
Daniel dan Aqila menikmati kebersamaan mereka, setelah dari cafe mereka berjalan-jalan menghabiskan waktu bersama.
Daniel tak ingin terlalu menanyakannya tentang hubungan Khanza dan Abizar, ia berencana mengoreknya perlahan-lahan, Daniel yakin Aqila tau banyak hubungan mereka.
"Adikku meninggal karena mengakhiri hidupnya demi laki-laki brengsek," ucap Daniel memandang lurus kedepan, memasukkan kedua tangannya ke saku celana. Mereka sedang berjalan-jalan di sebuah taman kota.
"Maksud?" tanya Aqila.
Daniel tersenyum tipis dan menatap pada Aqila yang masih menatapnya, mereka menghentikan langkahnya dan duduk di salah satu bangku taman.
"Adikku menikah di usia muda, aku menyetujui pernikahan mereka karena melihat cinta dan keseriusannya pada adikku. Dia melakukan banyak hal demi mendapatkan restu dariku." Daniel menjeda Kalimat mengingat betapa bahagianya adiknya di tahun pertama pernikahan mereka. "Tapi aku salah karena menganggap senyumannya selama ini adalah sebuah kebahagian, aku tak menyangka cintanya pada suaminya begitu besar hingga menyembunyikan semua rasa sakitnya dariku."
Daniel merogoh sakunya mengambil ponsel dan memperlihatkan foto adiknya yang tersenyum bahagia.
Aqila mengambil ponsel Daniel dan melihat foto Tersebut, " Cantik," kata yang bisa di ucapkan Aqila saat melihat foto itu.
"Senyuman dan keceriaannya menghilang saat suaminya menikah lagi, ia sangat mencintai suaminya sehingga rela dimadu. Namun, badjingan itu justru ingin menceraikannya."
Daniel mengepal tangannya, mengatupkan rahangnya. Rasa kesal dan penyesalan terus ia rasakan. Daniel tak bisa menghidupkan kembali adiknya, tapi ia bisa menghancurkan orang yang sudah membuat adiknya menderita.
"Aku harap Khanza tak mengalami nasib seperti adikku, dia gadis yang sangat baik," menatap mata Aqila mencari jawaban dari pertanyaan.
Aqila terdiam, dan membuang pandangannya dari Daniel.
"Sudah kuduga, ia tak sebahagia seperti yang terlihat, apa dugaanku benar?"
"Di awal pernikahan mereka memang banyak masalah, tapi Khanza bisa melewati itu semua. Ia bisa bertahan, Khanza bukan hanya baik, dia juga sangat kuat. Terlebih sekarang ia sudah memiliki seorang anak, aku yakin ia pasti bahagia dengan pernikahannya suatu saat nanti."
__ADS_1
"Suatu saat nanti," gumam Daniel tertawa, "Semoga saja, semoga cintanya tak membuatnya menjadi wanita yang bodoh, yang terus bertahan walau itu menyakiti. Jika alasannya adalah anak, walau ia berpisah bukan berarti anaknya tak akan mendapatkan kasih sayang dari ayahnya 'kan. Tak ada mantan Ayah, menjadikan anak sebagai alasan …" menggelang dan tersenyum tipis.
"Pak Abizar sangat mencintai Khanza, aku yakin dia akun membahagiakannya."
"Ya, kau benar. Ia sangat mencintai Khanza hingga menjadikannya istrinya. Cinta yang aneh. Jika ia mencintai Khanza lalu apa dia tak mencintai Farah lagi sehingga tega menyakitinya, menikahi wanita lain yang ia cintai, itukah maksudmu?"
Aqila hanya diam, ia teringat akan perkataan Khanza, jika suaminya juga mengatakan jika ia mencintai mereka berdua.
"Menurut apa seorang pria bisa mencintai dua wanita sekaligus?" tanya Aqila menatap Daniel serius.
Daniel bukannya menjawab ia malah tergelak mendengar pertanyaan Aqila.
"Jika ia sudah membuka hati untuk wanita lain bisa dibilang rasa cintanya pada wanita pertama itu sudah mulai memudar.
Bukannya memperbaiki cintanya, ia justru memasukkan cinta lain, aku yakin perlahan cinta yang memudar itu akan menghilang dari hatinya tanpa ia sadari. Mungkin itu bukan cinta tapi nafsu atau hanya merasa nyaman."
