Berbagi Cinta : Mencintai Diriku Dan Dirinya

Berbagi Cinta : Mencintai Diriku Dan Dirinya
Berwisata Keluarga.


__ADS_3

Mereka akan pergi ke sebuah pemandian yang jaraknya lumayan cukup jauh dari kampung. Namun, tempat itu sangat ramai dan lumayan terkenal di wilayahnya. Merupakan tujuan wisata favorit di daerahnya.


Hari ini, hari terakhir Aqila di kampung karena iti Khanza ingin menghibur sahabatnya itu dengan membawanya ke sana, entah kapan lagi ia akan bisa datang lagi ke kampungnya.


Bukan hanya Khanza, namun seluruh keluarga Khanza pun akhirnya pergi ke tempat pemandian itu. Ada mobil Daniel, mobil Abizar yang mereka menyewa dua mobil lainnya.


"Apa masih jauh?" tanya Farah pada Khanza. Aziel bahkan tertidur saking lamanya mereka berkendara.


"Udah deket kok, Mbak," Jawab Khanza.


"Kamu tuh ya, dari tadi jawabnya udah dekat, udah dekat, udah dekatnya mana! kita sudah 1 jam berkendara belum juga sampai," sahut Abizar yang mendapat pukulan di bahunya dari Khanza yang duduk pas di belakangnya.


"Emang udah deket kok, Kak," jawab Khanza mengerucutkan bibirnya.


"Tadi kamu juga bilangnya gitu, tapi kita belum sampai-sampai juga."


"Tapi ini beneran tinggal beberapa belokan lagi," ucap Khanza menunjuk arah jalan dengan memperagakan tangannya.


Khanza duduk di belakang bersama dengan nenek dan mama Warda. sedangkan Farah duduk di depan memangku Aziel.


Khanza memajukan duduknya dana terus mengganggu Abizar yang sedang menyetir.


Abizar mencubit tangan Khanza yang terus memainkan jari lentiknya di leher suaminya itu.


"Khanza jangan digangguin, mas Abi lagi nyetir loh jangan main-main," tegur Farah.


"Iya, Mbak," ucap Khanza menghentikan kelakuannya. Namun, Ia masih tetap menyimpan tangannya di dada Abizar, memeluknya dari belakang. Sesekali mengusap lembut disana. Mencandai suaminya.


Nenek bisa melihat keharmonisan di rumah tangga mereka, walaupun terbungkus dalam hubungan poligami.


Aziel yang sudah tadi tertidur terbangun dan meminta pindah bersama dengan Khanza ke belakang.


Aziel pun pindah ke belakang dan di pangkuan oleh Warda. Aziel sudah mulai menyukai buyutnya, sepanjang perjalanan nenek terus bermain dengan Cicitnya.


Setelah berkendara sekitar 15 menit akhirnya mereka sampai.


Pemandian tersebut berada di puncak gunung, suasana yang dingin dan sejuk langsung menyambut mereka begitu keluar dari mobil, suara air terjunnya juga sudah terdengar jelas.


Mereka semua berkumpul.


"Wah pemandangan indah sekali," ucap Aqila kagum melihat pemandangan di sekitaran sana.


"Di sana juga bagus, kita kesana yuk. Kita foto-foto disana," ajak Khanza yang tau tempat mana yang bagus, ia sudah sering datang ke tempat ini.


Mereka berdua langsung meninggalkan rombongan dan pergi mencari tempat-tempat yang bagus untuk berfoto selfie.


Abizar juga membawa Aziel menikmati pemandangan yang sungguh indah, sangat jarang mereka lihat selama tinggal di kota.


"Khanza, panggil Abizar dan menunjuk untuk mereka bergabung dengan yang lain, turun ke bawah ke tempat pemandian.

__ADS_1


"Ayo kita gabung ke sana!" ajak Khanza pada Aqila yang masih mengambil beberapa foto.


"Nanti aja, kita cari tempat yang bagus, kita kesana, Yuk!" ajak Aqila.


"Enggak, Ah! Nanti mas Abi marah lagi kalau kita jauh-jauh, kita ke sana, gabung dengan yang lain," ucap Khanza narik Aqila untuk bergabung turun ke tempat pemandian.


"Suami kamu nggak asik banget sih."


"Kamu kenapa nggak ajak kak Daniel aja."


"Ih, tumben lu bener. Ya udah, aku ajak kak Daniel," Aqila langsung berlari menuju ke arah Daniel.


