Budak Ranjang Tuan Muda You

Budak Ranjang Tuan Muda You
85. Kenyataan yang mengejutkan


__ADS_3

"Aku turut berduka cita untuk kematian Kak Stella. Aku tidak menyangka dia akan meninggal dalam kecelakaan." Ucap pria gemuk itu mengejutkan Angelina.


"A,, apa? Kecelakaan?" Angelina bertanya dengan bingung sebab setahunya kakaknya meninggal akibat keracunan.


"Eh? Nona Bos belum tahu?" Pria gemuk itu meletakkan kotak di atas meja lalu duduk di kursi.


"Coba ceritakan padaku, Apa yang kamu ketahui tentang kematian kakak ku?" Tanya Angelina menatap seksama pria gemuk di hadapannya.


"Uh, Aku tidak tahu jelas, tapi yang penting orang-orang mengabarkan kalau dia meninggal karena kecelakaan namun pihak keluarga dan orang yang menabrak nya menyelesaikan masalah itu secara kekeluargaan." Ucap Pria gemuk.


"Menyelesaikan secara kekeluargaan??,, Kalau begitu terima kasih atas informasinya. Aku akan pergi sekarang." Kata Angelina mengambil kotak di meja lalu berdiri meninggalkan rumah itu.


Angelina baru akan keluar dari gerbang ketika pria gemuk mengikutinya keluar, "Biaarkan aku mengantar Nona Bos sampai di depan." Ucap pria gemuk lalu mereka berdua berjalan sampai ke depan gebang kampung kumuh.


Angelina berterima kasih pada pria gemuk lalu menahan taksi.


Di dalam taksi, Angelina membuka kotak di tangannya dan terkejut melihat barang-barang di dalamnya.


Foto-fotonya dengan kakaknya dan semua barang-barang kenangannya dengan kakaknya.

__ADS_1


Angelina merasakan matanya menjadi panas melihat kenang-kenangan itu, ia berusaha menahan air matanya agar tidak tumpah di pipinya.


Namun ketika dia melihat sebuah surat dengan tulisan tangan kakaknya, perempuan itu tak bisa lagi menahan air matanya.


Setiap kata yang ditorehkan di surat itu membuat Angelina merasakan kesakitan yang luar biasa.


*Untuk adik tersayang ku, Angelina. Jika kamu mendapat surat ini, maka saat itu Kakak sedang melihatmu dari surga, bersama dengan keponakanmu. Kakak menulis surat ini sebagai tanda perpisahan kita, adikku tersayang.


*Hiduplah dengan bahagia,,,,, jangan menangis atas kepergian Kakak dan Jangan menyalahkan dirimu sendiri atau orang lain. Kakak juga ingin menitipkan seorang pria yang kakak kenal adalah seorang pria yang sangat baik dan memperlakukan Kakak dengan sangat sempurna.


*Kalau kau bertemu dia, cobalah untuk memperlakukan dia dengan baik, Kakak akan menitipkannya padamu karena dia adalah pria yang kesepian dan hanya menghabiskan seluruh waktunya untuk bekerja.


*Semoga saja surat ini tidak pernah sampai kepadamu, tapi jika memang sampai maka kakak meminta maaf dan berterima kasih padamu. Aku menyayangimu....* Isi surat Stella.


Setelah membaca surat itu, Angelina menangis keras di dalam mobil sembari memeluk kotak pemberian kakaknya.


"Hiks... Hiks... Bagaimana bisa begini? Hiks hiks...." Tangisan Angelina yang begitu keras dan memilukan membuat sang supir taksi bergidik di tempatnya.


Dia ingin menghibur perempuan itu, tapi dia tidak tahu bagaimana caranya, Dia hanya bisa mengulurkan tisu pada Angelina untuk digunakan perempuan itu menyulam air matanya.

__ADS_1


Sepanjang perjalanan menuju kompleks platinum sang sopir hanya bisa mendengar itak tangis di belakangnya hingga mobilnya berhenti di depan kompleks.


"Maaf Nona, Saya hanya bisa mengantar Nona sampai di sini karena kendaraan umum tidak diizinkan masuk." Sang sopir berbicara dengan sangat hati-hati karena Angelina masih terus terisak di belakangnya.


"Ba,, baik. Terima kasih, hiks...hiks.." ucap Angelina sembari memberikan uang pada sopir itu.


"Ambil saja kembaliannya, hiks hiks...." Angelina segera membuka pintu taksi lalu turun sembari memeluk kotak berhaga miliknya.


Para penjaga yang ada di depan kompleks platinum memandang Angelina dengan heran.


Perempuan itu berjalan memasuki kompleks sambil terisak.


Begitu tiba di pos, Angelina mengambil kartu keanggotaan dari kantong nya lalu memperlihatkannya pada petugas tanpa berusaha menahan air matanya.


"Silahkan masuk Nona," ucap Sang petugas lalu membiarkan Angelina melanjutkan langkahnya sembari terus terisak.


'Kakak,, kenapa bisa begini? Kenapa?? Kenapa ibu dan ayah membohongiku?? Kenapa pula pria yang menjadi kekasih Kakak adalah pria kejam itu?' ada banyak sekali pertanyaan dalam hati Angelina hingga setiap kali dia melangkah, ia tidak berhenti meneteskan air matanya.


Pikirannya akan kakaknya dan calon keponakannya yang begitu malang cukup membuatnya merelakan matanya menjadi bengkak.

__ADS_1


__ADS_2