"Mungkin saja, aku dengar Abizar dan Farah sudah menikah cukup lama, dan Abizar sangat mencintainya. Tapi, kekurangan Farah tak bisa memberinya keturunan. Walau ia mengatakan tak membutuhkan anak untuk melengkapi rumah tangga mereka, tapi aku yakin hati kecilnya sangat membutuhkan seorang penerus dan itu bisa ia dapatkan dari Khanza. Hati Abizar hanya dia sendiri yang tahu, cintanya pada Khanza itu sebuah nafsu atau hanya merasa nyaman atau mungkin saja ia mencintainya karena membutuhkannya."
"Daniel benar, jika ia mencintai Khanza, ia tak akan merahasiakan pernikahan mereka. Namun, nyatanya ia tetap melakukannya walau ia tahu itu akan menyakiti Khanza saat mengetahuinya suatu saat nanti," batin Aqila kembali merasa kasihan pada sosok sahabatnya.
"Sepertinya Khanza sangat mencintai Abizar hingga rela menjadi istri kedua," ucap Daniel menyandarkan tubuhnya di batang pohon yang ada di belakangnya, menghela nafasnya berat, terlihat jelas jika ia sangat menyayangkan keputusan yang diambil Khanza. "Abizar pria yang sangat beruntung."
"Cinta Khanza tak sebesar itu sehingga ia rela menjadi yang kedua. Namun, itulah yang di alaminya, ia baru mengetahui statusnya jika ternyata ia adalah istri kedua setelah pernikahannya dengan Abizar. Khanza ingin mundur, tapi sudah ada janin di dalam rahimnya, ia hanya bisa bertahan demi bayinya. Tapi kakak tak perlu khawatir, sepertinya saat ini ia sudah ikhlas dan akan mencoba menjalani kehidupan poligaminya, lagipula menurut Khanza mbak Farah sangat baik padanya, ia seperti menganggap madunya itu seperti kakaknya sendiri. Sekarang di hanya tinggal menata hatinya untuk bisa berbagi," ucap Aqila menatap lurus ke depan mengingat setiap curhatan Khanza.
Dulu Khanza akan bercerita sambil berderai air mata mengenai poligami yang alami. Namun, beberapa hari terakhir ini dia selalu bercerita jika ternyata mbak Farah itu sangat baik dan perhatian padanya, ia bahkan meresa iri dengan kebesaran hatinya, iri pada cinta yang Farah miliki untuk suami mereka. Khanza bahkan merasa sangat egois karena tak mengerti perasaan Mbak Farah sebagai sesama wanita dan sebagai seorang istri yang tak sempurna.
"Kau sahabatnya, apa kau tak merasa kasihan dengan kehidupan rumah tangga Khanza."
__ADS_1
"Sudahlah, Khanza bertahan demi membahagiakan putranya, Khanza bukanlah orang bodoh yang bertahan walau ia sudah sangat tersakiti, selain karena putranya dia juga sangat mencintai suaminya dan menginginkan kebahagiaan putra mereka, mungkin ada rasa sakit di hatinya. Namun, aku yakin rasa kebahagiaannya lebih besar daripada rasa sakitnya, sehingga ia mampu bertahan sampai saat ini. Kita doakan saja semoga semuanya baik-baik saja, Khanza tetap bahagia dengan kehidupan poligaminya.
Daniel terdiam, dari apa yang dilihatnya memang terlihat jika Abizar mampu melakukan poligami, kedua istrinya terlihat begitu saling menyayangi, menghormati dan mampu bersikap adil pada mereka berdua.
Semoga saja Abizar benar-benar berbuat adil dan tak menyakiti hati kedua istrinya, khususnya Khanza.
"Apakah kak Daniel menyukai Khanza?" tanya Aqila.
"Khanza wanita yang baik, cantik, aku yakin setiap pria pasti menyukainya hanya pria bodoh yang tak menyukainya. Tapi, sepertinya ia mendapatkan pria bodoh yang menjadikannya istri kedua," ucap Daniel berdiri dari duduknya. "Apa kamu ingin ke tempat lain?" tanyanya.
"Hari ini cukup," ucap Aqila.
"Aku antar pulang."
"Terima kasih ya kak! Mau menemaniku hari ini," Aqila berdiri dari duduknya kemudian mereka berjalan beriringan menuju ke mobil, mereka sesekali masih berbicara membahas masalah Khanza dan Abizar.
💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖
Terima kasih sudah membaca 🙏
Jangan lupa like, vote komennya!
Aku bayangin mereka seperti ini.
__ADS_1
Ada yang pernah lihat promo videoku di FB dan IG??? Aku buat Video pemerannya mereka🤭🤭