
Pada keesokan harinya Ketika Tuan Firdani sudah meninggalkanku ibukota untuk bekerja di luar kota, maka Sherin langsung keluar dari kamarnya bersama dengan ibunya.
Sherin menatap Nyonya Firdani, 'Untung saja Nyonya Firdani ini terlalu bodoh, saking rindunya dia dengan anak kandungnya yang telah meninggal, Dia sampai-sampai memperlakukanku seperti anak kandungnya sendiri.
'Tapi begini lebih bagus, dengan begitu aku lebih gampang memanfaatkannya!!!' pikir Sherin dalam hati sembari mengikuti ibunya yang membawanya ke taman rumah mereka untuk berjalan-jalan.
"Ibu, aku mau memberitahu keluarga Jenkins bahwa aku sudah positif hamil. Bagaimana kalau hari ini kita berkunjung ke keluarga Jenkins dan memberitahu mereka secara langsung?" Ucap Sherin yang tidak bisa membiarkan ketika You dan Tuan Jenkins menyembunyikan fakta dari semua orang di rumah mereka bahwa dia benar-benar hamil.
Nyonya Firdani menghentikan langkahnya lalu dia balik menatap putrinya dengan cemas.
Nyonya Firdani menatap cemas putrinya "Memang keluarga Jenkins harus mengetahui tentang kehamilan mu, tapi jika kita ke sana dan terjadi sesuatu pada kehamilanmu, maka itu akan membahayakan dirimu sendiri dan bayi itu.
__ADS_1
"Lagi pula, jika ayahmu sampai mengetahui Ibu membiarkanmu keluar, maka dia pasti akan sangat marah. Ibu tidak mau ayahmu kembali memarahimu lagi." Ucap Nyonya Firdani yang begitu cemas jika anaknya dibentak oleh suaminya.
Tetapi Sherin menggelengkan kepalanya, "Ibu tenang saja, kita hanya pergi memberitahu mereka lalu kita bisa kembali. Dari tadi aku sudah berusaha menelpon seluruh keluarga Jenkins, tapi tidak ada satupun dari mereka yang mengangkat teleponku.
"Padahal, mereka harus tahu tentang kehamilanku, karena bayi ini adalah bayi yang dialiri oleh darah keluarga Jenkins." Ucap Sherin sembari mengusap lembut perut datarnya.
Melihat anaknya yang begitu lembut dan tampak sedih mengusap perutnya, maka Nyonya Firdani tidak tahan untuk memegang tangan kedua putrinya lalu dia berkata, "kalau begitu, ibu akan mengantarmu sebentar, tapi kita hanya akan memberitahu keluarga Jenkins Lalu setelah itu kita kembali ke rumah. Kau mengerti?!" Tegas Nyonya Firdani langsung diangguki oleh Sherin.
"Baik Bu!!" Seru Sherin penuh semangat sembari menatap ibunya dengan senyum indah terukir di wajahnya.
Jadi perempuan itu merasa sangat senang, karena setelah sekian Minggu dia melihat senyum yang ada di wajah Sherin adalah senyum paksaan, maka hari ini dia melihat senyum yang tulus dari perempuan itu.
__ADS_1
Maka begitu, keduanya langsung bersiap untuk berangkat ke keluarga Jenkins demi memberitahu keluarga itu tentang kehadiran cucu mereka di rahim Putri keluarga Firdani.
"Pokoknya, aku harus berdandan dengan sangat cantik, agar ketika You melihatku, dia langsung terpesona padaku. Orang bilang perempuan yang hamil muda tampak lebih cantik dari yang biasanya, Jadi aku yakin You pasti akan sangat terpesona melihatku!!!" Ucap Sherin yang sedang duduk di meja riasnya sembari mengenakan berbagai peralatan make up yang terletak di atas meja riasnya.
Perempuan itu bahkan membutuhkan waktu selama 2 jam untuk berhati-hati mengaplikasikan make up ke wajahnya, agar tidak ada sedikitpun kesalahan.
Tok tok tok....
Suara pintu yang diketuk langsung membuat Sherin bersemangat, karena perempuan itu yakin bahwa yang mengetuk pintu adalah Nyonya Firdani yang akan membawanya pergi ke kediaman keluarga Jenkins.
"Masuk," seru perempuan itu dengan hati yang gembira langsung diiringi pintu yang terbuka memperlihatkan Nyonya Firdani yang telah siap untuk berangkat.
__ADS_1
"Tidak perlu berdandan terlalu cantik, Putri Ibu sudah sangat cantik tanpa make up!" Kata Nyonya Firdani dengan senyum perempuan itu sangat indah menata putrinya.
"Aku tahu Bu, kalau begitu kita berangkat sekarang," kata Sherin langsung diangguki oleh Nyonya Firdani lalu kedua orang itu segera meninggalkan kediaman mereka untuk berangkat ke kediaman keluarga Jenkins.