Berbagi Cinta : Mencintai Diriku Dan Dirinya

Berbagi Cinta : Mencintai Diriku Dan Dirinya
Menantikan Dede Bayi.


__ADS_3

Pagi hari semua sudah bersiap-siap menuju ke rumah sakit, malam nanti Khanza akan melakukan operasi dan ia harus berada di rumah sakit Sejak pagi hari untuk mengontrol kondisinya dan melakukan beberapa pemeriksaan dan hal lain sebelum masuk ke ruang operasi.


Khanza mulai merasakan takut. Namun, semua memberi dukungan kepadanya khususnya Aziel yang begitu bersemangat mengetahui jika hari ini adiknya akan lahir.


Semua ikut menemani Khanza ke rumah sakit, begitu juga dengan Putra yang selalu menggenggam tangannya.


Khanza seakan tak ingin melepaskan genggaman tangannya pada Aziel. Takut jika ia tak bisa lagi menggenggam tangan putranya itu.


Damar sudah menyiapkan kamar khusus untuk khanza, tempat beristirahat sambil menunggu operasinya dimulai malam nanti.


Walaupun merasa takut, Khanza tetap mencoba untuk tegar, ia selalu tersenyum dan memeluk putranya sesekali mencium keningnya. Kehadiran Aziel seolah mengusir rasa kegelisahan dan ketakutannya.


"Semua pasti akan baik-baik saja kamu jangan, terlalu khawatir," ucap Aqila menghampiri Khanza yang sudah berbaring di tempat tidurnya bersama dengan Aziel di pelukannya.


"Aziel sudah nggak sabar ya, adiknya lahir?" tanya Aqila.


"Iya Tante, Aziel ingin main dengan adik bayi," ucap Aziel mengelus perut khanza, ia bahkan menempelkan telinganya di perut Khanza seolah mereka bisa berkomunikasi.


"Adek bilang dia juga ingin main dengan Aziel," Jawab Aziel berbinar senang.


Khanza sedikit merasa tenang saat ia sudah lebih lama di rumah sakit, sangat berbeda saat pertama kali ia sampai ke rumah sakit dan masuk ke kamarnya, rasa takut bahkan membuat jantung nya berdegup kencang dan badannya seakan bergetar.


Dokter Nita terus aja ada di sampingnya untuk memberikan dukungan pada Khanza, memberikan semangat agar Khanza tak takut dalam menjalani persalinannya nanti.


Kabar jika Khanza sudah berada di rumah sakit diketahui oleh Daniel dan Mr. Alvin begitu juga dengan Abizar


Mr. Alvin mengirim dokter terbaik untuk membantu proses operasi sesar Khanza.


Daniel sendiri juga datang ke rumah sakit untuk memberi dukungan kepada Khanza, iya tahu pasti saat ini dia sangat ketakutan walau kehadirannya tak begitu membantu. Namun, Daniel juga ingin ikut memberi semangat untuk Khanza.


"Siapa Mr. Alvin?" tanya Damar yang mengetahui jika ada dokter spesialis kandungan dari luar negeri dan merupakan dokter terbaik yang didatangkan oleh orang yang bernama Mr. Alvin Alfaro yang akan membantu proses persalinan khanza.


"Aku juga Tak tau mengapa ia selalu membantu Khanza. Selama ini dia selalu menjaga Khanza."


"Mr. Alvin menjaga khanza?"


"Iya, Aku semakin Penasaran dengannya, sebenarnya apa hubungannya dengan khanza, dia yang berusaha menutupi jejak kalian saat menyembunyikan Khanza, itulah sebabnya waktu kami mencari kalian, kami tak bisa menemukan petunjuk sekecil apapun untuk menemukan mereka.

__ADS_1


Padahal kami sudah menggerakkan banyak detektif dan melibatkan beberapa agen."


Saat sedang berbincang-bincang Daniel menerima laporan jika Abizar sedang membuat keributan di parkiran.


Daniel dan Damar segera menghampiri Abizar yang terlibat perkelahian dengan orang-orang Mr Alvin begitu pun dengan orang-orang Daniel yang ada disana, mereka melarang Abizar memasuki kawasan rumah sakit.


"Hentikan," teriak Daniel menghentikan mereka.


Begitu Damar dan Daniel datang mereka semua menghentikan perkelahiannya, Abizar tak sendiri, dia juga membawa beberapa orang untuk membantunya, menerobos penjagaan untuk bertemu Khanza.


Abizar yang mendengar kabar jika khanza akan melahirkan di rumah sakit itu tak membuang waktu dan langsung ingin menemui Khanza.


"Ada apa ini?" tanya Daniel menghampiri mereka.


"Aku ingin bertemu dengan Khanza, dia istriku aku punya berhak nemaninya dalam proses persalinan ini, aku masih suaminya yang sah secara hukum dan agama. Kalian tak berhak melarangku menemuinya," geram Abizar menunjuk pada mereka semua.