"Kita kesana yuk, Kak!" Aqila menarik Daniel.


"Kita gabung dengan yang lain aja," tolak Daniel. Namun, Aqila tetap menarik Daniel untuk ikut bersamanya menelusuri bukit.


Daniel yang juga penasaran akhirnya mengikuti kemana Aqila membawanya.


Semua turun ke bawah, ke tempat pemandian. Disana terdapat beberapa tempat mereka untuk duduk.


Aziel yang melihat banyak air sudah tak sabar dan terus meronta-ronta dari gendongan Papanya.


"Yuk, kita turun," ajak Abizar pada Farah.


"Enggak Mas, Mas ajak Khanza aja. Aku nggak mau mandi, airnya pasti dingin


" tolak Farah, ia memang tak ada niat untuk mandi.


"Kita tunggu mama dulu ya, kita ajak mama."


"Mama," panggilan Aziel menunjukkan Khanza yang masih berjalan ke arah mereka.


"Ayo kita mandi," ajak Abizar saat Khanza menghampiri mereka.


"Aku lihat di pinggir aja ya, Kak. Aku males mandi" ucap Khanza.


"Apa serunya coba datang ke tempat pemandian terus kalian nggak mandi."


"Enggak lah, aku di pinggiran aja lihat kalian," ucapnya.


Aziel sangat senang saat sudah turun ke air, Menaiki punggung papanya. Abizar berenang kesana-kemari membuat Aziel yang ada di atas punggungnya terus tertawa dan juga ikut menendang-nendangkan kakinya seolah dia juga sedang berenang.


Khanza terus mengambil beberapa gambar mereka.


Yang lain juga ikut mandi bahkan Mama Warda juga ikut menikmati dinginnya air pegunungan.


"Kamu kenapa nggak mandi?" tanya Farah pada Khanza yang masih asyik duduk di pinggiran, di atas batu sambil mengambil beberapa gambar.


" Aku malas, nanti repot saat ganti bajunya."

__ADS_1


Mereka berdua duduk di atas batu sambil terus melihat yang lainnya mandi, gembira tertawa bersama.


Aqila yang baru sampai setelah menjelajahi tempat tersebut menghampiri Khanza.


"Kita mandi, yuk." Aqila yang sudah bersiap, ia melakukan pemanasan.


"Enggak, Ah! Kamu turun aja sana."


"Ya udah, deh. Aku juga nggak jadi," ucap Aqila ikut duduk bersama dengan mereka.


Aqila melebarkan matanya saat melihat pemandangan yang ada di depannya, Daniel yang membuka bajunya memperlihatkan perut kotak-kotaknya sedang melakukan pemanasan di pinggir kolam alam.


Terlihat begitu menggoda.


Khanza yang juga melihat itu langsung menutup mata Aqila.


Namun, Aqila terus saja menyingkirkan tangan Khanza, ia tak ingin melewatkan pemandangan yang begitu indah mengalahkan indahnya pemandangan bukit yang ada di sekitarnya.


"Khanza apaan sih, ganggu tau," protes Aqila saat Khanza terus saja menutup matanya.


"Kamu tuh, belum boleh lihat yang gitu-gituan."


"Bilang aja kamu mau lihat sendiri."


"Ngapain juga aku lihat punya Kak Daniel, aku juga punya perut kayak gitu."


"Masa sih punya pak Abizar kamu kayak gitu, paling juga buncit kan," ucap Aqila tak pernah melepas pandangannya dari Daniel.


"Enak aja, enggak buncit, malah lebih bagus dari punya kak Daniel," ucap Khanza tak mau kalah.


"Oh ya, nggak percaya, coba aku lihat!.


"Boleh, nanti aku perlihatkan! Eh … ga boleh!"


"Pelit,"


"Biarin."


"Ayo kita mandi," Aqila yang tadinya tak ingin mandi saat melihat Daniel mandi tak ada alasan lagi untuknya tak ikut terjun kesana.


"Nggak, kamu aja. Aku nggak mau," ucap Khanza terus menolak. Namun bukan Aqila namanya jika tak bisa membuat Khanza ikut mandi bersamanya.


💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖


Terima kasih sudah membaca 🙏


makasih ya masih setia memberikan like dan komennya 🙏


Sehat selalu, salam dariku Author M Anha 🙏💗

__ADS_1


💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖


__ADS_2