Berbagi Cinta : Mencintai Diriku Dan Dirinya

Berbagi Cinta : Mencintai Diriku Dan Dirinya
Mencintai Kalian.


__ADS_3

Malam hari saat Khanza sedang menyiapkan pakaian yang akan mereka bawa ke kampung halamannya, di kamar bawah Farah juga melakukan hal yang sama, ia sedang sibuk memilih barang yang akan di bawanya.


Farah mulai mengemas barang-barang yang akan dibawanya ke luar negeri.


Abizar masuk dan melihat apa yang dilakukan Farah.


"Kamu jadi ikut ke kampung bersama kami?" tanya Abizar senang, selama ini ia selalu membujuk Farah untuk ikut bersama mereka, ia tak ingin lagi menutupi pernikahan poligami yang ia lakukan kepada keluarga Khanza.


Abizar berpikir jika Farah mengemas barangnya karena menyetujui ajakannya untuk ikut bersama dengan mereka.


"Maaf ya, Mas.Tebakanmu salah," ucap Farah santai. "Sebenarnya sudah dari kemarin aku ingin mengatakannya. Namun, Mas terlalu sibuk mengurus urusan tak penting dengan pak Daniel," ucap Farah masih memasukkan beberapa keperluan yang akan ia bawa.


"Maksud kamu ingin mengatakan apa?" tanya AbizarΒ  menarik tangan Farah menghentikan kegiatannya memasukkan baju ke dalam tas dan membawanya ke pangkuannya.


Abizar menatap lekat wajah istri pertamanya itu, Farah mengalungkan tangannya ke leher Abizar, mengecup singkat pipi suaminya.


"Beberapa hari lalu asistenku menelpon jika bisnisku ada sedikit masalah, jadi aku pikir aku akan mengeceknya sendiri," jawab Farah menyandarkan kepalanya di bahu Abizar.


"Apa Kau perlu bantuanku, aku akan bicara pada Khanza untuk menunda ke kampung. Khanza pasti mengerti," ucapnya mengecup kening Farah dan mengeratkan pelukannya.


"Nggak usah, Mas. Aku masih bisa kok menanganinya sendiri, semoga saja masalahnya tak terlalu rumit,Β  jika memang aku kesulitan dan membutuhkan bantuan aku pasti aku akan menghubungi Mas."


"Aku yakin kau tak akan menghubungiku," sahut Abizar yang tau watak mandiri istrinya.Β 


"Khanza sangat senang dan antusias akan kembali ke kampung, Kalau Mas membatalkannya dia pasti sangat sedih dan kecewa. Aku nggak apa-apa kok, aku bisa memperbaiki masalahku sendiri. Dari dulu 'kan aku memang sering melakukannya," Farah tertawa, mengingat ia bahkan pernah bertengkar dengan Abizar karena tak ingin dibantu, sedangkan Abizar yang sudah ditolak memutuskan untuk membantu Farah secara diam-diam dan Farah mengetahuinya.

__ADS_1


"Iya, kamu memang istriku yang kuat yang bisa melakukan apa saja."


Farah selama ini tak pernah sekalipun meminta bantuan kepada Abizar walau sesulit apapun masalah yang dihadapi, keberhasilan menghadapi suatu masalah dalam bisnisnya merupakan kesenangan sendiri bagi Farah dan ia tak ingin melewatkan itu.


"Berapa lama kau di sana?" tanya Abizar mengusap lembut rambut Farah, menyelipkan rambut yang menutupi wajahnya ke telinga.


"Aku juga belum tahu, semoga saja masalahnya cepat selesai."


"Aku beri kau waktu 2 minggu, jika dalam waktu 2 minggu masalahmu belum selesai biar aku yang menyelesaikannya! Kamu kembalilah. Sebenarnya jika ditanya aku ingin kau tinggal di rumah saja bersama Khanza dan Aziel, biar aku yang mencari nafkah buat kalian."


"Mas tahu sendiri 'kan, bisnis itu adalah impianku dari dulu. Aku akan berusaha terus mengembangkannya walau aku harus bekerja dari sini, Aku janji pekerjaanku tak akan mengganggunya. Aku percaya asistenku akan bisa membantuku dalam bekerja."


Selama ini walaupun Farah berada dirumah ia tak pernah sekalipun berhenti mengecek pekerjaannya, keberadaan asistennya sangat membantu walau ia tinggal di rumah, tapi Farah tetap produktif dan selalu memantau bisnisnya.


"Aku tak akan melarang, aku tau jika itu adalah impian mu, aku tak masalah dengan itu, tapi kamu harus tetap menjaga kesehatanmu."


Farah yang berada di pelukannya sedang terisak.


"Kamu kenapa?" tanya Abizar panik.


"Mas, aku nggak yakin bisa berpisah dengan Aziel, tapi aku juga tak ingin kerja kerasku selama ini hancur begitu saja," ucapnya semakin terisak.


"Ya sudah, kita tukaran. Kamu yang menemani Khanza ke kampung biar Mas yang menghandle bisnismu, bagaimana?" Usul Abizar.


Farah berpikir sejenak, menatap lekat mata suaminya, Abizar mengangguk meyakinkan Farah jika usulnya itu benar.

__ADS_1


"Apa keluarga Khanza akan menerimaku?" tanyanya, Farah masih tak berani menghadapi keluarga Khanza, khususnya Kakek dan neneknya.


"Mereka pasti akan menerimamu, mereka orang-orang yang sangat baik," jelas Abizar menggenggam tangan Farah.


Farah lagi-lagi hanya terdiam,Β 


"Mas mengerti kamu sangat menyayangi Aziel, berpisah dengannya 1 atau 2 mungkin kamu bisa, bagaimana jika lebih dari itu, kita tak tau seperti apa masalah yang di hadapi, jika asisten kepercayaan mu tak bisa menanganinya bisa di pastikan itu sedikit rumit dan pastinya juga akan memakan waktu untuk mengurusnya."


"Tapi bagaimana dengan pekerjaan Mas sendiri," tanya Farah menghapus air matanya yang berhasil lolos.


"Sama denganmu, aku bisa mengerjakan disana. Ada Fahri yang menggantikanku di Sini," jelasnya kembali meyakinkan Istrinya itu.


"Ya udah Mas! kita tukeran, aku yang akan akan ke kampung menemani Khanza," ucapnya kemudian, senyuman tipis terbit di bibirnya.


Abizar membawa Farah ke pelukannya, ia tahu jika Istrinya itu sangat menyayangi putra mereka, Abizar masih mengingat dengan jelas bagaimana Farah mengurus Aziel saat Khanza masih dalam kondisi koma.


Ia bahkan terkadang tak tidur semalaman karenanya.


πŸ’–πŸ’–πŸ’–πŸ’–πŸ’–πŸ’–πŸ’–πŸ’–πŸ’–πŸ’–πŸ’–πŸ’–


Terima kasih sudah membaca πŸ™


jangan lupa like, vote dan komennya πŸ˜‰


Salam dariku Author M Anha ❀️

__ADS_1


Love you all πŸ’•πŸ’•πŸ’•πŸ’•


πŸ’–πŸ’–πŸ’–πŸ’–πŸ’–πŸ’–πŸ’–πŸ’–πŸ’–πŸ’–πŸ’–πŸ’–


__ADS_2