Berbagi Cinta : Mencintai Diriku Dan Dirinya

Berbagi Cinta : Mencintai Diriku Dan Dirinya
Season 2: bab 51


__ADS_3

Azriel yang tak mau siapapun khawatir memutuskan untuk menghubungi Dewa, Dewa pun menjemputnya. Namun, tanpa disangka Dewa datang bersama dengan Mentari.


"Azriel, ada apa denganmu?" tanya Mentari panik begitu melihat perban yang ada di kepala calon suaminya itu.


"Nggak, aku nggak papa. Kamu ngapain ikut ke sini? Besok adalah hari pernikahan kita, kamu harus istirahat," ucap Azriel, di mana saat ini waktu sudah menjelang subuh.


"Aku nggak papa, bagaimana denganmu? Apa yang terjadi, mengapa kamu ada di rumah sakit."


"Aku juga nggak apa-apa kok, ini sudah diobati oleh dokter. Ayo kembalilah, sekarang kamu kan harus bersiap-siap," ucap Azriel yang tahu betapa lamanya seorang mempelai wanita mempersiapkan penampilan mereka dan ia tak ingin hanya karena dirinya penampilan Mentari tak sesuai dengan yang mereka inginkan.


"Enggak, aku ingin bersamamu," ucap Mentari yang kini sudah terisak, ia sangat takut jika terjadi sesuatu dengan calon suaminya itu, ia sudah kehilangan ayah, ibu dan ia tak ingin lagi kehilangan Azriel.


"Begini saja, aku akan mengantar kalian di gedung tempat kalian akan melaksanakan acara pernikahan. Mentari bisa siap-siap dan kamu juga bisa bersiap-siap di sana sambil beristirahan, aku akan mengambil jasmu di rumahmu. Tadi aku sudah mengirim pesan pada Aisyah untuk membawanya, aku akan menjemput Aisyah setelah mengantar kalian," ucap Dewa.


"Iya, benar. Jika kondisiku diketahui oleh semua keluarga pasti semua akan heboh," ucap Azriel di mana ia tahu jika mereka tak mengatakan kepada siapapun saat Dev dan Abidzar datang tadi.


"Baiklah," ucap Azriel dan Mentari setuju. Dewa pun terlebih dahulu mengantar mereka ke tempat di mana Mentari akan bersiap-siap. Kemudian ia pun kembali melajukan mobilnya untuk menjemput Aisyah yang sudah menyiapkan pakaian Azriel.


Begitu sampai di kamar, ternyata Mua yang mereka tunggu belum datang. Ada keterlambatan yang menyebabkan mereka akan datang terlambat. Mentari sudah mendapat konfirmasi dari karyawan yang semalam meminta nomor ponselnya jika mungkin Mua tersebut akan terlambat 20 sampai 30 menit dari waktu yang dijanjikan dan Mentari sama sekali tak masalah akan hal itu.


Mentari mengambil kain dan mulai membersihkan wajah Azriel, masih terdapat beberapa darah di sana. Pakaiannya juga entah pakaian siapa yang dipakainya, terlihat sangat longgar, celananya juga banyak bercak-bercak darah di sana.


"Mengapa semua ini bisa terjadi?" ucap Mentari sambil menyekah wajah Azriel yang sangat berantakan. Namun, wajah tampannya masih tercetak jelas sempurna.

__ADS_1


"Nggak apa-apa, besok saja aku ceritakan setelah kamu resmi menjadi istriku," ucap Azriel yang tak mau mengganggu pernikahan mereka dengan cerita yang akan diceritakannya. Membuarkan Mentari membersihkan wajahnya dengan sangat lembut dan itu berhasil membuat ia kembali bergairah


Mentari yang mengerti jika Azriel tak mau cerita hanya bisa mengangguk dan terus menyeka wajah Azriel, begitupun dengan lehernya yang masih terlihat sisa-sisa tetesan darah di sana.


Azriel menahan tangan Mentari, ia belum terbebas dari pengaruh obat yang diberikannya padanya. Namun, mungkin karena kekuatan tubuhnya ia bisa menahannya sehingga ia masih dalam kondisi baik-baik saja, tak seperti dengan Lucia yang benar-benar dikuasai oleh obat tersebut dan sedang mendapatkan penanganan serius dari dokter. Dev dan Abizar membawa Lucia ke rumah sakit yang ada di kota dan langsung mendapatkan perawatan terbaik.


"Mentari boleh aku menciummu? Hanya sebuah ciuman." Izin Azriel yang tak bisa menahan diri.


"Tapi," ucap Mentari ingin menolak.


"Aku mohon, aku tak bisa menahan diriku. Aku janji hanya sebuah ciuman," ucap Azriel dengan raut wajah memohon dan mencerirakan sebagian apa yang terjadi padanya, mengatakan jika ia sedang dalam pengaruh obat, membuat Mentari pun mengangguk.


Melihat Mentari yang memberikan izin untuknya, membuat Azriel yang tak bisa menahan diri pun langsung menarik tangkuk Mentari dan menyalurkan apa yang diinginkannya, apa yang ditahannya sejak tadi. Walau hanya sebuah ciuman itu bisa meredam hasratnya yang sejak tadi menyiksanya.


Pagi hari akad nikah pun akan segera digelar, semua keluarga sudah berdatangan ke gedung tempat diadakannya akad nikah yang akan digelar nanti. Abidzar dan Dev juga sudah datang bersama dengan Lucia ke acara pernikahan tersebut, bergabung dengan keluarga yang lainnya.


