
Khanza terus menunggu di ruang istirahat Abizar hingga tanpa sadar Ia pun tertidur.
Abizar yang telah selesai dengan rapatnya kembali ke ruangan kerjanya, saat masuk ke ruangannya ia tak melihat istrinya itu di sana,
"Kemana Khanza," batinnya. Abizar berjalan menuju ke kamar mandi, mungkin Khanza ada di kamar mandi, pikiran.
Abizar membuka pintu kamar mandi, Khanza tak ada di sana. Kemungkinan ke 2 Khanza ada di ruangan istirahat, ia berjalan menuju ke ruang istirahatnya dan benar saja Khanza ada disana dan sedang tertidur pulas.
Abizar melihat ponsel Khanza yang masih menyala dan terdapat beberapa panggilan dari Aqila.
"Sayang bangun, Khanza ayo bangun," ucap Abizar terus membangunkan istrinya dengan mengusap lengannya.
Khanza mengerjapkan matanya, melihat wajah tampan suaminya. Ia sejenak terdiam mencerna di mana dia saat ini, ini bukan lah kamar miliknya.
"Ini Aqila sudah menelponmu," ucap Abizar memperlihatkan layar ponselnya yang terdapat beberapa panggilan dari Aqila.
Khanza membulatkan matanya, ia langsung duduk.
"Aaaaa, aku ketiduran," pekiknya "Apa mereka sudah meninggalkanku?" tanyanya langsung mengambil ponsel yang ada di tangan Abizar melihat panggilan Aqila, ia bernafas lega panggilan itu baru 10 menit yang lalu, Khanza dengan cepat memanggil balik nomor Aqila.
"Halo Aqila, maaf ya aku ketiduran, aku tak mendengar panggilan mu," ucap Khanza yang mendengar suara Aqila di balik telepon.
"Iya nggak apa-apa, kami sudah ada di parkiran. Kami tunggu di sini, ya! Di mobil Nindy," ucap Aqila.
"Iya, aku turun sekarang," ucapnya ingin segera keluar.
"Kamu mau kemana?" tanya Abizar menahan tangan Khanza.
"Mau jalan, Kak. Sama temen-temenku. Kakak sudah kasih izin 'kan?" tanya Khanza bingung.
"Kamu nggak rapihin dulu penampilan kamu? Itu iler kamu aja masih ada," ucap Abizar menunjuk bibir Khanza.
Khanza benar mengusap bibirnya, "Nggak ada kok, Kak." Memukul lengan Abizar yang mencandainya. Abizar tertawa dan mengacak-acak rambut istrinya.
"Sana rapihin dulu, masa istri seorang Abizar penampilannya kucel seperti ini."
Khanza kemudian berjalan ke kamar mandi melihat penampilannya. Untung saja suaminya menegurnya Kalau tidak mungkin dia akan malu sendiri saat di lihat para karyawan.
Penambilannya memang sangat berantakan, Lipstiknya sudah keluar dari garis bibirnya, maskara juga sudah terlihat melebar.
Khanza kembali menelpon Aqila sambil merapikan make up nya.
"Bentar ya, aku rapiin dulu penampilanku, tadi aku ketiduran," ucapnya.
"Iya santai saja, Santi juga sedang merepikan make up nya," ucap Aqila.
Khanza keluar dari kamar mandi setelah penampilannya sudah ok, ia bisa melihat Abizar masih disana, masih duduk di sudut ranjang.
"Kak. Bagaimana penampilanku?" tanyanya.
Abizar melambaikan tangan memanggil Khanza agar mendekat menyuruhnya duduk di pangkuannya.
"Dengar selama kau pergi kamu ingat ya kalau ada Aziel yang menunggumu di rumah, jangan kelamaan. Mungkin malam ini aku akan lembur, kamu minta temanmu mangatarmu pulang nanti, jangan pakai kendaraan umum," ucap Abizar.
Khanza mengalungkan tangannya dileher Abizar, membari kecupan di pipi kiri dan kanan kemudian mengangguk.
Setelah berpamitan, Khanza dengan terburu-buru turun ke bawah dengan mempercepat langkahnya, tak menghiraukan beberapa karyawan yang kembali menatapnya dengan tatapan yang sulit diartikan. Apakah mereka kagum atau justru menghujat nya, Khanza tak peduli lagi, ia hanya ingin cepat menyusul teman-temannya sudah sangat lama mereka tak jalan bersama.
__ADS_1
"Mana ya mobil, Nindy," gumam Khanza pelan mencari-cari mobil Nindy saat sudah sampai di parkiran.
"Ah! Itu dia," ucapnya melihat Aqila melambaikan tangan padanya.
"Maaf ya, aku terlambat," ucapnya saat baru masuk ke dalam mobil.
"Iya nggak apa-apa, kami ngerti kok," ucap Nindi mengedipkan matanya.
"Ayo kita berangkat, aku nggak boleh lama-lama ada putraku," ucapnya.
"Kenapa kamu nggak bawa anak kamu, sih! Kita 'kan belum pernah melihatnya," ucap Aqila, selama ini ia hanya melihatnya melalui panggilan video saja, ia sangat gemas melihat anak sahabatnya itu.
"Mana boleh aku membawa Aziel keluar jalan-jalan seperti ini, yang ada Kak Abi juga pasti akan ikut kita."
"Udah ayo cepat jalan," ucap Sinta yang sudah selesai memoles wajahnya.
