
Abizar yang sudah selesai rapat memutuskan untuk ke kantin bersama Farah dan Fahri.
Begitu mereka duduk, Abizar tanpa sengaja melihat ternyata Khanza juga sedang ada di kantin yang sama, bersama teman-temannya.
"Khanza," ucapnya.
"Siapa, Mas?" Tanya Farah yang mendengar Abizar mengatakan sesuatu.
"Khanza," jawab Abizar menunjuk Khanza dengan pandangannya.
"Bukannya tadi mas bilang dia sudah pulang, ya?"
"Tadi Khanza bilangnya dia lelah makanya ingin cepat pulang, lalu apa yang ia lakukan disana," ucap Abizar terus memandang Khanza yang tertawa lepas.
Abizar bisa melihat jika beberapa karyawan pria melihat ke arah Khanza, membuat ia tak senang dengan semua itu.
"Fahri, tolong kamu gantikan aku lagi di rapat berikut nya,"ucap Abizar berdiri dari duduknya.
Fahri hanya mengangguk mengiyakan.
"Mas mau kemana? Ini rapat penting loh , Mas."
"Aku akan mengantar Khanza pulang, tolong kamu bantu Fahri sekali lagi."
"Tapi, Mas." Abizar tak mendengar apa yang dikatakan Farah, ia langsung menuju ke meja Khanza dan teman-temannya.
"Khanza, kamu ngapain disini? Bukannya kamu bilang mau pulang, ya?" Tanya Abizar yang sudah berdiri di samping Khanza.
Sinta dan Nindi terkejut mendengar apa yang dikatakan Abizar, mereka hanya bisa melihat Khanza dan melayangkan beberapa pertanyaan yang tak bisa keluarkan dari mulut mereka.
"Kakak," ucap Khanza tak kalah terkejutnya, ia tak menyangka akan bertemu Abizar di kantin.
"Aku akan mengantarmu pulang," ucap Abizar mengambil tas Khanza yang ada di meja dan membantu Khanza berdiri berdiri.
Khanza hanya mengangguk dan menurut, tersenyum canggung pada Sinta dan Nindi yang masih terkesima dengan wajah tampan bosnya yang begitu dekat dengan nya.
"Aqila, Sinta, Nindi. Aku pulang dulu ya, nanti kita ketemu lagi," ucap Khanza saat akan pergi.
Ketiganya hanya mengangguk dan melihat Khanza pergi. Berjalan keluar kantor dan dengan Abizar yang memakai tas Khanza serta merangkul Khanza berjalan bersama, Seolah ingin mengatakan pada pria yang menatap kearah istrinya penuh maksud, bahwa yang kalian pandangan adalah milikku.
Selama ini Abizar tak pernah merasakan yang namanya cemburu, Farah benar menjadi istri yang baik dan patuh, ia tak pernah membiarkan Abizar merasa cemburu padanya, ia selalu menjaga jarak dengan orang-orang yang bisa saja membuat suaminya cemburu.
__ADS_1
Abizar berjalan menuju mobilnya dengan terus membantu Khanza, padahal Khanza bisa berjalan tanpa bantuan Abizar.
"Kak, jangan seperti ini, nggak enak dari tadi kita dilihatkan karyawan kantor," ucap Khanza yang sedari tadi melihat beberapa karyawan seperti sedang mengambil gambar dan berbisik sembil melihat ke arah mereka.
"Emangnya kenapa kalau mereka melihat kita, Kita kan suami istri. Kita tidak melakukan hal-hal yang buruk 'kan didepan mereka," ucap Abizar santai.
"Bukan seperti itu, Kak. Mereka kan belum tahu kalau kita sudah menikah, aku hanya tak ingin mereka menyebar gosip yang tidak-tidak tentang ku," ucap Khanza mencoba melepas rangkulan tangan Abizar. Namun, Abizar justru makin merangkulnya bahkan kali ini ia mengecup rambut Khanza yang membuat beberapa karyawan melebarkan matanya tak percaya apa yang baru saja dilihatnya.
"Apa-apaan sih, Kak." ucap Khanza menjauhkan kepalanya. Namun, Abizar kembali mengecup pucuk rambut Khanza, beberapa kamera ponsel langsung mengabadikan momen tersebut dan tak membutuhkan waktu lama postingan itu sudah beredar di kantor, bahkan di ruang rapat di mana Farah dan Fahri sedang melakukan rapat.
"Ada apa?" Tanya Farah melihat keanehan di wajah mereka saat melihat ponsel mereka, kemudian melihat aneh ke arahnya.
"Nggak ada apa-apa, Bu," kata mereka semuanya hampir serempak.
"Kita lanjutkan rapatnya, tolong jangan mengalihkan perhatian kalian," ucap Farah.
Farah dan Abizar memiliki kesamaan dalam pekerjaan, mereka berdua sama-sama tegas dengan bawahannya. Ia tak suka karyawan yang bermain-main dan tidak fokus jika sedang rapat. Bekerja sambil bercanda. Itu tak ada dalam kamus seorang Abizar. Bekerja dan serius bekerja itulah yang ada pada Abizar.
