Berbagi Cinta : Mencintai Diriku Dan Dirinya

Berbagi Cinta : Mencintai Diriku Dan Dirinya
Season 2: bab 24


__ADS_3

Hari pun berlalu, satu persatu pesanan datang dari Azriel dan juga Dewa. Mentari sangat senang akan hal itu, bahkan mereka semakin sibuk dan kini bukan hanya bu Ratmi yang bekerja membantu mereka, tapi juga ada dua orang lainnya yang akan mereka bayar per harinya. Karena mereka masih belum sanggup untuk membayar mereka bertiga dalam hitungan per bulan, takutnya pesanan mereka tak selamanya banyak dan hanya di waktu-waktu tertentu saja.


Namun, sudah dua minggu kini mereka sangat sibuk bahkan setiap hari Mentari menerima pesanan hampir 50-100 box kue spesial dan 30 box kue biasa.


Mentari selalu mencatat setiap harinya, Azriel bisa memesan kue padanya 10 box per hari untuk dikirim ke perusahaan milik orang tuanya begitupun dengan Dewa. Ia juga menjadikan kue box buatan Mentari menjadi kue untuk menyambut tamu mereka di perusahaan, ia juga memesan 10 sampai 20 box per harinya untuk diantar ke sana dan saat ada acara tertentu mereka akan memesan sampai 50 box, belum lagi mereka berdua juga gencar mempromosikan kue buatan Mentari, hingga ke beberapa perusahaan lainnya. Membuat Mentari kebanjiran akan orderan. Bukan hanya promo mereka saja, tapi karena memang rasanya juga disukai oleh orang yang telah memesannya membuat Mentari kembali mendapat kepercayaan dari perusahaan tersebut untuk mengirimkan mereka kue untuk menemani rapat mereka.


"Wah, Bu hanya dalam sebulan saja kita mencapai untung sebanyak ini," ucap Mentari setelah menghitung keuntungan bersih mereka selama sebulan.


"Alhamdulillah, Nak. Berterima kasihlah pada teman-temanmu yang telah membantumu mempromosikannya, khususnya siapa itu namanya Dewa ya dan Azriel, mereka orang-orang baik. Sana buatkan kue untuk mereka dan berikan jangan dikasih harga," ucap ibu membuat Mentari menepuk jidatnya, mereka berdua sudah melebihi target mereka. Namun, Mentari belum memberikan hadiah saking sibuknya.


"Ya ampun, iya ya, Bu. Aku sampai lupa," ucap Mentari kemudian ia pun membuat kue khusus untuk mereka berdua.


Tak lupa Mentari juga menulis disecarik kertas ucapan terima kasih untuk mereka berdua.

__ADS_1


"Terima kasih ya sudah membantuku, kini aku benar-benar sibuk karena pesanan kalian, tapi aku akan selalu menunggu pesanan kalian. Buat aku lebih sibuk lagi, itu lebih bagus, oke! Lebih semangat lagi untuk mempromosikan kue buatanku ya, capai target 1000 kotak. Maaf baru sempat memberikan kalian hadiah yang aku janjikan. Aku terlalu sibuk hehehehe."


"Semangat Dewa."


Tulis Mentari di secarik kertas dan di letakkan di atas kotak kue yang akan ia berikan pada Dewa. Ucapan yang sama juga ia tulis di kotak kue untuk Azriel.


"Semangat Azriel," tulisnya di akhir pesannya.


Setelah keduanya siapa, iapun beranjak tidur dan akan membawa kue itu besok untuk mereka berdua sebelum ke kampus karena ia masuk kampus di siang hari.


'Wah cantik sekali, ini pasti untuk diberikan pada Dewa dan Azriel," ucap ibu kemudian ia pun melihat surat yang ada di sana, dia membacanya. Ibu bisa melihat jika surat itu untuk Dewa dan juga Azriel. Ia pun tak mau sampai Mentari melupakan tulisan itu, membuat ibu pun menyimpannya di dalam kotak kuenya kemudian menutupnya kembali. Ibu sangat tahu anaknya itu terkadang panikan saat sudah akan pergi. Terkadang ia melupakan hal-hal yang penting, setelah memastikan menyimpan kedua surat itu ke dalam kotak kue.


Ibu pun kembali merapikan kotak kuenya, dimasukkan ke dalam kantong dan ia pun beranjak dari sana, tanpa ibu sadari ia telah salah meletakkan kartu ucapan tersebut di mana di atas kotaknya Mentari sengaja memberi nama agar tak tertukar, satu untuk Dewa dan satu untuk Azriel, sedangkan ibu memasukkan surat untuk Dewa di kotak milik kue yang akan diberikan kepada Azriel, begitupun sebaliknya. Ibu memasukkan surat untuk Azriel di kotak kue untuk Dewa.

__ADS_1


****


Pagi hari benar saja dugaan ibu, Mentari dengan terburu-buru ingin segera mengantar kedua kotak kue tersebut dan juga beberapa kue lainnya, ia kembali bangun kesiangan membuat ia pun langsung pergi tanpa mengecek terlebih dahulu nama dari kertas tersebut. Ia berpikir ia sudah menyiapkannya semalam dan menyimpannya di tempat yang sudah sesuai.


Mentari bergegas mengantar terlebih dahulu kue milik Azriel.


"Maaf ya, aku tak bisa lama-lama, aku harus mengantar kue yang lainnya. Semoga cepat sembuh ya," ucap Mentari yang bisa melihat Azriel masih belum sembuh total, terlihat masih ada perban di bagian kepalanya.


"Iya, makasih ya. Aku senang bisa melihatmu lagi setelah sekian lama, mungkin minggu depan aku sudah bisa masuk kampus lagi."


"Iya, kita bisa sama-sama lagi. Ya sudah ya aku pergi dulu, aku buru-buru. Aku ingin mengantar kue pesanan lainnya," ucap Mentari kemudian ia pun bergegas pergi dari sana, terlebih dahulu ia mengantar kue ke rumah temannya yang juga memesan kue spesial, setelah mengantar dua box kue pesanan temannya ia pun menuju ke perusahaan Dewa, untuk memberikan kue tersebut. Namun, ternyata Dewa tak ada di kantor membuat Dewa meminta Mentari menitipkan kue itu ke resepsionis saja .


"Ya sudah, ini aku titip resepsionis ya. Ini hadiah dariku karena kamu telah berhasil memesan 100 kotak bahkan lebih, sudah dulu ya aku pulang," ucap Mentari mematikan panggilannya dan mengirimkan foto kue yang dititipkan pada resepsionis ke nomor Dewa, kemudian ia pun pergi dari sana.

__ADS_1


Dewa seorang pengusaha muda, usianya 5 tahun lebih tua dari Mentari dan juga Azriel, membuat ia sudah aktif di perusahaan milik orang tuanya, bahkan ia digadang-gadang tahun ini akan menggantikan orang tuanya sebagai CEO perusahaan milik keluarganya.


__ADS_2