi satu persatu anak buahnya yang mencari di tempat lain.
"Mungkin saja mereka sudah pergi dari sini, aku harus mencari ke tempat lain," gumam Daniel kemudian masuk ke dalam mobilnya dan melajukannya dari sana.
Daniel mengajukan mobilnya dengan sangat pelan, sambil melihat ke kiri dan ke kanan, berharap bisa melihat sosok Khanza dan Aqila. Iya sudah melihat rekaman CCTV terakhir, dan melihat jika khanza dan Aqila memakai Khimar dan cadar untuk penyamaran mereka.
"Dimana kalian," gumamnya.
Daniel menghentikan mobilnya dan menelpon bawahannya yang selama ini bertugas memeriksa CCTV, ia meminta mereka jangan melewatkan satupun CCTV yang ada di sepanjang jalan disekitar Parkiran dan meminta mereka melakukannya secepatnya mungkin. Mereka harus mendahului Abizar dan Mr. Alvin.
Saat akan kembali menjalankan mobilnya Daniel menangkap bayangan yang ganjal di jok belakang dari kaca spion nya.
Dengan cepat ia berbalik memastikan penglihatannya.
"💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖
Terima kasih sudah membaca 🙏
Jangan lupa like, vote dan komennya 🙏
Salam dariku Author M Anha ❤️
💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖
Menjelang End. (Awal bulan).
Vote.
A. Tetap berpoligami ( Alasan)
B. Bercerai ( Alasan)
C. Khanza Kembali bersama Abizar ( Alasan).
D. Ikut alur Author ( catatan jangan di hujat)
AKAN DI PERTIMBANGAN...
__ADS_1