Tujuan mereka adalah shopping. Jika masalah shopping jangan ditanya lagi mereka adalah para ratunya. Mereka masuk ke beberapa toko dan hanya membeli satu pakaian. Bahkan tak jarang mereka hanya melihat saja menanyakan harga kemudian pergi.
"Aku lapar, kita cari tempat makan, yuk!" Ucap Nindy.
"Iya, aku juga sudah lapar," sahut Khanza,
"Nggak keras ya, kita sudah berjam-jam keliling," tambah Sinta setelah melihat jam tangannya, sudah beberapa jam mereka shopping bahkan Ini sudah waktunya makan malam.
"Kita ke restoran X aja, yuk. Di sana makanannya enak," ajak Khanza.
Kamu yakin mau ke restoran X? Itu restoran mewah, lho!" ucap Sinta.
"Tenang aja, kali ini aku yang traktir ," ucap Khanza memperlihatkan kartunya.
"Cie … istri Pak Abizar. Kok aku bisa lupa ya, jika kita sedang bersama istri bos," canda Aqila.
"Ih! ... apaan sih," ucap Khanza berjalan lebih dulu menuju ke mobil Nindy.
Nindy langsung melajukan mobilnya ke restoran X, salah satu restoran mewah yang ada di kota itu.
Mereka memesan makan dan mulai makan sambil terus bercanda, tiba-tiba Daniel menghampiri mereka.
"Khanza?" ucapnya menyapa Khanza dan langsung ikut duduk di samping Khanza tentunya.
"Eh Pak Daniel," ucap Khanza menyambut sapaan Daniel.
Nindy berdeham, lebih tepatnya memberi isyarat.
"Oh ya, kenalkan ini teman-temanku," ucap Khanza.
"Hai, aku Nindy," ucap Nindy mengulurkan tangannya.
"Daniel," menyambut uluran tangannya Nindy.
"Sinta,"
"Aqila," ucap Aqila juga mengulurkan tangannya.
"Daniel" ucap Daniel menjabat tangan Aqila, saat akan menarik tangannya Aqila menggenggam tangan Daniel dengan sangat eret.
Khanza bahkan memukul lengan Aqila baru Aqila melepaskan tangan Daniel.
__ADS_1
Ketiga teman Khanza itu begitu terpesona melihat ketampanan Daniel. Namun, sangat jelas kentara terlihat jika Aqila yang paling mengaguminya, ia bahkan terus memandangi Daniel tanpa mempedulikan teguran teman-temannya yang menyenggol atau bahkan berdeham.
Aqila bahkan menyangga wajahnya dengan kedua tangannya terus memperhatikan Daniel membuat Daniel sedikit canggung dibuatnya.
"Sudah Pak Daniel, jangan hiraukan dia, dia memang seperti itu," ucap Nindi menertawakan kekonyolan Aqila.
Aqila tak menggubris ucapan Nindi dan harus memperhatikan Daniel dan terus memasang senyum terbaiknya.
"Pak Daniel ini teman bisnisnya Kak Abi," Ucap Khanza kembali melanjutkan memperkenalkan mereka.
"Senang berkenalan dengan anda Pak Danil, kami bekerja di perusahaan Pak Abizar," ucap Santi.
"Senang berkenalan dengan kalian semua, Semoga suatu saat nanti kita akan menjalin kerjasama dan bekerja bersama.
Sinta memanggil pelayan dan memesankan satu menu lagi untuk Daniel.
Makanan pesanan datang, mereka kembali makan begitu juga dengan Daniel.
Aqila terus saja mencari perhatian pada Daniel.
Tak sengaja Khanza melihat Abizar masuk ke restoran itu, Sepertinya ia sedang ingin bertemu dengan seseorang.
Abizar berjalan menuju ke arah mereka.
"waduh … Bagaimana ini, Kak Abi pasti marah kalau seperti ini, pasti marah kalau melihat ku bersama dengan Daniel," batin Khanza panik.
"Ada apa?" tanya Daniel yang bisa melihat kepanikan Khanza.
"Aduh gimana ini, kak Abi datang, Pak Daniel anda ngumpet dulu, ya!" ucap Khanza memohon.
"Ngumpet," ucap Nindy, Aqila, dan Sinta secara bersamaan.
Abizar berjalan semakin dekat, Khanza langsung menarik tangan Daniel dan menyuruhnya untuk masuk kedalam kolong meja.
"Anda ngumpet di sini dulu, ya!" pinta Khanza dengan wajah paniknya.
"Kok, ngumpet, sih!" Sahut Aqila tak terima.
"Iya, nanti aku jelasin. Pak Daniel ngumpet dulu aja, ya!" ucap Khanza bahkan sudah mendorong tubuh Daniel agar masuk ke dalam kolong.
Daniel berbalik dan melihat apa yang sejak tadi di lihat Khanza, ia bisa melihat jika Abizar berjalan menuju ke arah mereka.
Daniel mengerti jika Khanza tak ingin Abizar melihat dirinya.
Daniel menuruti apa yang diucapkan Khanza untuk masuk ke kolong meja.
Daniel menepuk jidatnya, ia benar-benar tak menyangka akan berada di situasi seperti saat ini.
💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖
Terima kasih sudah membaca 🙏
Jangan lupa like, vote dan komennya🙏
💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖
Sambil nunggu update terbaru, mampir yuk kak ke novel terbaruku.
__ADS_1