Tak ada yang tahu tentang peristiwa semalam, mereka sepakat akan merahasiakan semuanya dari siapapun termasuk dari Farah. Dev sudah menasehati putrinya jika apa yang dilakukannya itu salah, dia sudah tahu jika semua itu adalah rencana putrinya. Lucia merasa malu dan akan menuruti apapun yang ayahnya katakan.


Mentari sudah tampil dengan sangat cantik dengan balutan gaun pengantin yang digunakannya, walau MUA yang meriasnya sedikit terlambat. Namun, mereka mampu memberikan riasan yang terbaik dan membuat Mentari sangat puas dengan hasilnya.


Azriel juga sudah siap dengan pakaian yang digunakannya, mereka sengaja memilih pakaian serba putih untuk akad nikahnya. Beruntung luka yang dialami Azriel bisa ditutupi dengan peci putih yang digunakannya.


Semua keluarga merasa sangat bahagia, tadinya mereka terkejut saat Azriel tak ada di kamarnya. Namun, setelah Abidzar pulang dan menjelaskan jika Azriel sengaja bersiap di gedung di mana Mentari juga berada dan Aisyah sudah berangkat ke sana membuat mereka pun tak menanyakan lagi apa dan bagaimana alasannya.

__ADS_1


Azriel sudah duduk lebih dulu di mana penghulu telah bersiap untuk menikahkan mereka, sementara Mentari masih menunggu sampai ia dipersilahkan masuk. Ia masih menunggu di ruangan yang sudah disiapkan untuknya.


"Acaranya akan dimulai, salahkan persilahkan masuk mempelai wanitanya," ucap penghulu tersebut, setelah melihat jam di pergelangan tangannya.


Mendengar apa yang dikatakan oleh penghulu, MC yang bertugas hari itu pun mempersilahkan Mentari untuk masuk.


Mentari yang sudah tak punya siapapun membuat Aisyah dan juga Khanza yang mengapitnya berjalan menuju ke tempat di mana akad nikah akan digelar, Dewa dan seluruh keluarga besarnya juga ikut datang. Mentari yang sering mengantar kue ke kediaman Dewa membuat ia cepat akrab dengan keluarga Dewa.


Mentari tampil cantik dan membuat semua terpesona melihat kecantikannya, ia sangat serasi dengan ketampanan dari seorang Azriel. Di saat mereka semua bahagia menatap kedua mempelai pengantin, tidak dengan Lucia. Tatapannya kosong kepada kedua mempelai.


Azriel berdiri menyambut calon istrinya, kemudian mereka pun duduk di depan penghulu. Penghulu pun mulai membacakan ijab kabul dan Azriel menjawab ijab kabul tersebut dengan satu tarikan napas. Suara sah bergemuruh di ruangan tersebut menandakan kini Mentari telah resmi menjadi istri dari seorang Azriel. Mentari hanya bisa meneteskan air mata, sejak tadi ia berusaha untuk tak meneteskan air matanya. Namun, ada rasa bahagia, haru, sedih, bercampur menjadi satu, yang ia rasakan saat ini.


Mentari sangat bahagia memiliki Azriel sebagai teman hidupnya, menjadikan pria yang dicintainya menjadi suaminya dan ia yakin Azriel bisa mencintainya dan menjaganya seumur hidupnya. Namun, ia juga merasa sedih, saat bahagia itu menghampirinya, ibunya tak bersamanya. Haru saat semua keluarga Azriel begitu menyayanginya. Tadinya ia takut, ia berpikir karena ia berasal dari kalangan bawah, takut jika ada keluarga Azriel yang tak menerimanya atau menganggap rendah dirinya. Namun, setelah bertemu mereka semua, semuanya sangat baik dan menyayanginya.


Mentari menunduk dan mencium punggung tangan suaminya, membuat Azriel pun menarik bahu Mentari dan mengecup keningnya cukup lama. Ia merasa sangat bahagia bisa menjadi suami dari wanita yang dicintainya, ia menggenggam kedua tangan Mentari dan mengecup punggung tangannya secara bergantian. Sebuah senyuman terlihat di wajah tampannya begitupun dengan Mentari, ia juga membalas senyuman dari suaminya.


Tatapan dan senyuman itu sudah menandakan kebahagiaan mereka walau mereka tak mengungkapkannya dengan kata-kata.


Setelah keduanya saling berjabat tangan, Azriel menuntun Mentari untuk menyalami kedua orang tuanya, nenek, kakeknya dan semua keluarga besarnya. Mereka semua menerima Mentari dengan kehangatan.


Azriel juga menghampiri Dev dan juga Farah. Azriel bisa melihat saat dia mendekat tadi Lucia langsung pergi.


Mentari hanya melihat Lucia yang pergi dari acaranya, ia tak ingin memaksanya untuk Lucia menerima pernikahan mereka. Ia tahu jika Lucia mencintai suaminya dan mengerti apa yang dirasakan oleh Lucia saat ini, tanpa Mentari ketahui ada kejadian yang hampir saja membuat ia dan Azriel tak jadi menikah dan sampai saat ini kejadian itu belum ia ketahui.

__ADS_1


Azriel menatap ke arah Dev dan juga Abidzar, paman dan ayahnya itu secara bergantian. Keduanya pun memberi isyarat untuk membiarkan Lucia pergi dari sana, ketiganya sudah sepakat akan merahasiakan apa yang terjadi semalam, biarlah itu semua menjadi rahasia mereka. Dev sudah berjanji akan memastikan Lucia tak akan mengganggu Azriel lagi.


__ADS_2