Berbagi Cinta : Mencintai Diriku Dan Dirinya

Berbagi Cinta : Mencintai Diriku Dan Dirinya
Eksta part 2


__ADS_3

Keesokan harinya Farah langsung mengajak Dev untuk memeriksakan kandungannya, ia belum percaya dengan hasil tespek dan ingin mendengar langsung dari dokter.


Dev dan Lucia menemani Farah ke rumah sakit. Sepanjang perjalanan Farah merasa takut jika semua itu tak benar. Bagaimana jika hasil tespek itu ternyata tak sesuai dengan harapan? Bagaimana jika dia tak hamil?


Dev bisa melihat kegusaran istrinya ia menggenggam tangan Farah.


Tenanglah, aku yakin hasil tespek itu benar, kau benar-benar hamil. Sebentar lagi kau akan menjadi seorang ibu," ucapnya semakin mengeratkan genggamannya.


"Enggak Dev, aku akan tenang saat sudah mendengar langsung dari dokter kalau aku ini hamil, aku masih merasa tak percaya aku sudah sangat lama menantikannya dan dengan usiaku sekarang aku sudah tak berharap lagi bisa mengandung.


"Usiamu masih produktif, tentu saja kemungkinan untuk hamil itu masih ada. Jadi percayalah jika kau benar-benar hamil, kira kan punya bayi."


"Amin ... semoga saja aku hamil," ucap Farah mengusap perutnya yang masih rata dan mengeratkan genggaman tangannya pada Dev.


Begitu sampai di rumah sakit Dev menggenggam tangan Farah dan juga Lucia, berlahan menuju ke ruang dokter. Dev sudah membuat janji dan mengenal dokter kandungan tersebut.


"Mami? Apa Lucia akan punya adik seperti Aziel punya Aisyah ?" tanya Lusia dengan polosnya.


"Apa Lusia senang jika punya adik?" tanya Farah menatap Lucia dengan penuh saya. Farah tak ingin, anak tirinya itu merasa cemburu dengan kehadiran adiknya.


"Iya, Mami. Lusia Pasti sangat menyayangi Adik . Aziel juga sangat menyayangi Aisyah, apa Adik Lucia akan menggemaskan Aisyah?" tanyanya lagi.


"Apa Lucia ingin adik perempuan?" tanya Dev pada putrinya.

__ADS_1


Lucia mengangguk antusias, "Jika adiknya perempuan Lusia 'kan punya teman bermain, Lusia nggak akan bosan di rumah. dirumah tak ada yang menemani Lucia," ucapnya mengingat saat di rumah Ia hanya sendiri dan hanya bermain bersama dengan Farah atau baby sisternya.


Begitu sampai di ruang dokter Farah langsung diperiksa, seorang perawat membantu Farah berbaring di ranjang rumah sakit dan dokter yang mulai memeriksanya.


Mereka akan melakukan USG, ingin melihat Bagaimana keadaan Bayi Mereka.


Dev kecup kening Farah, ia bisa melihat istrinya itu semakin tegang.


"Tenanglah, semua akan baik-baik saja," ucap Dev mengelus lembut pipi Farah sambil menunggu pemeriksaannya.


Fara terus menggenggam erat tangan Dev, iya belum tenang sampai benar-benar mendapat pengakuan dari dokter Jika ia benar-benar hamil.


Dug dug dug....


"Jadi benar aku hamil dokter?" tanya Farah ingin memastikan.


"Iya, Bu. Anda benar-benar hamil. selamat ya Bu." ucap Dokter meminta perawat untuk membersihkan perut Farah yang dilumuri jel.


"Aku beneran hamil," ucapnya memeluk Dev. Ini adalah kabar yang sangat menggembirakan bagi Farah, ia tak bisa menahan Isak tangisnya, tubuhnya bergetar di pelukan Dev.


"Mami, Mami kenapa?" tanya Lucia, ia merasa takut saat melihat Farah menangis.


"Nggak apa-apa, Nak. Mamimu senang karena sebentar lagi kalian akan punya adik bayi!" ucap Dokter menjelaskan pada Lucia.

__ADS_1


Lucia mengangguk dan ia sedikit lebih tenang. Lucia sangat menyayangi Farah dia menganggap Farah seperti ibu kandungnya sendiri, walau kini mengerti jika Farah itu bukanlah ibu kandungnya, tapi hanya ibu sambungnya.


Begitu mereka kembali orang yang pertama diberi tahu adalah Santi.


Mereka pergi ke apartemen di mana dulu Farah tinggal, Santi memilih untuk tinggal di sana seorang diri. Ia tak ingin mengganggu kebahagiaan Farah dan juga keluarga barunya.


Jarak rumah mereka tak begitu jauh, membuat Farah mengizinkan apa yang diinginkan oleh ibunya.


"Kamu beneran hamil?" tanya Santi tak percaya.


"Iya, Bu. Farah hamil." ucapnya yang sudah berhamburan ke pelukan ibunya.


Santi pun ikut menangis, kabar itu adalah kabar yang benar-benar merupakan kejutan. Ia memang sangat menginginkan seorang cucu," namun ia sadar akan kekurangan Farah dan tak pernah membebani anaknya itu dengan menyinggung keinginannya untuk memiliki seorang.


"Ayo, masuk kita bicara di dalam!" ucap Santi mempersilahkan mereka masuk.


Malam ini Farah menginap di rumah ibunya, dia ingin menghabiskan waktu dengan Santi. Farah benar-benar merasa bahagia dan ingin membaginya dengan Santi orang yang sudah melahirkannya.


💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖


Terima kasih sudah membaca 🙏


follow my Ig: anha5569🙈😉🌹

__ADS_1


💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖


__ADS_2