
"Aku rasa, dia sudah terlalu tergila-gila padaku hingga dewi mana pun tak ternilai lagi di matanya. Apa lagi dirimu yang seperti ini,, menurutmu,, apakah dia akan melirikmu?!!" Ucapan Angelina terngiang-ngiang dalam hati Sherin.
'Sialan!! Apa yang dimaksud tentangku sebagai perempuan seperti ini?? Apakah maksudnya aku tidak baik dan tidak pantas bersanding dengan You?!!' Sherin menggertakan giginya mengingat ucapan Angelina yang terlalu menusuk.
Rasa takutnya terhadap tetapan Angelina belum sepenuhnya pulih saat perempuan itu dengan langkah yang lemah berjalan meninggalkan taman.
Ketika dia pikir dia hendak meninggalkan kediaman keluarga Jenkins secara diam-diam, dia terkejut ketika Nyonya Jenkins ternyata menghampirinya.
"Nak Sherin!!" Panggil Nyonya Jenkins sembari berjalan cepat menghampiri perempuan yang agak kacau di depannya.
Nyoya Jenkins cukup terkejut melihat bagaimana penampilan Sherin setelah keluar dari taman, 'Apakah Angelina melakukan sesuatu padanya hingga membuatnya tampak ketakutan seperti ini?' pikir perempuan itu dalam hati sembari memperhatikan Sherin.
"Bibi," Sherin berusaha tersenyum karena dia bukan tipe perempuan yang suka memperlihatkan keterpurukannya pada orang lain.
Lagi pula, apa kata Nyonya Jenkins kalau perempuan itu tahu bahwa dirinya yang adalah perempuan paling sempurna malah dikalahkan oleh Angelina???
Jika Angelina saja tak bisa ia lawan, maka bagaimana bisa melawan banyak perempuan lain yang hendak mendapatkan You?
"Apa kau baik-baik saja? Wajahmu sedikit pucat!" Ucap Nyonya Jenkins yang merasa cemas dengan perempuan di depannya.
__ADS_1
"Aku baik, hanya saja, sepertinya tadi aku terlalu banyak makan." Ucap Sherin mengelas.
"Ah begitu,, kalau begitu, sebaiknya kau istirahat dulu sampai perutmu terasa lebih nyaman, barulah kembali. Nanti aku akan menyuruh You mengantarmu pulang," ucap Nyonya Jenkins.
Sherin berpikir sesaat, dia tahu bahwa You masih dalam keadaan marah, dan tentulah pria itu tidak akan suka bila dia terus mendekatinya tanpa jeda.
Tapi karena kekesalannya pada Angelina yang sudah menghinanya, maka perempuan itu langsung menganggukkan kepalanya.
"Baiklah, lagi pula aku harus ke toilet sebentar." Ucap Sherin lalu kedua perempuan itu kembali ke dalam rumah dan berbincang hangat di ruang keluarga.
Sementara di atas kamar, Angelina yang baru memasuki kamar langsung melihat suaminya yang baru saja selesai mandi.
You yang masih bertelanjang dada, dengan uap air hangat masih memenuhi tubuhnya langsung mendekati Angelina.
"Kau baik-baik saja?" Tanya You langsung memeluk perempuan itu dengan hangat.
"Aku baik-baik saja, tapi kau,,, apa perempuan itu berani menyentuhmu?!" Tanya Angelina yang curiga bahwa mereka baru selesai mandi, lalu suaminya kembali mandi setelah bertemu dengan Sherin.
Mungkinkah terjadi sesuatu?!!
__ADS_1
You melonggarkan pelukannya pada Angelina lalu menatap perempuan itu dengan tangan terulur ke belakang kepala Angelina.
Cup!
Sebuah kecupan besar mendarat di bibir Angelina.
You lalu berkata, "Perempuan itu menyentuhku, jadi aku takut baunya menem--"
"Apa?!! Perempun sialan itu!! Dimana dia menyentuh suamiku?!!" Angelina bertanya dengan marah sembari meraba kulit suaminya yang penuh dengan tanda merah buatannya.
You yang melihat kepanikan istrinya lalu tertawa kecil, "jangan khawatir, dia tidak banyak menyentuhku, tapi maaf karena tadi aku tidak bisa menjaga diri," ucap You menyesali kelengahannya.
Angelina menggertakkan giginya, "dia harus di beri pelajaran!! Dan kau juga!! Lain kali tidak boleh dekat-dekat dengannya lagi!!" Ucap Angelina kini begitu posesif pada suaminya.
Lampu kewaspadaan berwarna merah terang telah dinyalakan dengan terang!!!
"Iya, lain kali tidak,," ucap You kini merasa senang sebab Angelina ternyata begitu waspada kalau suaminya di dekati perempuan lain.
Sangat menggemaskan untuk istrinya yang biasanya tak perduli pada lelaki.
__ADS_1