Berbagi Cinta : Mencintai Diriku Dan Dirinya

Berbagi Cinta : Mencintai Diriku Dan Dirinya
Season 2: bab 31


__ADS_3

"Dari mana kamu tahu akan hal itu?" tanya Azriel menatap Mentari dengan intens. Ia tak menyangka Mentari tau akan perjodohan nya dengan Lucia, karena yang tau hanya mereka saja. Ibunya sudah mengatakan hal itu padanya, tetapi Azriel menolak keras dan sudah mengatakan jika ia mencintai Mentari


"Aku tahu dari ibunya Lucia."


"Ibu Farah? Kapan kamu bertemu dengannya?" tanya Azriel semakin terkejut. Apa saja yang Mentari tau dan apa saja yang Ibunya itu katakan.


"Waktu membawa kue untukmu ke rumah mu. Saat itu aku tak sengaja berpapasan dengan dia, saat ke kampus ibumu yang mengantar ku, katanya dia sekalian mau ke bandara waktu itu. Ibumu mengantarku hingga ke depan gerbang kampus dan sopir kalian yang membawa motorku."


Mendengar penjelasan Mentari, Azriel mengerutkan keningnya. Banyak pertanyaan di kepalanya saat ini, mengapa ibu Farah mengatakan hal itu pada Mentari dan sengaja mengantar Mentari hingga ke kampus.


"Apa saja yang di katakannya padamu?" tanyanya.


Mentari mengingat apa yang dikatakan oleh Dewa semalam, jika sebaiknya ia mengungkapkan apa yang ada di dalam pikirannya dan mengganggu hatinya. Mentari ingin mengungkapkan apa yang dikatakan oleh Farah waktu itu. Mungkin dengan begitu Azriel bisa menerima keputusannya untuk mengatakan tidak jika memang mereka benar-benar sudah dijodohkan, berharap mereka masih bisa berteman.


Mentari menarik napas dan menatap Azriel yang terlihat serius menatapnya.


"Ibu Lucia hanya mengatakan jika kalian telah dijodohkan. Kamu dan Lucia dan kedua orang tuamu dan juga ibumu itu sudah merencanakan perjodohan kalian. Ibumu bilang jika dia tak mau sampai aku menjadi penghalang hubungan kalian, dia memintaku untuk tak berharap banyak padamu. Dia juga mengatakan waktu itu jika dia tahu kalau kamu itu mencintaiku dan ibumu itu memintaku untuk tak bersamamu karena kamu lebih pantas bersama dengan Lucia, bukan denganku karena kita berbeda."


"Apa itu alasanmu menolak pernyataan ku semalam?" tanya Azriel.


"Hmmm iya, benar. Ibumu itu tak salah kok, kita memang sangat jauh berbeda, kamu siapa, aku siapa. Aku hanya harus tahu diri, berteman denganmu saja itu sudah membuatku sangat syukur. Terbukti kan, dengan berteman denganmu lihatlah aku bisa mengembangkan bisnis ibuku dengan sangat mudah karena bantuan kalian dari, kalangan atas."

__ADS_1


"Mentari, lihat aku," ucap Azriel menggenggam tangan Mentari.


"Katakan dengan jujur apa kamu juga mencintaiku?" tanya Azriel, sejak semalam ia memikirkan hal itu, mengapa Mentari terlihat bersedih saat mengatakan tidak untuk pernyataan cintanya, ia bertanya-tanya apakah hanya perasaannya saja yang mencintai Mentari sementara Mentari tak mencintainya. Ia ingin percaya pada kata hatinya jika Mentari juga merasakan hal yang sama. Mentari juga mencintainya.


"Iya, aku juga menyukaimu. Aku sangat mencintaimu sejak dulu. Aku sangat ingin mengatakan iya untuk pernyataan cinta kamu semalam, tapi aku sadar siapa aku dan aku tak mau mengganggu hubungan kalian yang memang sudah diatur. Sudah mendapatkan restu. Aku bukan siapa-siapa diantara kalian," jawab Mentari, ucapan Dewa semalam memberinya kekuatan untuk mengatakan semuanya, setidaknya itu bisa mengurangi sedikit rasa sakitnya karena penolakannya sendiri.


Mendengar ucapan Mentari yang mengaku jika ia juga mencintainya sebuah senyum terbit di bibir Azriel. Ia tak peduli apapun tentang Lucia. Walaupun semua ingin menyatukan mereka, ia tetap ingin bersama wanita yang ia cintai.


