Budak Ranjang Tuan Muda You

Budak Ranjang Tuan Muda You
98. Menghukum diri sendiri


__ADS_3

Kenan mengendarai sebuah mobil menuju kediaman You dengan kecemasan menyelimuti seluruh hatinya.


'Tuan pasti akan memberiku hukuman berat karena tidak mampu menemukan Angelina!!' pikirnya dalam hati sembari mengeratkan genggamannya pada setir mobil.


Dia masih dalam perjalanan ketika ponselnya tiba-tiba berdering memperlihatkan nama pemanggil adalah tuan mudanya.


Langsung saja wajah Kenan menjadi pucat pasi dengan baju pada bagian punggungnya basah oleh keringatnya sendiri.


"Tuan," Kenan menjawab telepon You dengan suara gemetar hingga membuat pria yang ada di seberang telepon langsung mengerti akan hal yang terjadi.


"Waktumu 3 menit untuk sampai di rumahku!!!" Perintah You dengan suara yang pelan namun suara itu mengandung tekanan yang luar biasa hingga membuat Kenan merasa seluruh tubuhnya menjadi kaku. .


Akhirnya, masalah yang ia timbulkan kini akan ia tuai hasilnya.


Untunglah saat itu Kenan sudah tidak terlalu jauh dari kediamannya, jadi setelah 2 menit, dia sudah memarkir mobilnya di depan rumahnya lalu pria itu berlari ke dalam rumah.


Drrtt...... Drrrtt...... Drrrtt........


Ponsel Kenan berdering, jadi pria itu menaiki tangga sembari mengambil ponselnya dari dalam saku lalu mengangkat telepon dari bawahnya.


"Katakan!!" Perintahnya dengan nafas tersengal karena dia merasa seluruh pakaiannya sudah dipenuhi keringat sebab ketakutannya akan hukuman yang hendak ia terima dari You.


"Kami menemukan bahwa Nona Angelina Burton berangkat ke negara C, lebih tepatnya ke kota H!" Jawab pria dari seberang telepon.


Kenan mengatur giginya, 'Harusnya aku kepikiran masalah ini, Sial!!!' Gerutu Kenan dalam hati lalu berkata pada bawahannya, "utus orang-orang kita ke sana untuk mencarinya. Ingat untuk tidak menyakitinya dan hanya memantaunya saja!"

__ADS_1


"Baik Tuan," jawab bawahan Kenan lalu panggilan itu segera diakhiri.


Tok tok tok....


Kenan mengetuk pintu kamar You.


"Masuk!" Suara You yang terdengar tenang dari dalam kamar membuat Kenan semakin ketakutan.


Lebih baik jika pria itu marah padanya dengan cara membentak, daripada marah dengan suara yang tenang.


Namun Kenan tetap membuka pintu lalu pria itu perlahan melangkahkan kakinya dan berdiri dengan tegap di depan You yang duduk tenang di sofa, pria itu sedang memainkan bunga krisan di tangannya.


"Kau gagal?" You bertanya dengan suara randah.


"Maafkan saya tuan, Nona Angelina telah meninggalkan negara ini dan pergi ke negara C, lebih tepatnya ke kota H." Jawab Kenan.


"Lalu?" Tanya You tanpa mengalikan perhatiannya dari bunga krisan membuat Kenan semakin gugup di tempatnya.


"Saya sudah menyuruh seseorang untuk pergi mengecek keadaannya." Lagi ucap Kenan.


"Lalu?" You kembali bertanya membuat Kenan semakin bingung harus menjawab apalagi pada pria itu.


'Sebenarnya Tuan mau apa? Mengapa dia terus bertanya, sementara aku sudah tidak tahu lagi hal apa yang harus diceritakan padanya?' Kenan berusaha memutar keras otaknya hingga dia teringat akan orang tua Angelina.


"Saya menemukan bahwa orang tua Angelina kini tinggal di kampung kumuh." Ucap Kenan.

__ADS_1


"Dan?" You kembali bertanya membuat Kenan merasa ingin mati seketika melihat pria di depannya tampak tenang.


Pria itu hanya memutar-mutar tangkai bunga krisan di tangannya sementara dia yang berdiri di depan pria itu, ia merasa lebih buruk daripada menjadi mayat.


"Ya Tuan,,, apakah Tuan membutuhkan informasi lainnya?" Kenan balik bertanya pada You.


Namun, setelah dia bertanya, dia melihat You berhenti memainkan bunga krisan lalu pria itu mengangkat wajahnya menatap Kenan.


Tatapan pria itu seperti sungai yang tenang, menghanyutkan!!! Dia sedang tenggelam ke dasar sungai itu,, saatnya menemui ajal!!!!


"Tuan! Saya minta maaf!!" Kata Kenan sembari melemaskan kakinya hingga lutut pria itu membentur lantai dengan keras membuatnya bersujud di depan You.


"Hukum dirimu sendiri! Setelah itu Aku ingin kau membawa Angelina kemarin sebelum aku bangun di pagi hari!!" Perintah You.


"Baik Tuan!" Jawab Kenan hendak berdiri untuk pergi ketika suara You kembali terdengar.


"Hukum dirimu di hadapanku!" Ucap You membuat Kenan langsung menelan air liurnya.


Menghukum dirinya sendiri di depan pria itu?


Kenan kembali berlutut lalu memenjamkan matanya dan menggunakan tangannya, ia menampar wajahnya dengan keras.


Tangan kanan dan tangan kirinya silih berganti menampar wajahnya hingga membuat tangan maupun wajahnya terasa begitu sakit.


Pria itu terus melakukannya sembari menunggu perintah dari You untuk berhenti.

__ADS_1


__ADS_2