Berbagi Cinta : Mencintai Diriku Dan Dirinya

Berbagi Cinta : Mencintai Diriku Dan Dirinya
Kunjungan Dadakan


__ADS_3

Mereka baru sampai ke rumah saat malam hari, sementara Aziel sudah tertidur pulas.


Abizar terus saja menelpon untuk memenuhi janjinya pada Aziel yang akan menelponnya saat malam hari di Saat Aziel sudah sampai di rumah.


Khanza tahu mengenai permintaan Aziel pada papanya, ia pun mengirimkan pesan kepada Abizar jika Aziel sudah tertidur, berharap Suaminya itu menghentikan panggilan nya. Namun, ia salah Abizar tetap  melakukan panggilan berulang-ulang di ponselnya. Khanza yang kesal memutuskan untuk mematikan ponselnya dan memilih untuk membersihkan badannya, ia sudah terlalu gerah seharian bermain bersama dengan anak-anaknya.


Begitu selesai mandi Khanza langsung tertidur, ia sangat lelah seharian ini bekerja dan menjaga buah hatinya.


Pagi hari saat akan ke kantor, Khanza baru  mengaktifkan ponselnya dan melihat pesan Abizar yang menyatakan jika ia akan ke luar negeri dan ingin bertemu dengan Aisyah dan juga Aziel.


"Ngapain sih kak Abi ikut ke sini, apa dia nggak punya kerjaan apa!" kesal Khanza setelah membaca pesan tersebut.


Khanza menyimpan ponselnya dan kembali merapikan pakaiannya mengambil beberapa berkas yang harus dibawanya ke kantor serta membawa perlengkapan anak-anaknya.


Saat melihat ponselnya, lagi-lagi pesan Abizar terlihat lagi di sana, yang menyatakan jika ia sudah ada di Bandara dan meminta alamat mereka.


Khanza membulatkan matanya membaca pesan tersebut.


"Ini orang ngeselin banget sih, enggak tahu apa aku banyak kerjaan," kesal Khanza, tapi kita tetap mengirim alamatnya membalas pesan Abizar.


"Bi, kak Abizar akan ke sini, hari ini anak-anak nggak usah ikut aku ke kanto, bibi tolong jaga disini aja, nanti akan ada papanya," ucap Khanza yang tak jadi membawa Aziel dan Aisyah karena Abizar akan datang.


"Baik Bu," jawab Bibi kembali mengeluarkan kembali barang-barang yang sudah dimasukkannya tadi ke dalam tas.


Khanza mengambil tasnya dan bergegas keluar. Namun, ia menghentikan langkahnya dan kembali menghampiri Bibi.


"Bi, nanti hubungi aku ya jika Kak Abi sudah pulang, aku nggak mau bertemu dengannya," ucap Khanza.


"Iya Bu, Bibi mengerti. Nanti kalau Pak Abizar sudah pulang, Bibi akan menghubungi, Ibu," jawab Bibi yang sudah mengerti situasinya.


Khanza keluar dan menghampiri Aziel yang sedang menemani Aisyah di depan Tv, mereka sudah siap untuk pergi ke kantor.


"Ziel Mama pergi dulu ya, Ziel di rumah aja sama bibi, nanti akan ada papa kok."


"Papa akan datang?" tanya Aziel berbinar senang.


"Iya sayang, nanti Ziel mainnya sama papa ya, Mama ke kantor dulu Mama lagi banyak kerjaan. Mama sibuk banget," ucap Khanza mencubit pipi putranya.


"Baik, Mah! Mama hati-hati ya," balas Aziel mengecup pipi mamanya saat Khanza menyodorkan pipinya.


"Mama Pergi ya sayang," ucap Khanza  juga  mencium pipi Putri kecilnya.


Khanza bergegas menuju ke kantor ia menghindari Abizar, Khanza sudah tak ingin lagi bertemu dengan sosok ayah dari anak-anaknya itu.


Abizar yang mendapat alamat dari Khanza langsung menuju ke alamat yang dimaksud, mereka sudah tak sabar ingin bertemu dengan Aziel dan Aisyah.


