
Siapa yang paling bahagia?
Abizar pasti adalah jawaban yang tepat dari pertanyaan itu.
*******
Abizar melihat kedua istrinya, ada rasa bahagia yang terbersit disana.
Farah terlihat begitu bahagia bermain bersama putranya sedangkan Khanza yang melayaninya dengan sangat baik, walau ia masih terlihat belum sebugar sebelum nya.
"Khanza, kalau kamu masih lemas kamu di kamar aja dulu istirahat, nanti Mbak yang bawakan makanan untuk kamu," ucap Farah.
"Nggak apa-apa kok Mbak, aku juga bosan di kamar terus," jawabnya.
"Kalau kamu butuh sesuatu, kamu jangan sungkan-sungkan ya minta sama Mbak!"
"Iya, Mbak! Pasti," ucap Khanza yang sudah kembali ceria. Hubungan mereka berangsur membaik sama saat pertama kali Khanza datang ke rumah ini.
Lagi-lagi Santi menggenggam sendok yang dipegangnya, Santi duduk di samping Farah mendengar semua kata-kata yang diucapkan Farah Kenapa Khanza.
"Ini Farah kanapa jadi seperti pembantu sih di rumah ini, anakku kan istri pertama. Ini ga bisa di biarkan, Khanza bisa ngelunjak jika terus di beri perhatian seperti ini," melihat kesal pada Khanza, mengunyah makanannya dengan cepat, terus menggerutu dalam hati.
Khanza dan Farah mengantar Abizar hingga ke teras, seperti biasanya. Dengan Aziel yang berada di gedongan Farah, Khanza belum mampu untuk menggendong bayinya itu terlalu lama.
Selepas Abizar pergi, mereka memilih untuk duduk ditaman rumah, sambil mengobrol menikmati matahari pagi yang sangat baik untuk si kecil begitu juga dengan Khanza yang selama berbulan-bulan terkurung di kamarnya sendiri.
Di kantor.
"Fahri, apa pak Daniel membatalkan lagi rapatnya kali ini?" tanya Abizar. Sudah beberapa kali Daniel rekan bisnisnya itu menunda rapat mereka dengan berbagai alasan.
"Iya Pak, beliau kembali menunda rapatnya. Namun, aku sudah mengkonfirmasi jika alasannya kali ini memang benar," ucap Fahri.
"Kali ini alasan apa yang membenarkan ia melewatkan rapat penting ini, ini bukan pertama kalinya ia mengecewakan kita, bahkan setelah kita memberi peringatan akan membatalkan kerjasama dengan perusahaannya. Jika seperti ini kita batalkan saja kerja sama kita, masih banyak perusahaan lain yang ingin bergabung dengan perusahaan kita," ucap Abizar melonggar dasinya dan membuka satu kancing atasnya, ia mulai emosi dengan sikap salah satu rekan bisnisnya.
"Adiknya meninggal, Pak." jawab Fahri.
"Innalillahi wainnailaihi rojiun, ya sudah kalau alasannya itu kita tidak bisa berbuat apa-apa, kamu atur kembali jadwalnya dan pastikan pertemuan berikutnya dia harus datang, jika ia masih tak menghargai kita, batalkan saja kerja sama kita dengan perusahaan mereka, kita tak bisa terus menunda-nunda pekerjaan ini, kalau Ia memang tak bisa, biar proyek ini kita berikan kepada perusahaan lain.
"Baik, Pak," ucap Fahri pamit dari ruangan Abizar, ia masih harus segera mengerjakan beberapa pekerjaannya.
__ADS_1
******
Di Sebuah pemakaman,
Seorang pria berkacamata hitam dengan postur tubuh yang tegap memasukkan tangannya ke saku celana, memakai pakaian serba hitam, memandang pusara adiknya yang dipenuhi taburan bunga.
Hanya adiknya yang ia miliki di dunia ini dan sekarang adiknya juga meninggalkannya.
"Kayana, kenapa selama ini kamu rahasiakan semua penderitaanmu dari kakak. Jika kamu cerita sama kakak, mungkin kejadian ini takkan terjadi. Kamu pasti masih ada di samping kakak," batinnya.
Daniel adalah salah satu pengusaha yang tak kalah suksesnya dari Abizar. Namun, kesuksesan percintaannya tak sesukses bisnisnya, ia selalu saja gagal dalam menjalin hubungan. Bahkan tak jarang ia ditinggalkan oleh kekasihnya dan menikah dengan pria lain, menjaga jodoh orang mungkin itulah yang ia alaminya. Namun, bukan Daniel namanya jika ia tak mampu mencari Pengganti dengan cepat.
