Berbagi Cinta : Mencintai Diriku Dan Dirinya

Berbagi Cinta : Mencintai Diriku Dan Dirinya
Status Sebenarnya.


__ADS_3

Khanza yang melihat Abizar semakin dekat menjadi semakin gugup, ia merapikan rambutnya dan mencoba untuk tepat terlihat tenang.


Ketiga teman Khanza baru menyadari jika Khanza melakukan itu semua karena adanya Abizar, mereka menjadi ikut gugup. Bagaimana jika Abizar mengetahui jika Daniel ada di bawah kolong meja.


Abizar memiliki janji di restoran tersebut. Namun, tiba-tiba orang tersebut membatalkan pertemuannya dan memindahkannya ke restoran lain, saat akan pergi Ia tanpa sengaja melihat Khanza dan ketiga temannya, Abizar pun menghampiri mereka.


"Kalian masih disini?" tanyanya setelah ikut bergabung.


Ketiga teman Khanza hanya tersenyum mendengar pertanyaan Abizar.


"Iya, kak. Tadi kami habis shopping sekarang mau makan dulu baru pulang," jawab Khanza setenang mungkin.


Abizar melihat satu lagi piring yang tersedia diatas meja, "Apa hanya kalian?" tanyanya menunjuk piring Daniel.


Mereka berempat saling pandang,


"Maaf, itu piring teman saya, dia sudah pulang," jawab Nindi yang di iyakan oleh ketiganya.


Ponsel Abizar berdering dan itu adalah Rekan bisnis yang tengah menunggunya di Restoran lain.


"Teruskan makan kalian setelah itu tolong antarkan Khanza pulang, aku masih ada meeting di restoran lain mungkin aku akan pulang telat."


"Iya kak, selesai ini aku langsung pulang, kok," jawab Khanza  meremas tangannya merasa takut, ia bisa memastikan jika suaminya itu akan marah padanya jika tau di bawah kolong meja ada Daniel yang disembunyikan oleh mereka.


"Fahri sudah datang, aku pergi dulu," ucapnya berpamitan pada mereka semua.


Keempatnya langsung bernafas lega saat Abizar berjalan menjauhi mereka. Mereka berempat saling tatap dan dengan kompak langsung menunduk ke bawah kolong meja melihat Daniel yang menopang dagu menatap mereka dengan tatapan berpura-pura kesal.


Khanza dan Aqila membantu Daniel berdiri, merapikan pakaiannya yang terlihat agak kusut karena meringkuk dibawa meja.


"Maaf ya, pak!" ucap Khanza meresa tak enak.


"Ga apa-apa, aku ngerti kok," Daniel masih berpikir jika Khanza tak ingin di ketahui oleh kakaknya.


"Tapi, aku yang mengantarkanmu pulang."


"Nggak, nggak usah Pak. Aku pulangnya sama mereka aja," tolak Khanza.


"Aku tak mau ditolak, Asal kamu tahu saja ini pertama kalinya aku ngumpet di bawah kolong meja seperti yang tadi," ucap Daniel menunjuk Khanza dengan sendok yang dipegangnya, tak mau di tolak.


"Bagaimana ini, kalau sampai kak Abi tahu pak Daniel yang mengantar aku pulang bisa nggak dikasih izin lagi keluar bareng mereka," batin Khanza.


"Oh gini aja, aku ikuti mobil bapak aja bareng Khanza, jadi kita antar Khanza dulu kemudian barulah bapak mengantarku, bagaimana?" Usul Aqila.


"Bener tuh," ucap Sinta membenarkan usul Aqila, itu lebih baik daripada Khanza hanya berdua di mobil dengan Daniel.


"Ya udah deh, baiklah," ucap Khanza yang merasa tak enak dengan sikapnya pada Daniel tadi, mereka belum seakrab itu untuk meminta hanya masuk ke kolong meja.


Setelah selesai makan sesuai rencana Daniel mengantar Khanza bersama dengan Aqila.


Sepanjang perjalanan Khanza hanya diam, Aqila lah yang terus berbicara panjang lebar dengan Daniel, Ia harus memanfaatkan kesempatan sekecil apapun, pikir Aqila bertekad akan mencoba mendekati Daniel. Khanza saja bisa mendapatkan Abizar dia juga pasti bisa mendapatkan Daniel.


Daniel sedikit kecewa saat Khanza memilih duduk di jok belakang. Namun, ia tak mungkin  meminta Aqila turun dan bertukar tempat dengan Khanza.

__ADS_1


Begitu memasuki gerbang, Khanza bernapas lega saat melihat mobil Abizar belum datang, itu berarti suami juga masih di luar.


"Aqila, kamu nginep di sini aja, ya!" ajak Khanza.


Sebenarnya Aqila sangat ingin menginap di sana. Namun, dia pikir kapan lagi ia bisa berduaan dengan Daniel seperti ini.


"Lain kali aja ya, aku masih banyak tugas di rumah," tolak Aqila.


"Iya, deh! Hati-hati ya. Terima kasih ya, pak," ucap Khanza sebelum turun dari mobil.


Daniel hanya mengangguk, ada rasa kecewa di hatinya, tadi ia berpikir hanya akan berdua saja dengan Khanza.


