Budak Ranjang Tuan Muda You

Budak Ranjang Tuan Muda You
304.


__ADS_3

You yang sedang bersama orang-orang penting dari luar negeri di sebuah cafe langsung menatap keluar jendela ketika hujan yang deras mengguyur ibukota.


'Astaga, istriku,' ucap pria itu merasa sangat cemas, tetapi dia tidak bisa meninggalkan partner kerja sama mereka yang sedang duduk di depannya.


Bagaimanapun, orang di depannya sangatlah sibuk dan harus kembali ke luar negeri pada pukul 21.00 nanti.


Jadi pria itu mendesak seluruh rekan kerja nya dalam negeri agar pertemuannya dilakukan pada malam hari itu juga.


Oleh sebab itu, You hanya bisa menggunakan ponselnya secara diam-diam untuk mengirim pesan pada Angelina.


Drrrtttt..........!! Drrrtttt..........!!


Angelina yang juga cemas Di tempatnya langsung melihat ponselnya yang bergetar karena sebuah pesan yang masuk.


"Ah,, maaf, saya akan membalas pesan ini dulu," ucap Angelina pada Ariston yang sedang makan di depannya.


"Ah,, silahkan," ucap Ariston mempersilahkan Angelina sembari pria itu menatap jam tangannya.


Tingkah Ariston di depannya tak luput dari perhatian Angelina, jadi perempuan itu langsung tahu bahwa Ariston sedang buru-buru.

__ADS_1


Namun, dia tidak mengatakan apapun dan hanya membalas pesan yang masuk.


*Sayang, hujannya sangat deras, Apakah kau baik-baik saja?* Pesan dari Angelina.


Angelina tersenyum membaca pesan dari suaminya lalu perempuan itu menggerakkan kedua jari jempolnya mengetik balasan pesan untuk suaminya.


*Aku baik-baik saja, di luar hujannya sangat deras, Jadi kau tidak perlu buru-buru untuk menjemputku. Nanti akan ku telepon jika hujan di sini mulai mereda.* Ketik Angelina lalu mengirim pesan itu ke nomor suaminya.


Ariston yang duduk di depan Angelina sembari memperhatikan cara Angelina membalas pesan langsung tahu bahwa perempuan itu sedang membalas pesan dari Angelina.


Jadi dengan segera otot-otot tubuh pria itu memegang, tetapi dia masih bisa mengontrol wajahnya hingga tidak terlalu kentara bahwa dia sedang cemburu.


'Sebaiknya aku cepat-cepat makan, supaya kami bisa lebih cepat berpisah.' ucap Angelina dalam hati, lalu dia mempercepat makannya.


Dan akhirnya, telah selesai makan, Angelina menatap pria di depannya yang kini duduk sambil menatap jam tangannya.


Jadi Angelina langsung mengambil paper bag berisi ponsel baru yang ia beli lalu memberikannya pada pria di depannya.


"Ini,, adalah ponsel untuk mengganti ponsel Tuan yang terakhir kali saya rusak," ucap Angelina mendorong paper bag itu ke arah Ariston.

__ADS_1


Tentu saja Ariston tidak memperdulikan paperbag itu, karena dia bahkan bisa memiliki ponsel yang lebih mahal daripada yang diberikan oleh Angelina.


Tetapi karena benda itu adalah pemberian Angelina, maka dia dengan senang hati mengambilnya.


"Terima kasih," ucap Ariston.


Angelina tersenyum sambil menganggukkan kepalanya, 'Dia adalah orang yang tidak suka berbasa-basi,' ucap Angelina dalam hati lalu berkata, "Saya benar-benar minta maaf atas hal tersebut. Jika Tuan membutuhkan sesuatu yang lain, Tuan bisa mengatakannya pada saya."


Ariston mengangguk dengan lembut lalu pria itu berkata, "ini,, Sebenarnya saya buru-buru harus kembali ke apartemen saya, karena adik saya satu-satunya sedang sakit. Tapi melihat hujan begitu deras di luar, saya pikir tidak akan baik kalau meninggalkan Nyonya Jenkins sendirian di sini, jadi--"


"Ah,, tidak apa-apa," Sela Angelina, "suami saya akan datang menjemput saya, jadi tuan bisa pergi sekarang," kata Angelina dengan wajah yang begitu meyakinkan.


Tetapi sebenarnya wajah Angelina yang seperti itu semakin membuat Ariston merasa bahwa dia harus membuat Angelina lama-lama bersamanya.


Jadi pria itu berkata, "ini,, saya akan menjadi pria yang tidak tahu diri kalau membiarkan seorang perempuan menunggu sendirian di restoran ini. Jadi,, Bagaimana kalau Nyonya ikut ke apartemen saya saja?"


Ucapan pria di depannya langsung membuat Angelina memperlihatkan wajah terkejut nya, "eh? Ke--"


"Jangan salah paham," sela Ariston, "adik saya yang sedang sakit adalah adik perempuan. jadi Nyonya tidak perlu berpikir macam-macam bahwa saya akan melakukan sesuatu yang buruk. Lagi pula, di sana juga ada dokter yang merupakan dokter perempuan," ucap Ariston.

__ADS_1


__ADS_2