Berbagi Cinta : Mencintai Diriku Dan Dirinya

Berbagi Cinta : Mencintai Diriku Dan Dirinya
Season 2 : bab 21


__ADS_3

Setelah menghentikan ucapannya sejenak, Dewa kembali melanjutkan ucapan terima kasih kepada semua karyawan yang telah bekerja sama untuk membuat produk perusahaan mereka, produk-produk yang mereka luncurkan selalu sukses dan sekarang mereka akan meluncurkan produk baru.


Sambil menyiapkan cemilan untuk para karyawan dan tamu yang menghadiri acara tersebut, Mentari mendengar semua yang diucapkan oleh Dewa. Semua itu dengan jelas menegaskan jika dia orang yang penting di perusahaan tersebut.


Satu persatu pun naik setelah Dewa turun. Meraka naik untuk melakukan sambutannya, salah satu dari mereka kembali naik membuat semua kembali bertepuk tangan. Orang yang menggantikannya juga terdengar jelas jika orang itu adalah ayah dari Dewa, pemilik perusahaan tersebut. Membuat Mentari sekarang yakin jika Dewa adalah anak pemimpin dari perusahaan tersebut.


"Wah, kuenya enak sekali. Di mana kalian memesan ini?" tanya salah satu wanita paruh baya yang ada di acara tersebut, yang juga kebetulan dilayani oleh Mentari.


"Kebetulan kue ini buatan ibu saya, jika Ibu berkenan dan memang menyukainya, Ibu bisa memesan dengan kami lagi. Kami menerima pesanan," ucap Mentari yang langsung merogoh kartu namanya, ia sudah menyiapkan beberapa kartu nama untuk diberikan kepada teman-temannya untuk bahan promo, ia pun langsung memberikan satu kepada wanita paruh baya tersebut.


"Ini, Ibu bisa pesan di sini, kami jamin rasanya sangat enak dan tak akan mengecewakan pelanggan kami," jelas Mentari.


"Baiklah, saya simpan. Nanti jika saya menginginkan kue ini, akan saya pesan langsung," ucap wanita paruh baya tersebut yang bernama Gayatri, kemudian memasukkan kartu nama yang diberikan oleh Mentari ke dalam tas mahalnya.


"Sini berikan juga kartu namamu padaku, aku juga menyukai kue ini. Sepertinya sangat cocok dihidangkan jika kita sedang arisan," ucap salah satu dari mereka yang juga duduk di meja yang sama dengan Gayatri.

__ADS_1


"Iya, Bu. Ini silahkan," ucap Mentari menyodorkan kartu namanya. Di meja itu ada 4 orang ibu-ibu yang sepertinya mereka seusia dengan ibunya, walau hanya satu orang yang memintanya lagi. Namun, Mentari membagikan kepada keempat orang tersebut dan mereka juga mengakui jika memang rasa kue itu enak.


"Kamu bekerja di sini, Nak?" tanya Gayatri lagi.


"Tidak, Bu. Saya kuliah sambil mencoba mengembangkan bisnis kue ibu saya, saya ke sini hanya untuk mengantar kue dan ditawari untuk ikut menyediakan kue ini," ucap Mentari membuat mereka pun mengangguk.


Di saat mereka setengah berbincang, Dewa menghampiri mereka dan langsung disambut oleh Gayatri dan memeluknya.


"Kamu hebat sekali, Nak. Ibu bangga padamu," ucap Gayatri yang tak lain adalah ibu Dewa.


"Kamu wanita itu kan yang tak sengaja aku tabrak?" tanya Dewa membuat Mentari pun langsung mengangguk.


"Bagaimana kondisimu? Tak ada yang luka serius kan?" tanya Dewa lagi.


"Nggak ada, Pak. Semuanya baik-baik saja, uang yang Bapak berikan juga cukup untuk pengobatan saya dan juga memperbaiki motor saya," jawab Mentari sedikit berbohong karena uang itu tak gunakan untuk pengobatan dan juga perbaikan motor. Motornya dibiarkan baret di beberapa bagian.

__ADS_1


"Apa kamu pernah menabraknya?" tanya Gayatri yang mendengar pembahasan mereka.


"Iya, Bu. Ga sengaja."


"Kamu tak apa-apa, kan?" tanya Gayatri melihat ke arah Mentari.


"Nggak papa kok, Bu. Hanya lecet sedikit saja," jawab Mentari sambil dengan senyum ramahnya.


"Aku kemarin buru-buru, Bu. Saat Pak Kasman menelponku dan mengabarkan jika Ibu masuk rumah sakit," jelas Dewa.


"Walaupun terburu-buru kamu harus memikirkan keselamatan pengguna lainnya. Mereka juga butuh perhatian


"Ya sudah, Bu. Saya permisi dulu ya," ucap Mentari meninggalkan mereka.


"Bu, aku ada urusan sebentar," ucap Dewa tak jadi duduk dan menyusul Mentari.

__ADS_1


__ADS_2