Berbagi Cinta : Mencintai Diriku Dan Dirinya

Berbagi Cinta : Mencintai Diriku Dan Dirinya
Rencana Daniel


__ADS_3

Sepanjang perjalanan Daniel terus memikirkan tentang Aziel, ia merasa kasihan pada anak itu. Jika selama ini Abizar sangat merindukan putranya begitu juga dengan Aziel, mereka sama-sama saling merindukan.


Dalam hal ini hanya Khanza yang tak ingin bertemu dengan Abizar karena traumanya, tapi Aziel bisa dan tak masalah bertemu dengan Abizar. Pikir Daniel.


Daniel terus memikirkan cara bagaimana menyelesaikan masalah ini dengan baik, jika memang Khanza ingin bercerai mereka bisa melakukannya dengan baik-baik tanpa harus mengorbankan perasaan Aziel yang belum mengerti tentang masalah rumah tangga mereka.


Daniel kembali ke parkiran dimana semua masih gencar mencari khanza, ia bisa melihat betapa kacaunya Abizar malam ini. Ia terus disana dan ikut mencari langsung.


Daniel kembali ke rumahnya, ia sudah sangat lelah dan sudah tenang saat mengetahui jika Khanza sudah dalam keadaan baik-baik saja, selama ini tidurnya tak tenang dan selalu memikirkan keadaan khanza dan Aziel.


Pagi hari Daniel kembali menemui mereka, ia kembali mengunjungi khanza di rumah Damar.


"Pak Daniel, sebaiknya jangan sering datang kemari. takutnya mereka bisa mencurigai dan keberadaan Khanza bisa diketahui oleh yang lainnya," ucap Ibu Dewi.


"Tidak masalah, aku sudah menyiapkan beberapa penjagaan di luar rumah ini dan aku pastikan takkan ada yang mengganggu kalian selama Kalian ada di dalam rumah. Aku akan coba menyelesaikan masalah ini. Ohya, Bu! Apa sampai sekarang Khanza belum siap untuk bertemu dengan suaminya? seberapa siap Khanza saat ini dan seberapa parah kemungkinan terburuk jika ia sampai kembali bertemu dengan Abizar?" tanya Daniel memastikan sebelum mengambil tindakan.


"Menurut dokternya, Khanza sebenarnya sudah sangat siap untuk bertemu dengan Abizar, saat ini ia sudah menerima kandungannya dan merasa bahagia dengan kandungannya, gerakan-gerakan bayi kecil yang ada di dalam rahimnya sudah membantu membuatnya merasa bahagia, begitu juga dengan Aziel yang sangat antusias menantikan kelahiran adiknya, tapi aku masih sedikit ragu untuk mempertemukan mereka. Aku takut respon berlebihan dari keluarga suaminya itu bisa mengubah perasaan Khanza," jelas Dr. Dewi yang dimengerti dengan sangat jelas oleh Daniel.


"Apa aku boleh bertemu dengan khanza?" tanya Daniel.


"Tentu saja, biasanya sepagi ini mereka ada di taman belakang untuk melakukan yoga dan olahraga lainnya itu sudah rutinitas mereka." Dr. Dewi meminta asisten rumah tangga Untuk mengantarkan Daniel bertemu den khanza sementara ia sendiri pamit untuk berangkat ke ke rumah sakit.


Begitu keluar, Dr. Dewi sedikit kaget melihat banyaknya pengawal di luar rumahnya.


Begitu juga dengan suaminya.


Ayah Demar menghentikan mobilnya saat melalui satpam yang selama ini bekerja di sana.


"Pak. Ada apa ini, siapa mereka?" tanya ayah Damar.


"Saya juga tidak tahu Pak! Saya tidak berani menanyakan kepada mereka, mereka Baru saja datang dan langsung mengambil posisi seperti berjaga, Saya juga bingung, Pak," jawab satpam yang sedari tadi melihat mereka semua yang berdiri dan diam.


"Ini semua orang-orang Daniel, Yah! Aku tak tahu apa rencana Daniel. Namun, Ia ingin mengamankan rumah kita dari Suami Khanza, semoga saja dengan adanya Daniel ikut membantu mengurus masalah khanza, masalah Khanza cepat selesai," ucap dokter Dewi.


Ayah Damar hanya mengangguk mengiyakan apa yang diucapkan oleh istrinya.


"Ya sudah Pak, jika terjadi sesuatu cepat hubungi kami. kami harus ke rumah sakit," ucapannya.


"Iya, Pak pasti," ucap satpam.


Meraka pun keluar gerbang sambil terus melihat beberapa penjagaan bahkan penjagaan bukan hanya di luar gerbang, Daniel juga menempatkan beberapa penjagaan saat memasuki kompleks Mereka.


Daniel menghampiri Khanza, Aqila dan Aziel yang terlihat sedang olahraga di taman belakang, lebih tepatnya mereka hanya bermain.

__ADS_1


"Om Daniel," panggil Aziel berlari menyambut Daniel. Daniel langsung menggendongnya dan mengangkatnya tinggi ke kemudian berjalan sambil menggendong menuju Aqila dan juga khanza.


Daniel sekarang bisa melihat dengan jelas perut Khanza, semakin membuncit dengan pakaian olahraga yang digunakannya.


