Berbagi Cinta : Mencintai Diriku Dan Dirinya

Berbagi Cinta : Mencintai Diriku Dan Dirinya
Ketetapan Hati


__ADS_3

Saat pulang Abizan masih melihat Farah menunggunya duduk diatas tempat tidur.


"Mas dari mana?" tanyanya tanpa melihat ke arah Abizar, ia sedang mengutak-atik laptopnya menyelesaikan pekerjaannya.


Abizar tak menjawab dan hanya duduk di samping parah.


Farah menyimpan laptopnya dan duduk di samping Abizar.


"Siapa tadi yang Mas selamatkan? Apa Khanza?" tanya Farah yang masih penasaran dengan apa yang dilihat oleh Abizar di alam bawah sadarnya.


Abizar mengangguk. "Maaf aku tak tahu kenapa aku lebih memilih menyelamatkan Khanza daripada kamu. Seharusnya aku menyelamatkan kalian berdua."


"Itu karena hati Mas membutuhkan Khanza. Mas, aku juga sangat mencintaimu, tapi aku yakin cinta Khanza lebih besar daripada aku ke kamu. sekarang aku yakin cintamu juga lebih besar ke Khanza daripada ke aku, Mas. Jika Mas mengkhawatirkan perasaanku Aku baik-baik saja. Aku malah akan menderita jika bersama dengan Mas sementara melihat kalian berdua hancur. Khanza bukan hanya maduku, tapi aku sudah menganggapnya seperti adikku sendiri." Farah mengambil tangan Abizar. "Jika Mas mengkhawatirkan janji Mas ke alm ayah. Aku membebaskan Mas dari janji itu. Janji Mas ke ayahku penting untuk Mas tepati, tapi tidak jika Mas terpaksa dan mengorbankan perasaan, Mas."


"Tak ada keterpaksaan dalam menjalankan janjiku. Kau tau itu, kita menikah karena kita saling mencintai dan tak ada alasan untuk mengingkari janjiku."


"Mas berhak hidup bahagia. Mas, bukan hanya hati kalian berdua yang terluka karena perceraian ini, tapi ingat dengan Aziel dan juga Aisyah mereka masih sangat kecil. Mereka membutuhkan kebersamaan kalian berdua. Hatiku tak ada apa-apanya dibandingkan mereka berdua, pertahankan pernikahan Mas dan Khanza, aku baik-baik saja."


"Farah aku sudah berusaha mempertahankannya, tapi tetap saja Khanza tak ingin kembali bersamaku."


"Tapi, Mas."


"Sudahlah! kita ikuti saja kemana arah hubungan ini. Jika memang Khanza masih jodohku kita pasti akan bersama kembali, tapi jika jodoh kami tak panjang perceraian itu pasti akan terjadi. Mas percaya semua sudah ada yang ngatur kita jalani saja semua."


"Bagaimana dengan perasaan anak-anak?"


"Kami sudah sepakat akan merawatnya bersama-sama, anak-anak tak akan kekurangan apapun, kau juga akan merawatnya 'kan? kita akan merawatnya bertiga. Aisyah dan Aziel adalah milik kita.


"Mas?"


"Sudahlah, aku tak mau membahasnya lagi, aku sudah berusaha untuk membawa Khanza kembali, tapi jika memang dia tak mau lagi kita tak berhak memaksanya untuk tetap tinggal."


Farah hanya mengangguk, menuruti apa yang dikatakan oleh suaminya.

__ADS_1


Kabar perceraian Khanza juga sudah sampai di kampung.


Semua menanyakan kepada Nenek apa masalahnya? Kenapa Khanza sampai ingin bercerai dengan Abizar. Namun, nenek menjawab jika mereka memang sudah tak cocok dan tak ingin melanjutkannya.


"Sebenarnya apa alasan mereka berpisah? Anak-anak mereka masih sangat kecil?" tanya Bude. Yang menentang keras perceraian Khanza.


"Iya, Bu. sebenarnya apa masalahnya apa karena madunya?" tanya Pak Hendra.


Diantara semua keluarga Pak Hendra yang paling dekat dengan Abizar . Pak Hendra yakin Abizar orang yang sangat baik, tak mungkin ia menyakiti hati Khanza sampai mereka harus berpisah disaat anak-anak mereka masih sangat kecil.


Nenek tak menjawab apa-apa, Khanza sudah berpesan kepada nenek jika suatu saat ada yang menanyakannya biarlah masalah pertengkarannya dengan Abizar menjadi rahasia mereka, Khanza tetap akan menjaga nama baik suaminya di mata keluarganya dan orang di kampungnya.


****


Perceraiannya tinggal 3 hari lagi, kakek dan nenek serta Bude bertolak ke kota untuk mendampingi Khanza, Ia tak ingin Khanza merasa sendiri disaat saat sulitnya.