Wajah tampan dan kekayaan yang ia miliki membuat siapa saja rela menjadi kekasih semalamnya.
Sudah lama ia tak menjalin hubungan serius dengan wanita, semenjak di hianati. Ia memilih fokus pada pekerjaan dan adiknya. Hari ini adiknya sudah meninggalkannya ia serasa tak punya tujuan dan penyemangatnya dalam bekerja.
Daniel sosok yang suka bercanda, bahkan ia tak akan sungkan untuk bergabung dengan para karyawannya saat jam istirahat kantor. Namun, kali ini ia terlihat begitu bersedih menatap pusara adiknya yang baru saja meninggalkannya.
Meninggal di usia muda itu sudah menjadi takdir adiknya, tapi yang ia sesalkan adalah ia tak bisa membantu adiknya. Adik yang ia sayangi sedari kecil jatuh kepeluka pria brengsek, dan itu tak ia ketahui.
Ia berpikir kehidupan rumah tangga adiknya sangat bahagia, tapi ternyata dia salah.
"Pastikan badjingan itu membusuk di penjara," ucapnya pada Asisten pribadinya.
"Baik pak," jawab Farel asistennya.
"Oya pak, pak Abizar sudah memberi kita peringatan jika kita masih tak datang lagi dalam pertemuan berikutnya mereka akan mencari perusahaan lain untuk bekerja sama dalam proyek kali ini," jelas Farel.
"Kapan jadwal pertemuannya?"
"Besok, Pak. Bagaimana apa bapak bersedia untuk menghadiri pertemuan tersebut?"
"Besok ya, besok aku ada rapat lain di luar negeri, begini saja. Hubungi dia kembali, dan minta pertemuannya di majukan, kita bertemu malam ini saja."
"Baik, Pak. Saya akan menghubungi nya lagi."
Farel tak menunggu lama dan langsung menghubungi pihak perusahaan, ia langsung menghubungi Fahri kali ini, Namun, Abizar menolak.
"Maaf Pak, pak Abizar menolak untuk bertemu di malam hari," ucapnya lagi menjelaskan kepada atasannya.
__ADS_1
Daniel berfikir sebentar, ya ingin melepaskan proyak ini, tapi ini sangat menguntungkan bagi perusahaannya dan jika dipikir lagi, memang ia yang banyak melakukan kesalahan dengan sering menunda-nunda rapat mereka.
"Baiklah, coba katakan jika kita yang akan mendatangi rumah pak Abizar untuk melakukan rapatnya di rumahnya saja."
Farel kembali melakukan apa yang diperintahkan oleh atasannya dan Abizar setuju dan mengundang mereka sekalian untuk makan malam di rumahnya.
Malam hari Farah dan asisten rumah tangga sudah sibuk di dapur, menyiapkan makan malam. kali ini berbeda dari makan malam sebelumnya karena ada tamu yang akan datang.
Farah membuat beberapa makan istimewa untuk menyambut mereka.
"Bagaimana apa semua sudah siap?" tanya Abizar menghampiri Farah yang sedang menata makanan di meja makan.
"Sebentar lagi ya, Mas. Apa tamu Mas sudah datang?" tanya Farah yang semakin mempercepat gerakannya.
"Sebentar lagi, mereka sudah ada di jalan," ucap Abizar melihat jamnya.
"Ini sebentar lagi kok, Mas tinggal satu menu saja," jelas Farah masih menyiapkan makanaan.
" Jika satu Istri mu lagi turun membantu, semuanya pasti cepat selesai, tidak hanya duduk santai," ucap Santi sengaja mengeraskan suaranya agar Khanza mendengarnya.
Khanza dan Aziel bermain di depan tv, ia sengaja mengelar karpet agar Aziel bisa berguling-guling di sana.
Abizar yang sudah terbiasa dengan sikap mertuanya, berpura-pura tak mendengarkan apa yang dikatakannya, Abizar lebih memilih berjalan menuju ke ruang tamu saat mendengar ada suara mobil yang datang.
"Sepertinya itu rekan bisnis Mas Abi, aku akan ikut menyambutnya," gumam Farah yang sudah selesai menyiapkan meja makan, Farah yang sudah terbiasa dan banyak mengenal rekan bisnis Abizar ikut menyambut mereka.
Farah sengan menyediakan makan malam yang istimewa untuk mereka. Berhubung Daniel adalah salah satu pengusaha yang cukup di perhitungkan dalam dunia bisnis.
💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖
Terima kasih sudah membaca 🙏
Apakah Daniel akan membuat masalah lagi dalam kehidupan mereka yang sudah mulai bahagia????🤔🤔
Silahkan berkomentar 😘
Jangan lupa like, vote komen nya🙏
💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖
__ADS_1