Berbagi Cinta : Mencintai Diriku Dan Dirinya

Berbagi Cinta : Mencintai Diriku Dan Dirinya
Kebenaran Khanza ( part 3)


__ADS_3

Suasana kantin langsung ramai oleh pertanyaan-pertanyaan yang menyudutkan Khanza.


"Oh jadi teman kamu itu pelakor ya?" sindirnya tertawa menang.


Aqila tak bisa menjawab. Percuma menjelaskannya, ia juga tak tau harus menjelaskan dari mana. Aqila memilih meninggalkan kantin disusun oleh Nindi dan Sinta.


Pernyataan Aqila itu membuat berita di kantor kembali panas, memberitakan jika Khanza yang mereka kenal adalah istri Pak Abizar. 


Lalu Siapa Farah? Kini itulah yang menjadi topik pertanyaan seluruh karyawan.


Yang mereka tahu jika Khanza adalah istri dari Pak Abizar dari Aqila, sedangkan mereka mengetahui jika Ibu Farah juga adalah istri dari Bos mereka dari Fahri, asisten sekaligus orang kepercayaan  Abizar.


Sebenarnya siapa istri sah dari Pak Abizar, Ibu Farah atau Khanza atau mereka berdua. Mereka semua hanya bisa menduga-duga, tak ada yang berani menanyakan langsung pada yang bersangkutan mereka mencari informasi. Namun, tetap saja tak menemukan apa-apa karena memang hubungan mereka tak mereka publikasikan.


Beberapa orang sibuk memasang status di media sosial nya, tanpa mencari tau masalah sebenarnya, "Pelakor kembali berulah" tulisnya dan memposting foto Khanza. 


Pelakor ada dimana-mana dan masih banyak lagi tulisan mereka. Bahkan beberapa teman kantor yang mengetahui akun Khanza menandai Khanza dalam postingan mereka.


Komentar pedas mulai berdatangan mengisi kolom komentar, semua menghujat Khanza.


Khanza yang melihat postingan itu hanya bisa pasrah, ia sudah menduga jika ini akan ia alami suatu saat nanti, dan hari itu seperti telah tiba. Hari dimana ia kembali harus menguatkan hatinya. Inilah jalan yang harus ia lalui jika ia ingin mempertahankan pernikahannya.


Khanza keluar dari aplikasi medsos nya, tak inginkan melihat apa yang mereka katakan tentang nya.


Beberapa karyawan yang mengetahui Wa pribadi nya langsung mengirimi hujatan langsung padanya. Ada juga yang menanyakan dulu apa sebenarnya yang terjadi, menanyakan kebenaran berita yang mereka dengar.


Khanza tak berani membuka pesan-pesan itu, membiarkannya dan mencoba menguatkan hatinya dengan memikirkan hal-hal yang bisa membuatnya bahagia.


Saat dalam perjalanan pulang, Khanza terus melihat ke arah luar, mengabaikan ponselnya yang terus bergetar.


Abizar melihat ponsel Khanza yang terus berdering, notifikasi pesan tak henti-hentinya berbunyi.


"Chat dari siapa, kenapa ponsel kamu terus berdering?" Tanya Abizar.

__ADS_1


"Dari anak-anak kantor Kak, Ini pertama kalinya aku ke kantor setelah kita menikah," ucapnya masih memandang keluar.


"Terus kenapa kamu nggak baca?" Tanya Abizar masih tetap fokus nyetir.


Khanza tak menjawab, iya yakin jika isi pesan tersebut hanya hujatan dan hal seputaran menanyakan hubungan mereka.


Begitu sampai di rumah Abizar tak langsung turun, ia mengambil ponsel Khanza dan melihat ada 100 lebih pesan di sana.


Abizar membuka satu persatu Pesan tersebut, semua menanyakan tentang kebenaran apakah benar ia istri dari Abizar, Bos mereka.


"Kenapa  mereka semua ingin tahu urusan orang lain, apa mereka tak punya pekerjaan lain," gumam Abizar masih terus melihat isi pesan tersebut.


"Namanya juga manusia Kak, jiwa kepo mereka itu yang mendorong mereka untuk mencari tahu, berkomentar. Apalagi tadi kakak menghampiriku di kantin, di sana kan banyak orang." Masih memandang keluar.


"Memangnya apa salahnya aku menghampirimu, aku tak mengganggu mereka, aku tak menghampiri istri mereka," ucap Abizar masih terus melihat layar ponsel Khanza.


"Iya kak, tapi mereka belum tahu tentang kita, makanya mereka bertanya-tanya. Sebenarnya berapa hari ini di kantor juga sudah tersebar jika kakak dan mbak Farah itu suami istri," ucapnya tanpa melihat kearah Abizar.


