
Angelina yang ditemani Tiara menuju ke apotek sini duduk dalam mobil dengan Angelina yang sementara membaca resep di tangannya.
'Bukankah obat-obat ini untuk penyakit jantung? Siapa yang dibelikan?' pikir Angelina yang merasa heran bahwa ibu mertuanya mendapat resep dari dokter untuk obat bagi penderita penyakit jantung.
"Ada apa Nyonya?" Tiara bertanya dengan rasa penasaran nya menatap wajah Angelina yang tampak aneh.
Angelina memindahkan tatapannya dari resep di tangannya lalu menatap Tiara, "apakah di keluarga jenkins atau orang terdekat Nyonya Jenkins ada yang menderita penyakit jantung?" Tanya Angelina.
Tiara berpikir sesaat sebelum membuka mulutnya untuk menjawab, katanya: "sepertinya tidak ada, memangnya kenapa?" Tanya Tiara.
Angelina kembali membaca daftar obat pada resep yang ada di tangannya, "resep ini ditujukan untuk orang dengan penyakit jantung. Kalau tidak ada yang menderita penyakit jantung di dekat Nyonya Jenkins, kenapa Nyonya Jenkins memiliki resep seperti ini?" Ucap Angelina sembari memikirkan hal aneh yang membuatnya sangat ingin menyelidiki nya.
"Kalau begitu, tanyakan saja pada tuan muda. Dia pasti mengetahui sesuatu!!" Ucap Tiara langsung dijawab gelengan kepala Angelina.
"Tidak,, pria itu sudah terlalu banyak beban pikiran karena perusahaan yang sedang menjalankan proyek besar. Tidak mungkin membuatnya memikirkan banyak masalah lain lagi," ucap Angelina yang merasa bahwa dirinya akan sangat keterlaluan ketika dia terus membebani suaminya.
__ADS_1
Apalagi suaminya sudah berusaha menyelesaikan sendiri masalah racun yang kemarin dibawa oleh ibunya ke kediaman mereka. Jadi tidak mungkin menambah beban lain lagi pada You.
Maka pada akhirnya Tiara dan Angelina tidak bercakap-cakap lagi, keduanya tenggelam dalam pikiran masing-masing sampai akhirnya mereka tiba di apotik, lalu membeli obat.
Setelah mendapatkan obat yang dimaksud, Angelina kemudian kembali ke kantor dan mendapati Nyonya Jenkins sedang bermain ponsel di ruangan You.
"Ibu, aku sudah mendapatkan obatnya," kata Angelina langsung memberikan obat ke tangan Nyonya Jenkins.
"Bagus," ucap Nyonya Jenkins sembari mengambil obat itu lalu menyimpannya ke dalam tasnya.
Nyonya Jenkins langsung menyipitkan matanya menatap perempuan di depannya, lalu beberapa detik kemudian perempuan itu berkata, "ini bukan obat apa-apa, jadi kau tidak perlu cemas!"
Ucapan Nyonya Jenkins semakin membuat Angelina merasa sangat curiga pada perempuan itu.
Jelas-jelas resep tersebut adalah resep untuk penyakit jantung. Jadi mana bisa dikatakan sebagai bukan apa-apa?
__ADS_1
"Baiklah,," jawab Angelina tidak mau mendesak perempuan di depannya hingga memilih memainkan ponselnya lalu kedua perempuan itu sibuk di dalam aktivitas mereka masing-masing.
Setelah menunggu sekitar 30 menit, akhirnya You kembali ke ruangan itu dengan wajah yang sedikit pucat karena kelelahan.
"Sayangku,," Angelina langsung menarik You agar pria itu duduk di sampingnya.
"Kau kelihatan sangat lelah, ayo makan dulu," ucap Angelina langsung membuka kotak bekal di depannya.
You memperhatikan istrinya yang membuka kotak bakal lalu menatap ibunya yang kini menatapnya.
"Ada apa ibu tiba-tiba datang kemari?" Tanya You yang merasa aneh, sebab biasanya ibunya tidak pernah mengunjungi kantornya.
Kecuali ada hal mendesak yang diperlukan oleh perempuan itu, barulah Nyonya Jenkins berkunjung.
"Tidak apa, ibu hanya ingin memastikan kesehatanmu, jadi ibu datang berkunjung." Ucap Nyonya Jenkins sembari memperhatikan Angelina yang kini membuka semua kontak bekal di atas meja.
__ADS_1
'Bagus,, cepatlah berikan makanan beracun itu pada suamimu!!!' Ucap Nyonya Jenkins dalam hati kini tak sabar melihat You memarahi Aqangelina.