Berbagi Cinta : Mencintai Diriku Dan Dirinya

Berbagi Cinta : Mencintai Diriku Dan Dirinya
Wanita Karir.


__ADS_3

Abizar memacu kendaraan menuju ke kantor, ia memutuskan  untuk beristirahat di kantor untuk malam ini. Menghindar dan menenangkan diri, ia ingin mencari ketenangan di rumah.Namun, bukannya ketenangan yang ia dapat justru ia semakin emosi karena perdebatannya dengan Khanza.


Khanza yang sudah menyadari kesalahannya menghubungi Abizar.


Khanza bermaksud ingin minta maaf, tapi Abizar tak mengangkat panggilannya.


"Sepertinya kak Abi benar-benar marah padaku," lirih Khanza melihat layar ponselnya.


"Aku tak akan mengulangi lagi," gumamnya kemudian masuk ke dalam bergabung dengan Aziel dan Farah.


Malam ini Aziel tidur bersama dengan neneknya, Khanza  berdiri di balkon kamarnya. Tak lama kemudian Farah datang.


"Apa yang sedang kamu lakukan?" tanya menghampiri Khanza.


"Nggak ada kok, Mbak. Cuman aku merasa bersalah aja gara-gara aku kak Abi nggak pulang malam ini," sesalnya.


"Udah nggak apa-apa, mungkin Mas Abi memang lagi butuh ketenangan, jadikan sebagai pelajaran jangan selalu menentang suami. Jika memang kau ingin mengeluarkan pendapat dan pembelaan lakukan di waktu yang tepat jangan di saat dia sedang dalam emosi," jalas Farah.


"Iya Mbak, Ini semua salahku."


"Mas Abi sudah mengabariku jika ia malam ini akan istirahat di kantor, kau tak usah khawatir," ucap Farah.


"Oh ya, Mbak sepertinya akan keluar negeri, bisnis Mbak sedikit ada masalah jadi selama Mbak pergi Mbak titip mas Abi ya tolong urus dia dengan baik."


"Apa Mbak akan lama di sana?" tanya Khanza.


" Mbak juga nggak tahu, jika masalahnya cepat selesai mungkin Mbak akan cepat kembali."


"Apa mas Abi mengizinkan Mbak pergi?" tanya Khanza.


"Mbak belum memberitahunya, tapi dia tahu jika bisnis ini sangat penting bagi Mbak, jika Mbak pergi dengan alasan bisnis mas Abi pasti tak akan melarang."


"Kenapa Mbak membangun bisnis di luar negeri, bukan di negeri ini saja bersama dengan mas Abi. Apa dulu juga Kalian sering berpisah?"


Farah duduk di sofa yang ada di balkon kamar itu, Khanza juga ikut duduk.


"Itu impianku, Mbak membangunnya jauh sebelum menikah dengan mas Abi. Dulu memang cuman bisnis kecil-kecilan lama-kelamaan jadi sesukses sekarang, mas Abi sangat tahu bagaimana perjuanganku membangun bisnis itu, Ia juga tak masalah jika kami sering berpisah jarak. Sebelum kau hadir Kami memang sering berpisah, Mas Abi tinggal di sini dan aku tinggal di sana, tapi jarak tak mengubah perasaan kami," ucap Farah yang baru menyadari jika dulu ia dan Abizar jarang bersama, ia mengabaikan kewajibannya sebagai seorang istri demi bisnisnya, mereka baru sering bersama setelah ia memantapkan hatinya untuk mencarikan seorang wanita yang bisa melengkapi kebahagian mereka.


Wanita kuat yang mau berbagi dengannya, memberikan keturunan pada suaminya.


Terkadang Farah yang datang  saat ia sedang senggang untuk beberapa hari menginap di kediaman Abizar yang sekarang, dan begitupun sebaliknya jika Abizar yang memilikinya waktu luang maka ia yang akan keluar negeri menemui Farah, itulah yang mereka lakukan selama bertahun-tahun, tapi mereka sangat bahagia menjalani hubungan jarak jauh seperti itu.


"Aku pasti tak bisa menjalani kehidupan rumah tangga seperti itu," lirih Khanza.


Menurutnya menikah untuk hidup bersama dalam satu atap, hidup saling melengkapi.


"Mbak pasti akan merindukan Aziel," ucap Farah tersenyum menatap madunya.


"Mbak kan bisa datang kapan saja jika Mbak merindukan Aziel, Mbak nggak akan tinggal lama disana 'kan?"


"Tentu saja nggak, begitu semuanya sudah kembali normal, Mbak akan kembali, Mbak takkan sanggup pisah lama-lama dengan Aziel "ucapnya membayangkan sosok menggemaskan Aziel.

__ADS_1


"Kapan Mbak akan pergi?" tanya Khanza.


"Saat Kalian nanti pergi ke kampung, Mbak juga akan pergi ke luar negeri, dengan begitu Mbak takkan terlalu berat meninggalkan rumah, meninggalkan Aziel karena biar bagaimanapun kalian juga akan pergi 'kan."


"Berapa lama kalian di kampung?" tambah Farah.


"Nggak tahu juga Mbak. Mungkin cuman seminggu, kata kak Abi kita nggak bisa lama-lama disana, pekerjaannya sangat menumpuk," ucap Khanza.