"Bagaimana keadaanmu?" tanya Daniel pada khanza.


"Aku baik Kak," jawab kanza.


Aqila Aku ingin bicara dengan Khanza bisakah kau membawa Aziel sebentar," pinta Daniel memberikan Aziel pada Aqila.


"Ziel kita main bola di sana, yuk," rayu Aqila mengajak Aziel menjauh dari mereka, sepertinya Daniel ingin mengatakan sesuatu yang tak boleh didengar oleh Azial dan Aqila mengerti akan hal itu.


"Khanza. Aku ingin bicara denganmu," ucap Daniel bernada serius.


"Kita bicara di sana saja, Kak," tunjuk Khanza, pada bangku taman.


"Memangnya ada apa Kak,?" tanya Khanza sambil berjalan menuju ke bangku taman.


"Apa yang kamu inginkan?" tanyanya.


"Maksud kakak?" tanya Khanza refleks melihat kearah Daniel, mereka sampai di bangku taman dan duduk saling berhadapan.


"Apa yang kau inginkan dengan pernikahan kamu ini, kau ingin berpisah dengan Abizar atau ingin melanjutkannya dan hanya menenangkan diri di sini?"


"Kesimpulannya, kau ingin bercerai dengan Abizar?" tanya Daniel menatap dalam pada mata Khanza.


Khanza mengangguk mantap,


" Tapi, apa Kak Abi akan mencarikan ku?" tanya Khanza.


"Serahkan itu semua padaku, jika itu sudah menjadi keputusanmu!"


"Apa keputusan yang kuambil itu tepat?" tanyanya meminta pendapat.


"Perceraian kalian memang akan berdampak pada Aziel, tapi jika kamu sendiri memang sudah tak sanggup untuk menjalani pernikahanmu, cerai memang adalah pilihan yang tepat. Kita bisa memikirkan cara agar Aziel masih tetap bisa mendapat kasih sayang dari kalian berdua. Sekarang kamu juga sudah mengandung anak kedua kalian, anak itu juga pasti menginginkan kasih sayang dari papanya."


"Aku akan mencari jalan keluar dari permasalahan ini, agar kau bisa tenang dan anakmu juga bisa mendapat kasih sayang dari kalian berdua," tambah Daniel.


Mendengar itu Khanza menjadi lebih tenang, ketakutannya selama ini adalah kedua anaknya akan merasa kehilangan sosok Abizar papanya dan anak-anaknya kelak akan menyalahkannya akan hal itu.


"Apa boleh aku membawa Aziel?"


"Kakak mau membawa Aziel ke mana?"

__ADS_1


"Aku akan membawanya bertemu dengan Abizar, aku sudah janji 'kan padanya!"


Khanza terkejut mendengar apa yang dikatakan oleh Daniel.


"Tidak. Bagaimana jika Kak Abi mengambil Aziel dariku. Aku tak mau, aku tak bisa berpisah dari anakku," ucap Khanza.


Jika hanya melawan Abizar aku juga bisa, aku tak takut dengannya. Aku akan melakukan negosiasi dulu tentunya tak langsung membawa Aziel padanya.


"Maksudnya? apa maksud kakak bernegosiasi seperti apa?"


Daniel mengeluarkan ponselnya mengambil gambar Aziel kemudian mengirim kepada Abizar dan menulis pesan yang menyertai kiriman gambar itu.


Daniel mengetiknya dengan cepat sehingga Khanza tak bisa membaca apa yang Daniel kirim kepada Abizar.


Hanya dalam beberapa detik Abizar menjawab. Jika ia menyetujui persyaratan Daniel.


Ponsel Daniel berdering dan itu panggilan dari Abizar.


Daniel mematikannya dengan sengaja, Abizar kembali memanggilnya.


"Aku bisa membayangkan bagaimana ekspresi suamimu sekarang," ucap Daniel kemudian tertawa.


Khanza hanya melihat Daniel yang tergelak, lagi-lagi Daniel memancing kemarahan suaminya, Khanza bisa membayangkan bagaimana marahnya Abizar sekarang, saat mengetahui Daniel bersama dengan mereka.


Daniel kembali tertawa dan kali ini ia mengirim foto khanza yang sangat jelas memperlihatkan perut buncitnya.


Daniel sudah memikirkannya dari semalam dan Ia baru menyadari jika selama ini Mr. Alvin ternyata tidak membawa Khanza. Mr. Daniel hanya melindungi dan menghapus jejak agar mereka tak mengetahui keberadaan Khanza. Orang-orang Daniel melaporkan bahwa di sekitaran rumah Damar terdapat banyak orang-orang Mr. Alvin, sepertinya mereka mengawasi dan menjaga Khanza dari jauh.


Sekarang selain dia yang menjaga keamanan Khanza dari Abizar ada Mr.Alvin Alfaro yang lebih kuat darinya.


Daniel mulai menjalankan rencananya.


"💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖


Terima kasih sudah membaca 🙏


Jangan lupa like, vote dan komennya, bagi bunga dan secangkir kopi juga boleh 😘🙏


Salam dariku Author M Anha ❤️


💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖


Mampir kak ke karya temanku 🙏

__ADS_1



__ADS_2