Berbagi Cinta : Mencintai Diriku Dan Dirinya

Berbagi Cinta : Mencintai Diriku Dan Dirinya
Ingin Kembali Memulai


__ADS_3

Sepanjang perjalanan pulang Daniel terus memikirkan sosok Khanza yang begitu manis dilihatnya, dia jadi teringat akan  sosok adiknya. Khanza dan Kanaya mungkin seumuran.


"Apa Anda yakin menerima tawaran mereka tanpa bernegosiasi lebih dulu, bukankah dalam kerjasama ini lebih banyak menguntungkan pihak mereka, Pak?" tanya Fahri melirik sebentar pada Daniel kemudian kembali fokus pada jalan raya yang lumayan padat. Beruntung mereka tak terjebak macet.


Daniel tak menjawab, Ia terus saja senyum-senyum tersendiri larut dalam pikirannya, mengabaikan Fahri yang sedari tadi berbicara panjang lebar padanya, Fahri kembali menjelaskan inti dari rapat mereka tadi, ia takut jika bosnya itu kurang faham atau tidak fokus karena masih berduka.


"Pak, Anda baik-baik saja?" tanya Fahri sedikit menyentuh lengan Daniel.


"Eh … Ya, ada apa? Kau bicara padaku?" tanya Daniel yang baru tersadar dari lamunannya.


"Tidak, tidak apa-apa, Pak," jawab Farel menghela nafas jengah, sedari tadi ia sudah berbicara panjang lebar sambil berusaha tetap fokus mengemudi ternyata tak satu katapun yang didengarkan oleh bos-nya itu.


Farel tak bertanya lagi  dan tetap fokus pada kemudinya, begitu juga dengan Daniel kembali dalam lamunannya yang hanya ia sendiri yang tahu. Sesekali Farel melihat Daniel dan hanya bisa menggelang.


Saat rapat tadi di ruang kerja Abizar, Daniel juga tak fokus, entah mengapa bayangan dan senyuman Khanza saat bermain dengan Aziel terus saya terlintas dalam benaknya, ia bahkan tidak memperhatikan apa yang dijelaskan oleh Fahri, hingga Ia memutuskan kontrak kerjasama tersebut dan langsung menandatanganinya tanpa negosiasi terlebih dahulu.


Farel yang tahu betul bahwa itu adalah bukan sifat bosnya merasa bingung sendiri, ia ingin protes dengan diskusi mereka. Namun, melihat bosnya yang langsung menyetujui dan menandatanganinya Ia akhirnya hanya diam saja.


Fahri dan Abizar pun bingung, tadinya mereka berpikir bahwa mereka akan melakukan negosiasi yang akan menyita waktu karena dalam perjanjian tersebut terlihat jelas jika perusahaan Abizar lebih banyak diuntungkan dibanding dengan perusahaan Daniel sendiri. Dugaan mereka salah, setelah Fahri menjelaskan Daniel langsung setuju.


"Pak kita sudah sampai," ucap Farel kembali menyentuh lengan Daniel membuat Bosnya itu sedikit tersentak.


"Oh … iya, terima kasih," ucap Daniel turun dari mobil sambil terus bersiul berjalan meninggalkan mobil Farel,  Farel yang masih berada dalam mobil bisa melihat tingkah aneh Bosnya itu, sangat jarang ia bertingkah seperti itu apalagi saat ke rumah Abizar tadi Daniel terlihat sangat murung dan sedih, ia masih berduka dengan kepergian adiknya dan juga marah dengan suami adiknya.


Di kediaman Abizar.


"Khanza malam ini Aziel tidur dengan Mbak, ya," pinta Farah sambil menggendong Aziel melihat ke arah Khanza yang sedang duduk di sofa.


Selama beberapa hari ini Aziel terus tidur bersama dengan Khanza, membuat Farah sangat merindukan sosok balita yang selama ini tidur dengannya.


"Iya Mbak, Nggak apa-apa Ziel tidur sama Mbak aja malam ini," ucap Khanza mengiyakan permintaan Farah.


"Besok malam aja ya Aziel tidur sama kamu, malam ini Ziel tidur sama mama aja, ya!" ucap Warda mengambil Ziel dari gendongan Farah.


"Mah, tapi Farah sangat merindukan Ziel," keluh Farah.

__ADS_1


"Kamu pikir cuma kamu yang merindukannya, Mama juga sangat merindukan cucu mama," ucap wadah melengos pergi sambil menggendong cucunya tak mempedulikan Farah yang terus saja memanggil nama Azril dan dirinya.


Aziel yang tak mengerti apa yang terjadi hanya bisa bergantian melihat ibu dan neneknya.


"Ya sudah, kamu kan bisa gantian dengan Mama. Besok malam Ziel tidur sama kamu," ucap Abizar.


"Iya, mau gimana lagi," lirih Farah.


Terlihat jelas raut kesal di wajah Farah. Namun, ia tak mungkin marah dengan mertuanya sendiri.


Saat malam hari Farah tak bisa tidur karena ia sangat merindukan Aziel. Farah kembali melakukan aksinya, ia diam-diam mengambil Aziel dari pelukan neneknya saat tengah malam.


