Berbagi Cinta : Mencintai Diriku Dan Dirinya

Berbagi Cinta : Mencintai Diriku Dan Dirinya
Ke khawatiran Nenek.


__ADS_3

Khanza dengan cepat mengusap air matanya, ia tak ingin jika nenek sampai khawatir apabila melihatnya menangis. 


"Apa nenek mendengar suara tangisan ku," batin Khanza merasa khawatir, dia benar-benar lupa dimana ia sekarang, ia hanya menumpahkan semua rasa sakit di dadanya.


Abizar berjalan menuju pintu, dengan ragu Ia membuka pintu. Namun, Sebelumnya ia berbalik melihat Khanza, Khanza tersenyum dan mengangguk.


Dengan perlahan Abizar memutar gagang pintu dan terlihat wajah khawatir nenek di balik pintu itu, menatapnya penuh tanya.


"Ada apa? Apa yang terjadi, kenapa Khanza menangis?" tanya nenek begitu pintu dibuka.


Abizar tak menjawab pertanyaan nenek, ia hanya membuka pintu lebar-lebar agar nenek bisa masuk dan menyingkir dari jalan nenek.


"Khanza, ada apa sayang? Apa perut kamu sakit?" tanya nenek.


"Nggak kok, Nek. Nggak tau kenapa aku pengen nangis aja," jawab Khanza menunduk.


"Kok bisa gitu, sayang. Kamu yakin nggak apa-apa?"


"Nggak apa-apa. Maaf ya sudah buat nenek khawatir," jawab Khanza dengan senyuman agar nenek tak khawatir padanya.


"Nenek sangat kaget saat mendengar tangisan kamu, yang ada dalam pikiran nenek terjadi sesuatu pada calon cicit nenek. Mungkin bawaan bayi kamu, sudah kalau menangis nangis aja jangan ditahan-tahan," ucap nenek bawa Khanza ke pelukannya.


Benar saja, mendengar ucapan nenek dan merasakan pelukan hangat nenek membuat isakan tangis mulai mengeras, ia memeluk erat nenek yang sudah menjadi ibunya dengan sangat erat, rasa sakitnya terus saja menggerogoti tubuh Khanza.


Jika waktu bisa diputar kembali, mungkin Khanza tak akan menerima lamaran Abizar, walau ia sangat mencintainya, ia tak akan mau masuk kedalam kehidupan yang menyesakkan ini, rasa sakit yang benar-benar sakit dirasakannya saat mengetahui orang yang dicintainya, orang yang dikaguminya dan telah menjadi suaminya melakukan itu semua padanya.


Khanza semakin bingung, sekarang Ia telah mengandung bayi dari suami yang dicintai sekaligus dibenci nya. Khanza benar-benar dilema antara ingin pergi dari Abizar atau harus tinggal dengannya bersama semua rasa sakitnya.


 Apakah dia harus menjadi Ibu yang egois yang mementingkan rasa sakitnya dan pergi, atau menjadi  ibu yang mengalah dan menerima semua rasa sakit demi kebahagiaan anaknya.


Nenek mengusap lembut punggung Khanza, "Menangislah jika kau ingin menangis, jangan pernah menahan tangisanmu, jangan pernah takut dianggap lemah jika kau menangis selagi itu bisa membuat perasaanmu lebih tenang," ucap  nenek.


Abizar masih berdiri di tempatnya, bersandar sambil melihat ke arah istrinya yang terlihat begitu sakit karena ulahnya.


Mungkin 1000 kata maaf takkan mampu membuat Khanza merasa lebih baik dan akan mampu mengobati luka yang telah Ia gores pada Khanza. Ia tak bisa berbuat apa-apa untuk menghilangkan rasa sakit itu, ia juga tak ingin kehilangan salah satu dari mereka, hatinya benar-benar mencintai mereka berdua.

__ADS_1


Apakah disini Abizarlah yang egois? Ya, mungkin saja. Ia ingin memiliki kedua istrinya.


Apakah orang Farah yang egois? Ya, mungkin saja. Ia ingin membahagiakan suaminya tanpa memikirkan perasaan wanita lain yang menjadi madunya.


Apakah di sini Khanza yang dan egois? Ya mungkin saja Khanza ingin memiliki suaminya seutuhnya, ingin mencarikan sosok ayah dari anaknya. Apakah salah jika Khanza tak ingin berbagi cinta?.


Semua pertanyaan itu tak bisa di  jawabnya, hanya waktu yang akan menjawabnya, apakah rumah tangga mereka akan bisa bertahan atau justru  berujung perpisahan.


Apakah Farah akan bahagia bersama Abizar atau justru Khanza yang akan bahagia bersama Abizar dan anaknya. Atau mungkin mereka bertiga akan bahagia.


Perlahan isak tangis Khanza mulai memelan dan tak terdengar lagi. Namun, air matanya masih tumpah di pelukan nenek.


"Kalau punya masalah, kamu cerita sama nenek, siapa tahu saja nenek bisa membantumu, nenek menyayangimu melebihi apapun di dunia ini, Nak," ucap nenek yang suaranya juga sudah mulai bergetar, tak tega melihat tangisan pilu cucunya.