"Itu kan juga bener," jawabnya masih dengan nada santainya, sejenak melihat Khanza kemudian kembali lihat puluhan pesan yang belum ia baca.


"Apakah Kakak nggak merasa jika ini sebuah masalah?" Menatap kesal.


"Masalah, masalah apa maksud kamu?" Tanya Abizar dan mengalihkan pandangannya dari layar ponsel Khanza.


"Kak. Semua orang itu menanyakan apakah benar Kakak ini suami Mbak Farah dan sekarang pertanyaan itu bertambah, mereka kini menanyakan  apakah  Khanza juga istri dari kakak. Maksudku Ku…" Khanza bingung sendiri harus menjelaskan apa yang ada di pikirannya, suaminya ini terlalu cuek dengan keadaan di sekitarnya.


"Maksudmu seperti ini?" Abizar memperlihatkan isi chat yang ada di ponsel miliknya, disana terlihat jelas jika beberapa orang menghujatnya, mengatakan jika ia simpanan, ada juga yang memanggilnya perebut suami orang, perusak rumah tangga.


"Kamu tak ingin orang menyebutmu simpanan dan perebut suami orang 'kan. kenapa kamu harus takut, kenapa kamu harus malu. Semua itu kan tidak benar, kamu bukanlah seperti yang mereka maksud."


"Memang mudah Kak mengatakan semua itu, tapi coba lihat, baru beberapa saat sudah berapa banyak pesan yang masuk di ponselku, semua berisi menghina 'kan, Kak. Mereka semua menghinaku. Mungkin bagi Kakak itu tidak masalah, tapi itu semua masalah bagiku, aku nggak suka orang-orang menghinaku walau aku tahu itu tak benar tetap saja semua itu menyakitiku." Air matanya sudah tergenang di pelupuk matanya.


"Seandainya waktu itu Kakak dan Mbak Farah membiarkan orang-orang tahu jika Kakak sudah menikah, mungkin aku tak akan ada di posisi ini, aku takkan pernah mendekati kakak," ucap Khanza membuang muka menatap keluar jendela, menyembunyikan air mata yang sudah menetas membasahi pipinya.

__ADS_1


Sebelum kembali Abizar mengambil ponsel Khanza!


Khanza sudah melihat beberapa pesan yang berisi hujatan dan pertanyaan mengenai hubungannya dengan Abizar, menyebutnya simpanan dan juga pelakor. 


Beberapa orang juga mengatakan Jika ia tidak pantas bersanding dengan bos mereka, Farah lebih pantas menjadi istrinya. Mereka lebih ikhlas jika Farah menjadi istri Abizar daripada dirinya dan semua itu sungguh menyakitkan bagi Khanza. 


Abizar melihat semua postingan yang ada di ponsel Khanza, Khanza berteman dengan semua karyawan kantor di media sosialnya, berbeda dengan dirinya yang hanya menyimpan nomor orang-orang penting saja dan tak pernah bermain media sosial, menurutnya itu tak penting.


Abizar melihat semua postingan yang hari ini bahkan beberapa hari yang lalu di saat gosip jika Ia dan Farah adalah suami istri menjadi topik utama di para karyawan kantor nya.


Abizar tak mengira jika ternyata orang-orang kantor sungguh ingin tahu tentang kehidupannya, selama ini Ia berpikir mereka bersifat sama seperti dirinya yang tak ingin  tahu banyak tentang kehidupan pribadi para karyawannya. Ia hanya melihat hasil kerja mereka.


Abizar mengambil ponselnya dan mengirim foto pernikahan mereka ke ponsel Khanza dan juga foto pernikahannya dengan Farah beberapa tahun yang lalu.


Abizar memposting kedua foto tersebut di media sosial Khanza dengan menyertakan keterangan tanggal pernikahan mereka.


Abizar meminta mereka semua berhenti untuk menghina Khanza dan berhenti menyebutnya sebagai perusak rumah tangganya, karena itu semua tak benar. Abizar mengetik banyak kata-kata yang semuanya mengarah agar karyawan yang bekerja di kantornya berhenti mengurusi kehidupan pribadi mereka.


Tak lupa ia juga mengetik kata-kata ancaman bagi siapa saja yang masih memfitnah keluarga nya.


Pesan terkirim.


💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖


Terima kasih sudah membaca 🙏


Jangan lupa like, vote dan komennya 🙏


Salam dariku Author m anha.


follow my Ig, anha5569 😉


love you all 💕💕💕💕

__ADS_1


💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖


__ADS_2