"Mas apa kita sebaiknya pulang dulu kerumah?" ucap Farah yang memang memiliki rumah sendiri, rumah yang ia tempati saat masih berada di negara itu.


"Kita langsung saja ke tempat Khanza pulang dari sana kita baru ke rumah," jawabnya.


Farah hannya menurut apa yang diinginkan Abizar, dia sendiri juga sudah sangat merindukan Aziel dan Aisyah.


Begitu sampai mereka melihat rumah yang begitu megah bahkan jauh lebih mewah dari kediaman mereka.

__ADS_1


Khanza sebelum pergi sudah mengatakan jika mereka ada tamu dan memintanya langsung mempersilahkan untuk bertemu dengan Aziel.


"Mari Pak Saya antar, Bapak mau ketemu dengan Aziel 'kan?"  tanya Bibi yang bertugas membersihkan rumah tersebut.


"Iya, Bi."jawab Abizar mereka pun masuk membawa koper mereka.


"Papa, Bubu." Aziel langsung berlari menghampiri mereka, ia sedari tadi menantikan mereka.


"Ayo Papa, Ziel mau memperlihatkan gambar Ziel ke Papa," ucapnya antusias mengajak mereka ke kekamar. sudah dari kemarin ia ingin memperlihatkan gambarnya itu pada Papanya.


"Mama mana Sayang?" tanya Farah pada Aziel yang sudah berada di gendongan Papanya.


"kenapa Bubu?"


"Mama lagi di mana, Nak?" tanya Abizar yang tak melihat Khanza.


"Mama lagi ke kantor, Pah. Lagi sibuk," jawabnya sambil terus menunjuk arah ke mana mereka akan pergi.


Begitu sampai di kamar, Farah langsung mengambil Aisyah dari gendongan Bibi pengasuh.


Sementara Aziel sudah duduk di lantai menarik papanya, memperlihatkan gambar yang sudah  dibuatnya beberapa hari yang lalu.


"Itu gambar apa sayang?" tanya Farah yang tak mengerti arti dari gambar bocah kecil itu.


Terdapat 3 kertas gambar yang Aziel perlihatkan.


"Ini gambar Papa, Mama, Bubu, Aziel  dan juga ada Aisyah. kita lagi di rumah bareng-bareng bermain bersama," ucapnya menjelaskan gambar yang pertama.


"Papa harap suatu saat nanti kita bisa bermain bersama lagi," ucap Abizar mengacak rambut Abiel yang duduk di pangkuannya.


"Kalau ini siapa aja?" tanya Abi tadi yang melihat 4 coretan, berbeda dari gambar pertama.


"Ini Papa ini, Mama, Aziel dan ini adik Aisyah, kita lagi di rumah kakek," jawab Aziel dengan polosnya.


"Terus ini gambar Siapa?" tanya lagi yang melihat dua coretan di sana.


"Ini gambar Bubu dan ini Aziel. Ini buat Bubu," ucapnya berdiri dan memberikan gambar itu kepada Farah yang sedang duduk di tepi tempat tidur sambil memangku Aisyah.


"Jadi ini gambar Bubu sama Aziel ya? Gambarnya bagus sekali sayang," ucapkan Farah menarik Aziel duduk disampingnya.


"Ko hanya kota berdua, Ade Aisyah, mama, sama, papanya mana?"


"Iya nanti Aziel yang jaga Bubu, Papa biar jaga ade Aisyah saja sama mama ya Bubu sama!"


"Memang Aziel nggak mau tinggal sama Mama, sama Ade Aisyah, sama Papa?" tanya Farah menatap wajah tampan putra dari suaminya itu.


Aziel memasang wajah sedihnya, "Mau si 


Bubu, Aziel mau Bobo sama Mama sama Papa sama adek Aisyah, tapi 'kan nggak ada yang jaga Bubu, kata Mama Papa ga bisa bobo sama kita karena lagi jagain Bubu."