Khanza hanya mengangguk sambil mengeratkan pelukannya.


"Nenek, tahu dan mendengar dengan jelas percakapan kalian. Nenek tak mengira kau mengalami nasib pernikahan seperti ini. Nenek tak akan ikut campur masalahmu sampai kamu sendiri yang meminta pada nenek," batin nenek.


****


Nenek yang mengira selama hidup dikota dan berumah tangga, cucunya itu bahagia dengan kehidupan barunya, ternyata apa yang nenek bayangkan itu salah, cucu kesayangannya itu hidup dalam kesedihan. Nenek benar-benar sakit mengetahui kenyataan itu, nenek semakin tak tahan dan khawatir saat mendengar suara isakan Khanza yang semakin mengeras dan memutuskan untuk mengetuk pintu.


****


"Ada apa ini?" tanya kakek yang tiba-tiba muncul di pintu yang sukses mengejutkan Abizar yang masih berdiri di samping pintu termenung memandang istrinya yang ada di pelukan sang nenek.


Abizar mengelus dadanya, menghembuskan nafas pelan sambil membuang wajah berlawanan dari kakek, menyambungkan raut wajah piasnya. 


"Khanza, ada apa? Kenapa kau menangis?" tanya kakek berjalan masuk menghampiri cucunya yang masih ada di pelukan sang nenek.


"Udah, dia hanya merindukan ayah dan ibunya," ucap nenek tak ingin memperkeruh suasana, ia tahu sesayang sayangnya ia kepada Khanza kakek lebih menyayangi lagi cucunya itu.


Kakek duduk di samping Khanza, kakek dan nenek mengapit cucunya. Khanza berada di tengah mendapat usapan kasih sayang dari 2 orang yang begitu menyayanginya.


"Kamu tak usah bersedih, ada kakek dan nenek yang selalu menyayangi kamu. Biarkanlah ayah dan ibumu tenang, sebentar lagi kamu juga akan menjadi seorang ibu, buatlah anakmu bahagia dengan mendapatkan kasih sayang yang berlimpah dari papa dan papanya. Jangan biarkan ia kehilangan kasih sayang kalian berdua walau hanya sedetikpun," kata kakek nasehat mereka berdua.

__ADS_1


Itulah cara kakek mendidik anak-anaknya, menyayangi mereka dengan sepenuh hati, tak pernah sedikitpun kakek membuat anak-anaknya merasa jika ia tak menyayanginya hingga sampai anak-anaknya sudah berkeluarga. Mungkin itulah salah satu alasan kasih sayang Kakek dibalas tuntas oleh anak-anaknya, walau mereka sudah berkeluarga anak-anak kakek tak pernah lupa jika mereka lahir, besar dari kasih sayang kedua orangtuanya.


Kata-kata Kakek semakin memberatkan Khanza untuk memilih berpisah dari Abizar, suami. Suami yang sangat dicintainya, suami yang telah memberikan luka perih di hatinya.


Kakek menghapus penuh kasih sayang air mata yang masih mengalir di pipi cucunya.


"Jangan nangis, kamu kelihatan jelek saat menangis. Kakek gak suka punya cucu jelek, semua cucu kakek cantik-cantik," canda kakek yang membuat Khanza tertawa sambil menghapus air matanya dan berhamburan ke pelukan kakek dengan tawa yang masih terdengar dari mulutnya.


"Khanza sayang kakek," ucap Khanza dengan senyum yang tak pernah lepas dari bibirnya, kakek mengelus lembut punggung Khanza menepuk-nepuk dengan pelan.


"Kalian sudah masakan? Kakek sudah lapar," ucap kakek mengalihkan perhatian mereka dari rasa sedih, kakek bahkan bisa melihat jika nenek juga tersenyum sambil mengusap air matanya.


"Udah dong, Kek!" jawab Khanza.


Mereka semua menuju ke meja makan, Abizar menghampiri Khanza yang kesulitan berdiri seiring perutnya yang semakin membesar, mengulurkan tangannya membantu penuh sayang.


Abizar berjalan sambil merangkul bahu Khanza, mengecup kepala istrinya itu.


Nenek bisa melihat jika Abizar sangat mencintai Khanza begitupun sebaliknya, Namun, nenek tak mengerti mengapa dan apa alasannya Khanza menjadi istri keduanya.


"Apakah cinta mereka salah? Apakah Khanza cucuku bersalah dan telah menghancurkan kebahagiaan istri pertama dari suaminya," batin nenek terus memperhatikan mereka.


Nenek sangat takut jika itu memang benar terjadi.


"Semoga saja Khanza tak menyakiti perasaan wanita lain dengan merebut suaminya, jika memang itu yang terjadi nenek sendiri yang akan yang memisahkan mereka," batin nenek yang tak ingin cucunya menjadi perusak rumah tangga orang.


"💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖


Terima kasih sudah membaca 🙏


Jangan lupa like, vote, dan komennya.🙏💗💗


Salam dariku Author m anha ❤️😘


Love you all 💕💕💕

__ADS_1


💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖


__ADS_2