Daniel dan Aqila kembali melanjutkan perjalannya.


Baru saja Khanza akan masuk mobil Abizar sudah memasuki gerbang.


Khanza berdiri di teras menunggu sampai  Abizar sampai padanya.


Khanza mengambil tas dan jas Abizar, mencium penggung tangan suaminya, hal kecil yang selalu di lakukan para istri menyambut suaminya pulang bekerja.


"Kamu pulang sama siapa?" tanyanya.


"Tadi sama Aqila," jawab Khanza  menggigit bibir bawahnya, takut jika Abizar menanyakan lebih dalam lagi.


"Kakak mau mandi?" tanyanya cepat mengalihkan pertanyaan Abizar.


"Iya, aku mau mandi dulu. Aku sangat gerah."


"Aku juga mau mandi," ucap Khanza menggandeng suaminya naik lantai atas.


"Ini sudah malam, mungkin Farah sudah menidurkannya."


Mereka masuk ke dalam kamar, ritual mandi bersama pun tak terlewatkan.


*****


Saat dalam perjalanan Daniel mengantar Aqila.


"Kamu sudah lama mengenal Khanza?"


"Lumayan, sih! Kami saling mengenal saat Khanza Lulus SMA dan pertama bertemu saat ia datang ke kota ini untuk kuliah."


"Aku lihat kalian sangat dekat, ya," tanyanya lagi.


"Iya, Pak. Kami sudah bersama sejak beberapa tahun, Aku dan Khanza tinggal bersama selama bertahun-tahun."


"Jangan panggil bapak, panggil Daniel aja biar kita lebih akrab."


"Iya, Daniel," ucap Aqila malu sendiri mendengar apa yang diucapkannya.


"Kamu tinggal bersama dengan Khanza bertahun-tahun maksudnya?" tanya Daniel saat telah sampai di gang Sederhana kost-kosan Aqila. Abizar tak mungkin mengizinkan adiknya tinggal di kosan sederhana sedangkan mereka memiliki rumah mewah. Pikirannya.


"Iya, saat pertama Khanza datang dari kampung ia tinggalnya sama aku disini sampai Khanza menikah dan pindah ke rumah suaminya."

__ADS_1


"APA MENIKAH, Khanza sudah menikah?" tanya Daniel tak percaya menatap pada Aqila.


"Iya, Pak. Khanza emang sudah menikah," jawab Aqila sedikit tersentak dengan pertanyaan mendadak Daniel.


"Kamu becanda 'kan?"


"Nggak, aku serius. Khanza sudah menikah dan mempunyai anak," jawab Aqila semakin bingung dengan pertanyaan Daniel.


"Punya anak?" tanya ulang Daniel masih tak percaya.


Aqila hanya mengangkat pelan menatap Daniel yang terlihat sangat frustasi mendengar setiap jawabannya.


"Jika Khanza sudah menikah dan mempunyai anak, mengapa ia masih tinggal di rumah Abizar, tak tinggal dengan suaminya?"


"Ya, karena pak Abizar memang suami Khanza, jadi Khanza tinggal di sana bersama anaknya."


" Abizar Suaminya? bukannya istri pak Abizar itu ibu Farah, ya?" tanya Daniel menatap Aqila penuh tanya.


"Iya, Khanza istri kedua dari pak Abizar," lirih Aqila.


Daniel mencengkeram stir yang dipegangnya, ia tak menyangka jika Khanza yang terlihat ceria dan polos berstatus istri kedua.


"Apa dia bahagia?" tanyanya lagi tanpa melihat Aqila.


"Iya, sepertinya mereka bahagia apalagi mereka sudah dikaruniai anak yang sangat menggemaskan."


"Ya sudah, terima kasih atas informasinya, sampai jumpa lain kesempatan," ucap Daniel.


"Terima kasih ya, Pak. Sudah mengantarku."


"Panggil Daniel aja," ucap Daniel sekali lagi.


"Maaf, aku belum terbiasa," ucapnya sebelum menutup pintu dan melambaikan tangan saat Daniel kembali melajukan mobilnya. 


Aqila terus berdiri menatap mobil Daniel yang terus menjauh, sambil memegang dadanya, jantungnya berdetak begitu kencang.


"Semoga dia jodohku," gumam Aqila berbalik dan berjalan menuju ke kos kosannya dengan hati yang sangat senang dan berbunga-bunga, senyum bahagia tak lepas dari bibirnya. 


Sepanjang perjalanan pulang Daniel terus memikirkan perkataan Aqila, entah mengapa ia merasa tak terima saat mengetahui jika Khanza adalah istri kedua, bayangan adiknya yang menangis akibat status itu terus terlintas di benaknya.


Daniel mengambil ponselnya dan menelepon seseorang,


"Cari informasi tentang Abizar dan kedua istrinya. Aku ingin informasi yang sedetail  mungkin, jangan lewatkan sedikitpun," ucapnya kepada seseorang di balik telepon.


"Jika Ia tak bisa membahagiakanmu biar aku yang melakukannya."


 💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖


Terima kasih sudah membaca 🙏


Jangan lupa like, vote komennya🙏


Author M Anha ❤️

__ADS_1


💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖


__ADS_2