"Mentari, maukah kamu menjadi kekasihku?" ucap Azriel dengan senyum mekar di bibirnya.


"Apa yang harus aku jawab? Aku ingin menjawab iya, tapi fakta mengatakan jika aku harus menjawab tidak," tanya Mentari balik menatap mata Azriel dengan penuh kebimbangan.


"Ucapkan apa yang ada di dalam hatimu untukku, lupakan apapun yang mempengaruhimu di luar sana. Baik itu ibuku atau siapapun."


"Kata iya saja sudah cukup, adapun masalah yang akan kita hadapi nantinya serahkan padaku. Aku janji padamu, aku takkan mengecewakanmu, karena kamu telah memberiku kesempatan untuk menjadi kekasihmu. Mentari, mulai sekarang jangan dengarkan apapun di luar sana. Jika ada yang mengatakan tidak untuk hubungan kita, katakan kepadaku. Aku yang akan menghadapinya, walau itu ibuku sendiri," ucap Azriel menggenggam erat tangan Mentari.


Mentari tahu ibu siapa yang dimaksud oleh Azriel, orang itu yang tak lain adalah Farah, ibu dari Lucia juga.


"Lalu bagaimana dengan Lucia? Sepertinya dia menyukaimu, dia bahkan menghinaku terang-terangan hanya karena tak suka aku dekat denganmu, dia pasti tak akan tinggal diam jika mengetahui aku melanggar peringatan yang diberikan oleh ibumu untuk tak dekat denganmu."


"Itu urusanku, aku hanya menganggapnya sebagai adikku sendiri, tak lebih. Ibuku sudah mengatakan jika ia ingin menjodohkanku dengan Lucia. Namun, mereka tak akan memaksa, semua tetap ada pada keputusanku."

__ADS_1


"Bagaimana dengan ibumu sendiri? Maksudku ayah dan ibu kandungmu? Apakah mereka tak keberatan jika kamu dekat denganku yang miskin ini?"


"Kamu belum tahu siapa ibuku, ibu Khanza. Dia sangat baik, dia akan setuju apapun yang aku pilih, dia bukanlah orang seperti yang kamu bayangkan, dia sangat lembut. Aku yakin dia takkan keberatan dengan hubungan kita, apalagi hanya karena status sosial," ucap Azriel di mana ia juga sangat tahu jika ibunya juga berasal dari keluarga kurang mampu sebelum nya, bahkan lebih di bawah dari Mentari, ibunya berasal dari kampung dan dalam perekonomian rendah, ibunya membaik setelah ibunya menikah dengan ayahnya.


"Baiklah, aku mau jadi kekasihmu, tapi aku tak mau repot ya, jangan libatkan aku dalam masalah. Aku ingin fokus pada bisnis ibuku setelah lulus nanti."


"Tentu saja."


"Eetelah kita lulus nanti, aku tak mau ada masalah karena kita nekat bersama dan menepis jarak status sosial diantara kita."


"Tentu saja, oh ya bagaimana dengan Dewa? Kamu tak ada hubungan kan dengannya?"


Mentari menggeleng, "Kami hanya sebatas rekan bisnis saja," ucap Mentari tertawa kecil mengatakan, ia dan Dewa memang hanya rekan bisnis. Tak ada hubungan antara dirinya dan juga Dewa, di mana memang hubungan mereka hanya sebatas teman. Dewa banyak membantunya dalam mempromosikan kue buatan ibunya, itu saja.


****


Hari itu mereka menghabiskan waktu bersama, kini mereka sudah resmi menjadi sepasang kekasih.


Menjelang sore Mentari pun pulang diantar oleh Azriel menggunakan motor bututnya itu, sementara Azriel sendiri menggunakan taksi untuk kembali ke kediamannya.


Begitu ia pulang, ia terkejut saat Lucia, Farah, Dev ada di rumahnya.

__ADS_1


Dengan perlahan Azriel berjalan mendekat, ia sangat terkejut saat Farah wanita yang sudah di anggap ibunya itu membicarakan masalah perjodohan mereka pada kedua orang tua mereka. Ia juga melihat banyak koper yang di bawa mereka. Apakah mereka akan tinggal lama di rumah mereka.


__ADS_2