"Kamu tidurnya di kamar Ibu saja, ya," batin Farah mengambil Aziel, menggendongnya menuju ke kamarnya.


Semenjak Khanza sadar dari komanya, Warda dan Farah mengerti jika Khanza pasti sangat merindukan anaknya, jadi mereka tak pernah mengganggu atau meminta Aziel untuk tidur dengannya. Namun, malam ini Farah mencoba meminta izin pada Khanza, Khanza mengizinkan Aziel tidur bersama mereka. Ia sangat mengerti jika bukan hanya dirinya yang menyayangi putranya.


Abizar juga selalu tidur dengan Khanza, Khanza belum terlalu kuat untuk melakukan segala sesuatunya sendiri,Terkadang ia masih membutuhkan bantuan Abizar dan Farah mengerti akan semua itu.


Di kamar utama.


Abizar menarik Khanza ke dadanya memeluk istrinya itu.


Khanza mengerutkan keningnya, mendongak menatap suaminya yang memandang lurus ke depan sambil bersandar di sandaran tempat tidur.


"Maksud kakak apa?" tanya Khanza tak mengerti apa yang dimaksud suaminya.


"Nggak, nggak apa-apa, tidurlah," ucap Abizar, ia tak bisa menjelaskan apa yang ada di hatinya.


Abizar melihat dengan jelas tatapan Daniel saat melihat Khanza, dia juga bisa melihat saat makan malam Daniel terus saja mencuri pandang pada istrinya itu, terlebih lagi saat mereka berkenalan, Ingin rasanya Abizar mematahkan tangan Daniel yang menyentuh tangan Khanza, Bahkan ia tak menyangka jika Daniel akan mengecut tangan Khanza.


"Nggak," Abizar menggeleng saat ia membayangkan jika istrinya itu bersama dengan pria lain, Abizar melihat punggung tangan Khanza yang tadi setelah disentuh oleh Daniel, kemudian mengambil tisu dan membersihkannya seolah ciuman dan itu adalah virus yang masih melekat di punggung tangan Khanza.


"Jangan biarkan siapapun menyentuh punggung tanganmu, Aku tak suka," ucapnya.


Khanza hanya mengangguk dan kembali menenggelamkan kepalanya di dada suaminya tempat yang ternyaman yang ia rasakan.

__ADS_1


"Kak! Bagaimana dengan permintaan Khanza?"


"Permintaan? Maksudmu?" tanya Abizar tak mengerti.


Khanza duduk dan menghadap pada  Abizar dan mengambil bantal membawanya ke pangkuannya.


"Bukannya kakak sudah janji, kalau Khanza sudah melahirkan Kakak akan membelikan rumah untukku." tagih Khanza.


Abizar baru mengingat jika ia memang pernah menjanjikan hal itu, ia tak menyangka jika di saat keadaan rumah tangga mereka sudah mulai membaik Khanza masih menginginkan hal itu.


"Bisakah kita tinggal di sini bersama dengan yang lain".


"Kak. Aku akan coba menerima adanya Mbak Farah dalam hubungan pernikahan kita, Aku akan coba berbagi dengan Mbak Farah dan mencoba menerima semua ini, Tapi hatiku tak bisa bohong, Kak. Hatiku masih tak terima melihat kakak bersama dengan Mbak Farah, mungkin jika kita berpisah rumah rasa sakitnya akan berkurang dan aku akan belajar untuk ikhlas." Khanza menatap Abizar penuh keyakinan jika ia akan mencoba menerima menjadi yang kedua.


"Abizar berpikir sejenak. Jika ia yang berada dalam posisi Khanza, pasti perasaan yang dialaminya saat Khanza merasa sakit bahkan saat Daniel hanya mengecup punggung tangannya saja ya tak terima,


"Inikah rasa cemburu yang dirasakan kedua istriku saat aku membagi waktu untukku untuk mereka." batinnya bertanya-tanya.


"Baiklah, beri aku waktu untuk mencari rumah yang nyaman untukmu," ucap Abizar yang diangguki  oleh Khanza.


"Nggak usah terlalu terburu-buru juga, Kak, aku juga belum sepenuhnya sehat, Mbak Farah sangat membantu dalam mengurus Aziel."


Khanza bisa melihat jika mama mertua dan Farah sangat menyayangi putranya, tapi ia harus tetap pindah dari rumah itu, Khanza ingin ingin memulai hidup baru walau harus berpoligami, mencoba untuk ikhlas.


 Khanza Sangat  mencintai suaminya, Ia juga ingin memiliki keluarga yang lengkap, terlebih lagi ia sudah memiliki anak.


Khanza juga mencoba memaafkan mereka semua, dengan apa yang sudah terjadi padanya dimasa lalu, dan menerima jika inilah kehidupan pernikahan yang Allah SWT  berikan padanya.


💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖


Terima kasih sudah membaca 🙏


Like, vote dan Komennya.


Baru gitu aja udah cemburu 🤭🤭🤭

__ADS_1


Apa jadinya jika Daniel berhasil merebut kedua istrinya 🤭🤭🤭🤭


💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖


__ADS_2