Mereka terus berbincang-bincang hingga tak terasa waktu sudah larut malam, Farah pun kembali ke kamarnya dan Khanza juga bersiap untuk tidur.


****


Pagi hari Abizar baru datang, masih jelas terlihat luka-luka lebam di wajahnya dan penampilan yang semakin berantakan.


Khanza yang melihat Abizar datang tak berani menegur suaminya, hanya melihat Abizar dari kejauhan. 


Abizar langsung masuk ke kamar Farah yang memang ada di lantai bawah.


Farah yang sedang ada di dapur juga melihat suaminya masuk ke kamarnya, Ia pun menyusul Abizar ke kamar.


"Khanza kamu gantiin Mbak ya siapkan sarapan, Mbak mau ngurus mas Abi dulu," ucap Farah yang melihat Khanza  berjalan ke arah dapur.


"Ya Mbak, sarapan biar aku yang siapkan," ucap Khanza mengambil alih pekerjaan Farah.


Saat masuk ke dalam kamar, Farah bisa mendengar jika suaminya itu sedang mandi, Ia pun menyiapkan pakaian seperti biasanya.


Abizar keluar dengan masih memakai handuk dan sambil mengeringkan rambutnya. 


"Mas masih marah dengan Khanza?" tanya Farah memulai pembicaraan.


"Mas nggak marah kok, hanya menghindar saja, tak ingin pertengkaran kemarin terus berlanjut."


"Khanza merasa bersalah, dia berpikir Mas marah padanya."


"Abizar hanya diam dan menikmati pijatan Farah."


"Mas kapan berangkat ke kampung Khanza?" tanyanya.


"Mungkin 2 atau 3 hari ini.  tinggal membereskan kerjasama dengan Daniel yang sudah rangkum.


Sementara kerja sama yang baru aku sudah meminta Fahri untuk membatalkannya."


"Membatalkan! Kenapa Mas membatalkan kerjasama dengan Daniel? Apa karena masalah Khanza?"


"Berhenti menyebut namanya di rumahku," ucap Abizar tak ingin membahas masalah Daniel dan Farah mengerti apa maksudnya.


*****


Sarapan telah siap di meja makan, Santi dan Warda sudah ikut bergabung di meja makan dengan Aziel yang berada di gendongan neneknya.


Aziel memiliki makanan tersendiri. Ia baru belajar memakan makanan yang sesuai dengan orang dewasa.

__ADS_1


Aziel yang sudah berusia 1 tahun sudah mulai diajarkan mengenal makanan yang mereka makan, ada beberapa makanan yang khusus yang Khanza siapkan untuk putranya.


Jika Khanza yang menjadi koki jangan harap ada satu masakan yang lolos dari rasa pedas, Khanza sangat suka memakan makanan pedas dan semua tak masalah dengan itu.


Mereka menganggap itu yang membedakan makanan yang dimasak Farah dan Khanza. 


Karena itu Khanza  selalu memisahkan beberapa jenis makannya yang tak memakai bubuk cabai untuk Aziel.


Tak lama kemudian Abizar dan Farah juga ikut bergabung, Khanza tak berani untuk menegur Abizar terlebih dahulu.


Abizar yang mengerti jika istrinya itu masih takut padanya mengecup keningnya.


"Selamat pagi," ucapnya mengacak-ngacak rambut Khanza. Kemudian menyapa anaknya dengan cara yang sama.


"Pagi Kak, maaf ya yang kemarin," ucap Khanza menggenggam tangan Abizar.


"Iya. Ayo kita sarapan."


"Jangan suka bertengkar hanya masalah kecil, itu tak baik. Apalagi sekarang kalian sudah punya Aziel, jika memang ada masalah selesaikan baik-baik dan jangan bertengkar depan anak-anak," ucap Warda yang kemarin melihat pertengkaran mereka.


Mereka pun makan.


Aziel sudah diajari memegang sendok sendiri, walaupun makanan yang ada di depannya lebih banyak terbuang daripada masuk ke mulutnya.


 Khanza dan Farah membantu menyuapkan makanan ke mulut Aziel.


Aziel didudukan di tengah-tengah di antara mereka berdua, agar memudahkan mereka mengurusnya, bergantian menyuapinya.


💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖


Terima kasih sudah membaca.


Aku jelaskan sedikit ya, kak🙏🙏🙏


Ini baru masuk bulan ke 2 karya ini, jadi mohon bersabar dengan alurnya.


Aku suka buat alur yang cepat, tapi tak secepat itu juga.


Suka dengan akhir yang bahagia, kerena salah satu tujuannya untuk menghibur.🤗🥰


Dari komentar yang aku baca ada beberapa yang ingin mereka tetap bersama, ada juga yang ingin mereka berpisah. Ada yang ingin Khanza bahagian dengan pria lain, ada yang ingin Farah juga bahagia dengan pria lain.


Abizar sendiri dong 😅🤭.


Semua saran dan komentar akan di pertimbangan selagi tak melenceng jauh dari outline dan sinopsis yang telah disetujui pihak editor Noveltoon.


SABAR YA JANGAN KABUR DULU 🙏🥺🥺🥺🙏


Salam dariku Author M Anha ❤️


💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖

__ADS_1


 


__ADS_2