Mereka sampai di depan mobil, Abizar membukakan pintu untuk Khanza kemudian memastikan agar Khanza masuk dengan selamat dan dengan telaten Abizar memasangkan sabuk pengaman.
"Apa segini tak membuatmu sesak?" Tanya Abizar setelah memasangkan sabuk pengaman pada istrinya.
Berbeda dengan Abizar, yang tak menghiraukan orang-orang yang sedari tadi melihat mereka. Abizar melajukan mobilnya meninggalkan halaman kantor.
"Kakak nggak kerja?" Tanya Khanza.
"Sudah ada Farah dan Fahri yang menggantikan ku untuk rapat, aku akan kembali ke kantor setelah mengantarkan mu."
"Maaf ya, Kak. Tadi aku sudah mau pulang, tapi tiba-tiba," ucap Khanza menjeda kalimatnya, dia tak ingin menjadikan teman-temannya sebagai alasan.
"Aku Ngerti, nggak apa-apa kalau kamu mau berkumpul dengan teman-teman kamu, tapi lain kali jika seperti itu sebaiknya kamu meneleponku dan minta izin, memberitahuku, setidaknya aku tahu jika kau sedang ada dimana. Aku hanya tidak ingin terjadi sesuatu padamu dan bayi kita," ucap Abizar sambil menggenggam tangan Khanza tangan dan tangan lainnya memegang setir mobil.
"Iya Kak, Maaf," jawab Khanza merasa bersalah.
Sementara di perusahaan
Semua yang ada di sana sudah riuh mencari tahu apa sebenarnya yang terjadi, apa hubungan Khanza dengan Bos mereka. Apa hubungan Pak Abizar dengan mantan salah satu karyawan yang mereka kenal.
"Aqila bukankah bu Farah adalah istri dari Pak Abizar, lalu apa maksudnya tadi?" Tanya Nindi menodong Aqila dengan pertanyaan yang sejak tadi ingin ditanyakannya.
"Iya ya, kok aku jadi berpikir kalau suami Khanza itu pak Abizar," ucap Sinta nampak bingung dan kaget bercampur jadi satu.
__ADS_1
Aqila hanya diam, tak tahu harus menjawab apa. Ia takut jika jawabannya akan semakin memperkeruh suasana. Diam adalah jurus jitu yang harus ia lakukan saat ini, batin Aqila.
Bukan hanya Sinta dan Nindi, tapi hampir semua karyawan kantor yang ada di kantin tersebut menatapnya penuh tanya kearah Aqila, mereka tahu jika Aqila dan kanza adalah sahabat.
Tak hanya di kantin, hampir semua karyawan kantor menanyakan kebenaran itu, mereka menduga-duga apa hubungan mereka, melihat Khanza yang sedang hamil besar dan perlakuan Abizar pada nya. Saat Abizar keluar kantor membawa Khanza, semua mata tertuju pada mereka dengan pikiran masing-masing.
"Aqila Apakah Khanza berhenti bekerja karena menjadi simpanan Pak Abizar?" Tanya seorang karyawan dengan sedikit berteriak dan melihat kearah ke 3 teman Khanza.
"Kamu jangan sembarangan ya, ngatain Khanza simpanan," ucap Aqila membela Khanza.
Aqila tak terima jika Khanza disebut sebagai simpanannya.
"Iya benar, kalau kamu nggak tahu permasalahannya nggak usah ngebacot, nggak usah ngurusin ngurusin orang," sahut Nindy berdiri dari duduknya bertolak pinggang menatap orang yang tadi meneriaki mereka.
"Santai dong Bu! Aku hanya bertanya, Kalau memang dia bukan simpanan terus apa namanya, apa jangan-jangan Khanza hamil anak pak Abizar tanpa menikah," ucapnya lagi. Selama ini memang banyak yang iri pada kecantikan Khanza.
"Emangnya kalau itu anak pak Abizar, ha," ucap Nindi yang menantang orang tersebut.
"Berarti bener dong, dia simpanan," jawab orang tersebut merasa di atas angin.
Aqila berdiri dari duduknya, "Dengar ya, kamu itu nggak usah terus ikut campur masalah orang, jangan sembarangan menuduh tanpa bukti."
Orang tersebut merasa benar juga ikut berdiri menantang mereka bertiga.
"Bukti apa yang kalian minta, bukankah tadi sudah jelas membuktikan semuanya. Khanza berhenti dari perusahaan secara tiba-tiba kemudian dia datang setelah hamil besar dan apa tadi, Pak Abizar menghampirinya dan memperlakukannya seperti itu, bukankah itu sudah membuktikan kalau dia memang simpanan."
Nindy dan Sinta terdiam, ia tak bisa membela, karena dalam pikiran mereka juga sama. Mereka menganggap jika Khanza adalah simpanan pak Abizar, dan ibu Farah adalah istri sah-nya.
"Denger ya, Khanza itu istri sah dari Pak Abizar bukan simpanan seperti yang kau pikirkan," ucap Aqila kesal yang semakin menambah kasak-kusuk di dalam kantin.
💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖
Terima kasih sudah membaca 🙏
Mohon dukungannya ya dengan memberi, vote dan komennya 🙏
salam dari ku Author m anha ❤️
love you all 💕💕💕💕
💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖
__ADS_1