Berbagi Cinta : Mencintai Diriku Dan Dirinya

Berbagi Cinta : Mencintai Diriku Dan Dirinya
Hari bahagia Aqila


__ADS_3

Sepanjang perjalanan pulang Abizar terus memikirkan apa yang baru saja terjadi di taman antara dia dan Damar, walau dialah yang menjodohkan mereka. Namun Abizar tetap merasa sakit saat mendengar jika Damar ingin menikahinya, ia tak menyangka jika ia akan sesakit ini.


"Kamu baik-baik saja?" tanya Warda saat Abizar menepikan mobilnya.


Mereka hanya pulang berdua, Khanza dan yang lainnya diantar oleh Damar.


Abizar tak bisa lagi menahan rasa sakitnya ia terisak memeluk setir mobilnya. Warda tak tau apa yang membuat anaknya itu sampai seperti itu, Warda seolah melihat sosok Abizar yang berusia 5 tahun yang membuat pelukannya. Warda tak bisa menahan rasa harunya melihat penderitaan putranya. Ia hanya bisa mengelus punggung putranya yang terguncang dan menariknya ke pelukannya.


"Kenapa semua ini terjadi padamu, Nak," ucap Warda menarik putranya ke pelukannya. Menenangkan anaknya itu dengan penuh kasih sayang.


Lama Abizar menangis di pelukan mamanya hingga Ia kembali melajukan mobilnya saat ia sudah mulai tenang.


"Kamu pasti bisa melalui semua ini, ada mama yang selalu bersamamu. Mama akan selalu di sampingmu" ucap Warda menggenggam erat tangan putranya.


Abizar terus melajukan mobilnya, sesekali ia masih mengusap air mata yang menetes sambil terus menggenggam tangan mamanya.


Tempat paling nyaman untuk mengadu adalah seorang ibu, ibu yang tau bagaimana menghadapi anak-anaknya.


Seorang ibu akan menganggap anak-anak sebagai bayi kecilnya yang harus dijaganya, jika seorang anak terluka maka ibu akan bisa merasakan sakitnya.


Abizar sudah mengatakan Iya atas pertanyaan Damar yang berarti mengizinkan Damar untuk melanjutkan keinginannya melamar Khanza. Berharap Damar bisa membahagiakan Khanza lebih darinya.


Seminggu kemudian Damar benar-benar mendatangi kediaman Khanza untuk menyatakan keinginannya melamar Khanza. Kakek dan nenek sangat senang. Namun, Khanza masih ragu akankah ia mampu menjalani pernikahannya dengan Damar sementara rasa takut akan kegagalan masih menghantuinya.


"Aku takkan memaksa, aku akan menunggumu sampai kau benar-benar siap. Aku hanya ingin kau tahu jika aku benar-benar serius dan ingin menjadi pendampingmu. Walau aku takkan bisa menggantikan posisi Abizar di hati anak-anak, tapi aku akan berusaha untuk menjaganya dan membahagiakan kalian."


"Damar Aku mohon beri aku waktu. Bukan hanya aku yang harus mempersiapkan diri untuk pernikahan, tapi juga anak-anak."


"Aku mengerti, aku sangat paham masalah anak-anak. Aku akan mencoba mendekati mereka terlebih dahulu, masalah hati anak-anak serahkan padaku," ucap Damar yang memang sangat ahli dalam menangani hati anak-anak.


*****


Sementara itu lamaran Daniel pun diterima oleh keluarga Aqila.


Ketakutan Aqila akan pandangan Daniel terhadap keluarganya tak beralasan, Daniel menerima keluarga Aqila walaupun mereka dari keluarga sederhana, ia bahkan lebih senang dan merasa lebih hangat saat berkumpul bersama dengan keluarga Aqila. Sama halnya saat berkumpul dengan keluarga Khanza di kampung. Mereka sangat ramah."

__ADS_1


Daniel semakin yakin jika keputusannya untuk menikahi Aqila adalah keputusan yang tepat, selain rasa cintanya yang mulai tumbuh kehangatan keluarga Aqila juga semakin menambah keyakinannya.


Daniel tak ingin membuang-buang waktu ia langsung mulai proses persiapan pernikahannya. Mulai dari fitting baju, foto prewedding, dan persiapan gedung serta persiapan lainnya.


Ia mengawasi langsung proses persiapannya, tak tanggung-tanggung Daniel mengeluarkan biaya yang sangat fantastis untuk pesta pernikahannya dengan Aqila. Ia ingin hari itu adalah hari yang spesial buat mereka berdua.


Keluarga Aqila menerima tawaran Khanza untuk tinggi di rumah mereka, selama proses pernikahan keluar Aqila akan tinggal di rumah Khanza mengingat tempat dilaksanakannya proses pernikahan nanti berada di kotanya.