Farah hanya tersenyum dan mengusap rambut Aziel, ada rasa bersalah di hatinya mendengar ucapan Aziel. Anak itu begitu sangat menyayanginya, dan merindukan papanya untuk bermain bersama mereka. Ia bahkan rela berpisah dari Mamanya demi menemaninya agar Papanya bisa bersama dengan Mama dan Adiknya. 


"Apa Ziel Sayang Bubu?"

__ADS_1


"Iya Bubu, Ziel sangat sayang Bubu," jawab Aziel merentangkan tangannya ingin memeluk Farah, Farah  menunduk sambil menggendong Aisyah di pangkuannya dia benar-benar merasakan menjadi seorang ibu dari dua orang anak dan semua itu didapatkan dari Khanza.


Seharian ini mereka terus bermain, hingga tak terasa malam pun tiba.


"Bi, apa Khanza masih lama pulangnya?" tanya Farah menghampiri Bibi yang sedang menyiapkan ASI untuk Aisyah.


"Bibi ngak tau juga Bu, Ibu Khanza pulangnya jam berapa," Jawab Bibi.


"Apakah biasa khanza pulang jam segini?" tanyanya lagi.


"Nggak pasti, Bu. Biasanya kalau pulang kantor agak siangan dan biasanya kami pergi jalan-jalan dulu sebelum pulang," jelas Bibi.


"Jadi selama beberapa hari ini Khanza membawa anak-anak ke kantor?"


"Iya, Bu. Ibu Khanza bawa anak-anak ke kantor, tapi Bibi ikut membantu jadi semuanya baik-baik saja kami tak merepotkan Khanza saat di kantor, anak-anak selalu bersikap baik."


"Ya sudah, Bi. Saya ke dalam dulu ya," ucap Farah masuk kembali ke kamar dan membawa Asi untuk Aisyah.


Mereka bermain sampai Aziel mengantuk dan mencoba menidurkannya.


 Aziel sudah tertidur begitu juga dengan Aisyah yang sudah diberi ASI dan langsung tertidur…


"Kenapa Khanza belum pulang ya di jam segini," ucapan bisa melihat jam di pergelangannya.


"Sepertinya Khanza memang tak ingin bertemu dengan kita, aku rasa dia akan datang setelah kita pergi," ucap Farah.


Abizar mengusap wajahnya, dia benar-benar tak tahu harus berbuat apa lagi sepertinya Khanza benar-benar sudah tak mau bertemu dengan mereka...


"Ya sudah kita pulang sekarang, kalau memang dia akan pulang setelah kita pulang." Mereka pun keluar kamar dan berpamitan kepada Bibi untuk pulang.


"Kami pulang dulu ya, Bi. Titip anak-anak, mereka semua sudah tidur dan sampaikan salam ku pada Khanza." ucap Farah dan mereka pun kembali kerumah mereka, ke rumah Farah.


Begitu mereka pulang Bibi langsung menelpon Khanza mengabarkan jika Abizar dan Farah sudah sudah pergi dan Khanza boleh kembali ke rumah.


Farah sudah mencoba untuk tertidur ia menutup matanya. Namun, tetap saja ia tak bisa tidur. Kata-kata Aziel terus saya terngiang di kepalanya ia berbalik dan melihat Abizar yang sudah tidur nyenyak, Ia pun bangkit dari tempat tidur.


Farah mengambil gambar Aziel tadi. Farah memintanya pada Aziel dan Aziel memberikannya,  gambar dirinya dan juga Aziel. 


Farah kembali melihatnya gambar itu, gambar dari tangan kecil Putra yang sangat disayanginya.


"Maaf jika Bubu egois, jika kamu saja bisa untuk adik dan mamamu. Bubu juga bisa mengalah untuk mu, Nak," ucap Farah mengelus gambar yang dikatakan Aziel itu adalah Aziel dan dirinya.


Farah membawa gambar putranya kesayangannya itu ke pelukannya, mendekapnya seolah itu ada lah Aziel putranya.


💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖


Terima kasih sudah membaca 🙏


Salam dariku Author M Anha ❤️🤗


💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖


Mampir kak ke karyaku yang lain.

__ADS_1



__ADS_2