"Aku kan sudah bilang Khanza tak ingin bertemu denganmu. Jangan membuat keributan dan itu bisa mengganggu persalinannya," ucap Daniel.


"Aku yakin itu semua hanyalah akal-akalan Kalian 'kan, agar aku tak bisa bertemu dengan Khanza," amarah Abizar semakin memuncak.


"Aku tidak akan menemui Khanza jika dia sendiri yang mengatakan tidak ingin bertemu denganku, ini adalah persalinan istri ku, anakku, aku harus berada di sampingnya." Teriak Abizar menatap kesal pada Daniel.


"Ada apa ini?" tanya dokter Dewi dan dokter Nita yang melihat keributan di area parkiran dan melihat ada Damar dan Daniel disana.


"Ini suami khanza, dia ingin bertemu dengan Khanza dan membuat keributan di sini," jelas Damar.


"Aku tak membuat keributan, Aku hanya ingin menemani Khanza dalam proses persalinannya. Apa itu salah, aku ini suaminya Aku tidak ingin menyakitinya," jelas Abizar mencoba menenangkan dirinya saat berbicara pada Dokter Dewi dan Dokter Nita.


"Baiklah ikut kami," ucap Dokter Nita


Mendengar ucapan dokter Nita, Abizar pun langsung mengikutinya.


Dokter Nita menjelaskan semua keadaan khanza, begitupun dengan dokter Dewi.


Abizar mengerti apa yang harus dilakukannya, ia memohon agar bisa menemani Khanza dalam proses persalinannya.


"Aku akan bicara pada Khanza terlebih dahulu. Aku tidak ingin kehadiran Anda justru akan mengganggu proses persalinan nanti," jelas Dokter Dewi.

__ADS_1


"Aku mohon Dokter, aku takkan mengganggu, aku hanya ingin menemaninya aku sangat mencintainya dan aku yakin dia juga merasakan hal yang sama. Ini semua hanya salah paham saja, Aku hanya ingin menjelaskan kesalah pahaman kami."


"Aku tidak paham dengan masalah Anda, Pak, yang aku tahu kondisi Khanza tidak boleh dalam keadaan stres dalam menghadapi persalinannya, jadi kami mohon jika Khanza tak ingin bertemu dengan Anda tolong jangan membuat keributan seperti ini, Ini rumah sakit."


"Baiklah Dokter, aku mohon beritahu pada Khanza, aku sangat ingin menemaninya aku benar-benar minta Maaf," ucap Abizar memohon.


Dokter Nita melihat kepada Dokter Dewi. "Biar aku yang bicara pada Khanza, apapun keputusan Khanza Tolong Anda hormati," ucap dokter Nita berlalu meninggalkan mereka.


Dewi kembali menjelaskan kondisi khanza, menjelaskan kondisi mental dan kondisi Khanza dan bayinya.


Dokter Nita masuk ke dalam ruangan khanza disana adalah nenek, kakek, dan juga Aqila, serta ada Aziel yang terus saja duduk mengusap-ngusap perut mamanya, mengajak adiknya berbicara, mengatakan jika ia sudah tak sabar bertemu dengannya.


"Apa boleh aku bicara berdua dengan khanza?" tanya Dokter Nita.


"Tentu saja boleh Dokter," jawab Aqila dan mengajak Aziel untuk bermain di luar begitu juga dengan kakek dan nenek. mereka semua memberi waktu kepada dokter Nita untuk berbicara berdua dengan khanza.


"Ada apa dokter semua, baik-baik saja 'kan?" tanya Khanza khawatir.


"Semua baik-baik saja, kamu dan kandunganmu sejauh ini semua baik-baik saj, selama kau tidak panik dan mencoba untuk tenang Aku. Anakmu akan lahir dengan selamat begitu juga denganmu, teruslah mensugesti dirimu untuk berpikir yang baik-baik," ucap dokter Nita yang dijawab anggukan oleh Khanza.


"Bagaimana perasaanmu? Apa kamu masih merasa takut menjalani operasi ini?"


"Enggak dokter, aku malah sekarang sudah tak sabar untuk operasi. Aku ingin cepat-cepat melihat anakku dan mempertemukan Azril dengan adiknya," ucap Khanza.


"Itu baru ibu yang kuat, kamu tak boleh lemah kamu harus kuat demi anak-anakmu mu," ucap Dokter Nita.


"Operasinya Sebentar lagi, mungkin sekitar 1 jam lagi. Kamu harus tetap dalam kondisi ini tetap semangat," ucap Dokter Nita yang menyemangati dengan mengangkat tangannya.


"Khanza, apa kau ingin suamimu menemanimu saat proses persalinan, nanti?" tanya dokter Nita dengan hati-hati.


💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖


Terima kasih sudah membaca 🙏


salam dariku Author M Anha ❤️


💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖

__ADS_1


__ADS_2