
Aisyah melangkahkan kakinya masuk ke perguruan tinggi dengan senyum lebarnya, ia merasa senang bisa lulus dari Sekolah Menengah Atas dan kini akan melanjutkan sekolahnya di universitas yang sama dengan tempat kakaknya kuliah, di mana Azriel masih menempuh pendidikan mengejar s2-nya dan di tahun ini adalah tahun terakhirnya, sementara Aisyah baru masuk dan akan menghadapi semester pertamanya.
Saat ia melangkah masuk menuju ke ruangannya, tiba-tiba seseorang menabraknya dari belakang.
"Kamu punya mata nggak sih?" ucap pria tersebut membuat Aisyah membelalak pada orang tersebut.
Aisyah memungut bukunya yang terjatuh karena ditabrak orang tadi dan langsung memukul orang tersebut.
"Enak saja kamu marah-marah padaku, kamu yang salah kamu yang menabrakku dari belakang. Aku nggak mungkin kan berjalan mundur!" kesal Aisyah menatap tajam orang tersebut.
"Dasar bawel!" ucap orang itu hanya mengambil bukunya yang juga terjatuh dan kembali berlari menuju ke dalam kelas mereka. Aisyah menatap tajam pada orang tersebut, ini hari pertamanya. Namun, orang itu sudah merusak moodnya.
"Lihat saja, akan aku balas!" kesal Aisyah kemudian ia pun berjalan masuk menuju ke ruangannya, ruangan yang sama di mana orang tadi juga masuk ke dalam ruangan tersebut, ia melirik orang itu yang duduk tak jauh darinya, duduk di dua bangku di belakangnya.
Pelajaran mereka pun selesai, pria tadi ingin keluar juga dengan terburu-buru. Ia pun dengan cepat kembali ingin keluar dari ruangan itu. Namun, Aisyah dengan sengaja memasang kakinya saat orang itu berlari di sampingnya membuat orang itu pun terjatuh.
"Punya mata dipakai dong!" ucap Aisyah kemudian dia pun berdiri dan meninggalkan pria tersebut yang hanya nelongo menatapnya.
__ADS_1
"Hei, wanita barbar. Berhenti, minta maaf ga!" teriak orang tersebut. Namun, Aisyah yang merasa dirinya bukanlah wanita barbar hanya berjalan keluar meninggalkan ruangannya itu, mengabaikan teriakan orang itu, ia memilih untuk menuju ke kantin.
"Hai, tunggu!" ucap pria tersebut membuat Aisyah berbalik dan terkejut, ternyata pria tersebut mengejarnya dengan kaki yang terpincang-pincang. Aisyah langsung mempercepat langkahnya sambil sesekali berbalik melihat pria tersebut yang semakin mendekat, tiba-tiba ia menabrak tubuh seseorang, Aisyah hampir saja terjatuh. Namun, untung saja orang itu menarik tangannya, Aisyah tak sampai jatuh ke lantai, tetapi Aisyah malah jatuh ke pelukan pria yang menariknya tersebut.
Aisyah terkejut saat orang itu memeluknya, dengan cepat dia mendorong pria yang memeluknya, "Kak Dewa? Kak Dewa ngapain di sini?" tanya Aisyah yang tahu benar jika Dewa tak kuliah di tempat itu.
"Aku ada mata kuliah, aku akan mengajari kalian mengenai bisnis, aku diundang oleh kampus ini dan sepertinya aku terlalu cepat datang," ucap Dewa melihat jam di pergelangan tangannya.
Orang yang tadi mengejar Aisyah telah sampai pada Aisyah, ia terlihat marah karena apa yang dilakukan Aisyah tadi padanya.
"Jaga bicaramu, siapa yang kau sebut wanita bar-bar!" ucap Dewa menatap tajam pria yang ada di depannya.
"Kamu siapa? Jangan ikut campur," ucap Zakir.
"Dia adalah pacarku," ucap Aisyah merangkul tangan Dewa dan menatap pada pria yang menabraknya lebih dulu, Aisyah hanya geram ingin membalas perbuatan pria itu.
Dewa terkejut saat mendengar apa yang dikatakan oleh Aisyah, apakah ia tidak salah dengar Aisyah mengakuinya sebagai kekasihnya.
__ADS_1
"Jika dia bukanlah wanita Bar-bar dia tak akan bersikap sampai menyakitiku seperti ini, lihat kakiku terkilir karena ulahnya," ucap Zakir menunjuk ke arah kakinya yang memang terasa sakit karena terjatuh tadi.
"Aisyah, sebenarnya apa yang terjadi?" tanya Dewa.
"Aduh, sakit, Kak! Bahuku juga sakit, dia yang lebih dulu menabrakku tadi. Aku hanya ingin membalasnya. Kamu biasa saja dong, baru dibalas seperti itu sudah mengadu dan merengek seperti anak gadis kehilangan pembalut," ucap Aisyah dengan nada mengejek.
"Apa katamu!" bentar Zakir. Namun, Dewa langsung membawa Aisyah ke belakangnya.
"Jika terjadi apa-apa dengan bahu kekasihku akan kupastikan kamu akan menyesal!" tegas Dewa membuat Zakir dan Dewa kini saling tatap dengan tatapan yang penuh amarah.
"Ada apa ini?" tanya Azriel menghampiri mereka, dimana Azriel masih sesekali datang ke kampus.
"Ini Kak, dia mendorong ku lebih dulu. Aku hanya membalasnya dan dia mengataiku cewek bar-bar dan akan kembali membalasku," adu Aisyah pada kakaknya.
"Kamu mau apa?" ucap Azriel menatap Zakir juga dengan tatapan mengintimidasi, membuat Zakir yang merasa posisinya tak sekuat Aisyah yang didampingi dua pria berjas memutuskan untuk pergi meninggalkan ketiganya.
Akan lanjut bulan depan ya. 🤗🤗🤗Sampai jumpa.🥰
__ADS_1