Khanza sangat senang saat nenek, kakek dan budenya datang, tadinya ia mengira jika mereka tak akan datang.


Bude menarik Khanza untuk berbicara berdua.


Bagaimana dengan dirimu sendiri, apa hatimu benar-benar siap menjadi seorang janda? Selain kau akan hidup seorang diri membesarkan mereka statusmu juga akan mengganggumu, banyak orang yang memandang rendah pada status yang akan Kau dapatkan nantinya.


"Khanza sudah memikirkannya secara matang Bude, Khanza yakin ini yang terbaik buat Khanza dan anak-anak begitu juga dengan mas Abi dan Mbak Farah. Rumah tangga kami memang sudah tak bisa disatukan lagi, jika memang ada cara lain selain perceraian Khanza pasti akan melaluinya, tapi hanya perceraian yang bisa menyelesaikan semuanya agar membuat kami tak saling menyakiti, Bude."


Bude Maya pasrah, ia sudah membujuk Khanza sedemikian cara. Namun, ia tetap pada perceraiannya.


Nenek menghampiri mereka.


"Maya, jika Khanza memang memutuskan untuk bercerai biarkan saja. Kita doakan saja mudah-mudahan setelah berpisah dengan Abizar, Allah SWT memberinya jodoh yang lebih baik lagi, kita tidak tahu seperti apa kedepannya kita berdoa saja Khanza akan mendapat pengganti yang lebih baik," ucap nenek yang tahu semua penderitaan yang dialami oleh Khanza selama menjadi seorang istri dari Abizar. Sejak pertama, nenek Tidak setuju dengan poligami mereka, jika saat itu Khanza tidak hamil mungkin nenek akan menyuruh mereka berpisah saat itu juga.


Keesokan harinya Abizar yang tahu jika kakek dan nenek Khanza datang, menghampiri ke rumah Khanza bersama dengan Farah dan juga Warda


Farah meminta waktu pada Khanza untuk berbicara berdua, sama halnya dengan Bude. Farah juga membujuk Khanza untuk memikirkan kembali perceraian mereka, tapi jawab Khanza tetap saja sama, ia sudah yakin dengan keputusannya.

__ADS_1


Farah yang sudah sangat merindukan Aziel dan Aisyah menghabiskan waktu bersama dengan mereka sedangkan Abizar kembali ke kantor begitu juga dengan Khanza dan Aqila banyak pekerjaan yang nanti mereka.


Pak Matteo sudah menyerahkan semuanya pada mereka dan tak akan ikut campur lagi.


Tinggalah di rumah Farah, nenek dan juga Bude. Mereka berada di ruangan tengah, menemani Anak-anak bermain.


"Farah bude tak tahu seperti apa hubungan keluarga kalian, tapi bude sangat menyayangkan keputusan Khanza." ucap bude dengan hati-hati tak ingin menyinggung perasaan Farah yang merupakan istri pertama Abizar.


Farah juga sangat menyayangkannya Bude, Aku bahkan mengatakan kepada Khanza jika aku akan bercerai dengan mas Abi jika ia mau kembali demi anak-anak mereka, tetap saja Khanza tak mau. Sepertinya dia benar-benar sudah bulat akan berpisah dengan mas Abi."


"Sudahlah kalian jangan membesar-besarkan masalah itu terus, itu sudah sangat membebani Khanza, jika kalian terus mengungkit dan membujuknya.


Semua itu hanya akan semakin menyakitinya, biarkan saja dia melakukan apa yang diinginkannya, Khanza bukan lagi anak kecil dia tahu apa yang terbaik untuk dirinya," ucap nenek.


"Bu, Maya hanya kasihan kepada Azriel dan Aisyah.


"Mereka anak-anak yang baik, mereka pasti bisa mengerti suatu saat nanti. Lagian sekarang Aziel dan Aisyah sudah biasa ditinggal oleh Khanza, mereka tak bergantung lagi pada mamanya ada Bibi yang selalu menjaga mereka.


Khanza tetap masuk ke kantor, ia membagi waktunya. Ia hanya bekerja selama setengah hari dan 3 kali dalam seminggu selebihnya dia akan mengerjakannya di rumah dan pekerjaan di kantor jika Khanza tak ada Aqila sudah bisa menghandlenya.


Kini khanza bisa lebih tenang, dia hanya fokus pada perusahaannya saja sementara kekayaan yang lainnya sudah berikan kepada beberapa yayasan sesuai dengan keinginan Khanza dan diatasnamakan kedua orang tuanya.


Hari berganti hari, Tampa terasa mereka tiba di hari yang mereka nanti-nantikan, tiba hari dimana putusan tentang pernikahan Abizar dan Khanza.


Semua menghadiri persidangan begitu juga dengan Khanza dan Abizar.


💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖


Terima kasih sudah membaca 🙏


Salam dariku Author M Anha


💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖

__ADS_1



__ADS_2