Berbagi Cinta : Mencintai Diriku Dan Dirinya

Berbagi Cinta : Mencintai Diriku Dan Dirinya
Promo karya keduaku : M Anha


__ADS_3

Judul My Papa My Boss


🌹Mampir ya🙏🌹


Di Apartemen Riko.


"Apa aku bilang, dia pasti bisa ikut," ucap Riko menyombongkan diri.


"Iya aku salut sama kamu, punya pacar eh maksud aku tunangan cantik dan penurut, tapi sayang masih perawan," Zain tertawa meledek sahabatnya


"Sialan loh," umpat Riko.


"kamu nggak ngiler tuh lihat bodynya Nandira," ucap Zain memperagakan body Nandira dengan tangannya.


"Aku masih normal bro, masa bodi gitu aku nggak ngiler, tapi udahlah aku sudah sering minta, tapi nggak dikasih," ucapan Riko merebahkan diri di kasur.


"Payah lho," ucap Zain semakin tertawa.


"Zain, aku sayang sama dia, aku nggak mau maksa dia, aku nggak mau hanya karena nafsu semata aku bisa kehilangan dia.


Kali ini aku benar-benar serius ingin menikahinya," ucap Riko serius.


"Mau taruhan enggak," ajak Zain.


"Taruhan apa?" tanya Riko kembali duduk.


"Kalau di Bali nanti lho bisa dapatin Nandira, cafe gue buat lho," ucap Zain pada Riko.


"Yakin cafe lho buat aku?" tanya Riko.


"Gue yakin, tapi gue nggak yakin lho bisa dapatin Nandira," ucap Zain meremehkan Riko.


"Oke setuju ." ucap Riko menjabat tangan Zain.


Zain adalah teman Riko dari kecil mereka selalu berbagi cerita suka dan duka.


Seminggu kemudian mereka bertolak ke Bali, Nandira sangat senang, namun kesenangannya menghilang saat ia tahu jika liburan kali ini bukan hanya mereka berdua, Riko mengajak beberapa temannya.

__ADS_1


"Sayang kamu kok ngajak teman-teman kamu sih," protes Nandira.


"Biar rame aja, Sayang," ucap Riko merangkul bahu Nandira.


"Aku 'kan maunya berdua sama kamu."


"Iya, lain kali ya kita liburan berdua," ucap Riko lagi.


"Nggak ah, nggak ada lain kali," ucap Nandira berjalan lebih dulu meninggalkan Riko, tunangannya.


Sepanjang perjalanan Nandira terus mengacuhkan Riko.


Sesampainya di Bali, Riko langsung ke hotel dan memesan kamar untuknya dan Nandira, ia sengaja memesan kamar hotel berhadapan dengan Nandira agar mempermudah rencananya malam ini.


Mereka berpesta di Bar yang ada di hotel tersebut. Riko, Zain dan 1 temannya lagi membawa pasangan mereka.


"Sayang, malam ini tidur di kamar aku ya," ajak Riko.


"Jangan macam-macam ya, Aku nggak mau melanggar batasan kita," ucap Nandira menolak.


Rico terus merayunya, namun tetap saja gagal.


'Malam ini kamu akan menjadi milikku,' batin Riko.


Riko terus minum alkohol hingga ia mabuk, Nandira yang merasa dicuekin dan merasa sesuatu yang aneh dengan tubuhnya memilih untuk kembali ke kamar.


Namun, saat di lift tubuhnya terasa panas, sesuatu yang aneh terus menjalar di tubuhnya. Dengan cepat Nandira berlari masuk ke kamarnya. Karena pengaruh obat sudah sangat mempengaruhinya ia salah masuk kamar, seharusnya ia masuk ke kamar sebelum kamar yang dia masuki saat ini. Begitu sampai di dalam kamar, ia langsung membuka satu persatu pakaiannya.


Seorang pria yang tengah berdiri di dalam kamar tersebut terkejut melihat seorang gadis yang tiba-tiba masuk ke kamarnya dan melepas satu persatu pakaiannya, hingga tak tersisa satu pun.


Kamar hanya diterangi cahaya lampu tidur membuat Nandira tak melihat jika ada seseorang yang terus memperhatikannya, ia berbaring di kasur empuk di kamar itu.


"Ada apa denganku" batin Nandira terus menggeliat di atas kasur, sesekali desahanya keluar hingga ia benar-benar tak terkendali.


Pria itu memperhatikan Nandira secara saksama, "Seperti ada yang telah mengerjai nya."


Pria itu ingin memastikan apakah dugaannya benar, ia menyentuh bagian sensitif dan benar saja, Nandira langsung mendesak dan mengharap lebih.

__ADS_1


Senyum terbit di bibir pria itu, "Kamu masuk ke kamar yang salah cantik," ucapnya sambil melepas satu persatu pakaiannya.


Nandira masuk ke kamar yang salah, dan sialnya ia masuk ke kamar seorang pria yang menganggap Wanita hanya sebagai pemuas nafsu saja.


Pria itu adalah Rafiz pemilik perusahaan game online terbesar di Negaranya.


Rafiz langsung menikmati tubuh indah Nandira yang begitu membangkitkan gairahnya. Ia terus melakukan penyatuan hingga mereka mencapai puncak.


Mereka berdua tertidur pulas.


Pagi hari Nandira terbangun dan merasakan sakit di sekujur tubuhnya, dan saat membuka mata, iya dihadapkan dengan wajah seorang pria yang sangat tampan, sejenak Nandira menikmati apa yang dilihatnya.


Beberapa saat kemudian matanya membulat sempurna saat ia tersadar,


'Di mana Aku. Astaga ini bukan kamarku, kamar siapa ini,' batin Nandira menutup mulutnya saat menyadari jika ia tidur di kamar yang salah dan melihat seorang pria tidur disampingnya.


Perlahan-lahan Ia turun dari tempat tidur,


"awww sakit," Nandira menggigit bibirnya saat merasa perih di area sensitifnya, dengan perlahan ia kembali memakai pakaiannya dan pergi dari kamar itu. Ia melakukannya dengan hati-hati, ia tak ingin pria yang sedang tertidur pulas itu terbangun.


Nandira tak ingin ada orang yang mengetahui jika semalam ia bersama dengan seorang pria, ia tak ingin jika Riko mengetahuinya, Nandira yakin Riko pasti akan memutuskan pertunangan mereka apabila ia tahu dirinya sudah tak suci lagi.


"Dasar wanita," gumam Rafiz saat melihat Nandira keluar dari kamarnya.


Sesampainya di kamar Nandira melihat banyak panggilan masuk di ponselnya,


"Kenapa Riko memanggil begitu banyak," gumam Nandira.


Tak lama kemudian suara ketukan pintu terdengar dengan perlahan, Nandira berjalan menuju pintu rasa sakit di area sensitifnya masih sangat terasa.


"Riko, ada apa?" tanya Nandira saat melihat yang mengetuk pintu adalah Riko.


"Kita harus pulang sekarang," ucap Riko.


"Kenapa?" tanya Nandira.


"Aku akan menjelaskannya saat kita sudah tiba di rumah," ucap Riko lagi.

__ADS_1


Pagi itu mereka pun pulang ke kota mereka .



__ADS_2