
"Siapa orang-orang yang baru saja kau bunuh itu?" Tanya Angelina yang merasa bingung.
"Mereka orang-orang dari negaramu yang datang untuk mencarimu. Katakan padaku, Apakah selama kembali ke negaramu kau sudah menyinggung seseorang yang cukup berpengaruh di sana?" Tanya Hendra.
Mendengar pertanyaan Hendra, Angelina langsung terdiam.
'Apakah pria itu belum puas menyiksaku hingga dia mencariku sampai ke sini? Tapi,, Jika benar dia hanya mencariku karena masih ingin melampiaskan amarahnya, maka saat ini dia pasti tidak akan berani lagi melakukannya karena 20 orang-orangnya sudah meninggal.' pikir Angelina lalu perempuan itu menundukkan kepalanya, kembali memotong-motong tomat seperti tidak terjadi apapun.
Brak!!
Tiba-tiba meja yang ditempati Angelina dipukul oleh seseorang hingga membuat perempuan itu memejamkan matanya lalu mengangkat wajahnya menghela nafas.
"Jangan mengganggu seorang perempuan yang sedang datang bulan!!" Geram Angelina membuka matanya sembari mengacungkan pisau ke arah Hendra.
"Astaga!!! Kalau begitu cepat katakan padaku, siapa orang yang sudah kau singgung di negaramu hingga dia mengirim begitu banyak orang kemari?!" Tanya Hendra yang belum puas jika dia belum mendapatkan informasi apapun.
"Diamlah," kata Angelina menggertakan giginya lalu perempuan itu kembali fokus memotong tomat miliknya.
Handra menghela nafas, "Baiklah, jika kau tidak mau memberitahukanku maka aku akan mencari tahunya sendiri." Kata Hendra segera berdiri lalu meninggalkan Angelina yang merasa frustasi di tempatnya.
Di negaranya, dia disiksa oleh You, sementara jika dia berada di negara C, dia disiksa batin oleh seorang pria bernama Hendra!!
__ADS_1
Lebih parahnya lagi, dua orang itu adalah orang yang besar yang cukup melelahkan untuk dihadapi.
...
Kenan yang sudah menerima informasi dari bawahnya langsung pergi ke kediaman You dan mendapati pria itu masih sibuk memegang bunga krisan.
You bahkan tak repot-repot menatapnya ketika dia kembali menghadap pada You.
"Tuan, Nona Angelina berada di kota H, dan sepertinya dia mengenal seorang penguasa di sana, karena pusat informasi kota H tidak bisa di sogok dengan banyaknya uang yang kita miliki.
"Juga, hanya dalam 1 jam ketika orang-orang kita tiba di sana, 20 diantaranya langsung terbunuh." Lapor Kenan sembari menahan rasa sakit di wajahnya setiap kali pria itu berbicara.
You yang sedari tadi memainkan bunga krisan di tangannya kini mengembalikan bunga itu ke vasnya lalu mengangkat kepalanya melihat Kenan yang memiliki wajah bengkak.
Mendengar itu, Kenan merasa seluruh darah dalam tubuhnya terasa mengalir begitu cepat dari sebelumnya.
Apakah karena dia kembali gagal maka saat ini ada bagian tubuhnya yang lain yang akan menerima hukuman?
"Maafkan saya tuan," jawab Kenan dengan suara tercekat sembari pria itu berusaha menahan tangannya agar tidak mengepal.
Bagaimanapun, tangannya masih sangat sakit setelah menampar wajahnya sendiri, jadi hanya untuk digerakkan sedikit, rasanya begitu sakit.
__ADS_1
"Turun ke lantai bawah dan berikan 100 tamparan pada perempuan yang ada di kamar tamu." Perintah You mengejutkan Kenan.
Apakah itu cara You menghukum dia dan juga Bella?
Tapi setelah dia memikirkannya kembali dia merasa aneh bahwa cara You menghukum Angelina sangat berbeda dengan cara pria itu menghukum Bella.
Perempuan yang lain mendapat hukuman di atas ranjang sementara yang lainnya mendapat hukuman dengan dikurang di dalam kamar ditambah 10p tamparan
Tapi pria itu tidak bisa membantah, dia langsung menjawab, "Baik Tuan!!"
Akhirnya Kenan keluar dari kamar You lalu pria itu memasuki kamar tamu.
"Ah!!"
"Dasar babi berwajah bengkak!! Lepas!!!"
"Akhh!!!"
"Hah!! To,, tolong berhenti!"
Kenan mengatur erat-erat giginya sembari menahan sakit pada tangannya setiap kali dia mendaratkan tamparan di wajah Bella.
__ADS_1
'Sial!! Baru 10 tamparan dan perempuan ini sudah hampir pingsan, lebih-lebih tanganku begitu sakit seolah-olah ingin lepas dari tempatnya.' gerutu Canon namun dia tidak bisa menghentikan tamparan itu.
Pokoknya harus genap 100!