Aqila menyerahkan semua urusan pesta kepada Daniel ia mengikuti apa saja yang Daniel inginkan, dicintai oleh Daniel merupakan suatu hal yang tak terduga oleh Aqila. Awalnya dia hanya berpikir jika kisah cinta Khanza tak mungkin dialami nya.


Dimana Khanza gadis biasa dicintai oleh seorang Abizar seorang pengusaha sukses, menikahi pria yang dicintainya.


Begitu juga dengan dirinya dia sudah menyukai Daniel Sejak pertama kali melihatnya walaupun Daniel saat itu terus mengejar Khanza. Namun, rasa cintanya tetap disimpan di dalam hatinya. Aqila tak menduga jika mereka bisa sampai pada tahap pernikahan.


Aqila berharap pernikahannya dengan Daniel tak seperti pernikahan sahabatnya yang harus kandas karena didasari dari kebohongan.


Aqila mengambil pelajaran dari kisah cinta sahabatnya itu, sebelum benar-benar menerima lamaran Daniel ia meminta Daniel untuk jujur padanya. Aqila meminta Daniel menceritakan apapun yang bisa menghambat kebahagian mereka di masa akan datang. Walau kenyataan itu begitu buruk dan dapat menyakitinya ia ingin Daniel jujur padanya.


Mereka berkomitmen akan memulai pernikahan dengan saling percaya dan saling jujur walau kejujuran itu dapat menyakiti mereka.


Khanza menghampiri Aqila di kamarnya.


"Terima kasih sudah mempertemukan aku dengan Daniel, mungkin jika bukan karenamu aku tak akan bertemu dengan Daniel," ucap Aqila.


"Walau tanpa aku Kamu akan tetap bertemu dengan Daniel, kalau kalian memang sudah jodoh sejauh apapun Daniel darimu dia pasti akan menghampirimu, baik itu melewatiku atau dengan orang lain. Aku akan selalu mendoakan yang terbaik untukmu. Semoga perjalanan cintaku tak pernah kau alami," ucap Khanza mengusap punggung tangan Aqilah.


"Aku yakin suatu hari nanti kamu juga akan menemukan jodohmu."


Aqila memegang dada Khanza, "Apa Nama Abizar masih ada di sini?" tanyanya.


Khanza memegang tangan Aqila yang ada di dadanya, "Sampai kapanpun nama itu akan tetap ada disini, kalau suatu saat nanti aku akan bersama dengan orang lain dia akan tersimpan rapi di sisi lain hatiku."


Aqila merasa tersentuh mendengar apa yang diucapkan oleh Khanza, ia tak meragukan kata-kata Itu, dia menyaksikan semua perjalanan cinta sahabatnya itu dan Sebesar apa cinta mereka.


"Sudahlah jangan membahasnya, kita bahas pernikahanmu saja."

__ADS_1


Mereka berdua terus membahas masalah pernikahan bahkan hal-hal setelah pernikahan ditanyakan Aqila kepada Khanza, hingga tanpa sadar mereka berdua tertidur bersama di kamar tersebut.


Beberapa hari kemudian.


Hari ini adalah pernikahan Aqila semua sudah siap dan menuju ke gedung tempat dilaksanakannya ijab Kabul.


Khanza menjadi pihak mempelai wanita begitupun juga dengan Abizar.


Mereka mengentar Aqila ke gedung akan dilaksanakannya acara.


Mereka sangat takjub dengan dekorasi pernikahan yang begitu indah dan megah.


"Ini kita ga salah tempat kan? tanya Aqila,


Ia tak menyangka Daniel menyiapkan semua itu dengan sangat mewah, Ia seperti merasa mimpinya selama ini seolah terkabul menjadi seorang putri di hari pernikahannya.


Acara berlangsung dengan sangat meriah dan sukses. Semua ikut larut dalam kebahagiaan kedua mempelai.


Semua merasa haru saat Daniel mengikat Aqila dengan sebuah ikatan pernikahan.


Tiba saatnya cara melempar bunga, dimana kedua mempelai membelakangi beberapa pasang dan melempar bunganya.


Dalam hitungan ketiga Daniel dan Aqila melempar bunganya dan bunga tersebut jatuh tepat di depan Aziel yang juga ikut bergabung dalam kerumunan beberapa pasang muda-mudi siap menangkap bunga.


Aziel langsung berlari saat bunga itu sudah ada di tangannya.


"Ayo, Pah. Berikan bunga ini pada Mama biar Papa sama Mama bisa menikah, nanti kita tinggal bersama seperti Papa dan Mamanya Caroline," ucap Aziel menyebut salah satu nama temannya yang Papa Mamanya kembali menikah dan mereka tinggal bersama.


💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖


Terima kasih sudah membaca 🙏


Salam dariku Author M Anha 🥰🥰


💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖

__ADS_1


Mampir kak ke karya temanku, ceritanya ga kalah seru lho😉🙏



__ADS_2