
Angelina tiba di rumah sakit, perempuan itu langsung memasuki kamar You dan melihat You sudah duduk di tempat tidur, pria itu menghadap ke arah pintu.
Angelina menghentikan langkahnya saat melihat You langsung tersenyum ketika dia tiba.
'Jangan-jangan dia sudah menunggu lama?' pikir Angelina dalam hati, ia merasa aneh bahwa pria itu mau menunggu seseorang.
"Kau sudah sampai, Aku menunggumu dari tadi." Ucap You menjawab pertanyaan Angelina.
"Aku memasak dulu sebelum datang," ucap Angelina langsung membongkar makanan yang telah ia siapkan.
"Kau memasak?" You langsung mengulurkan tangannya memegang tangan Angelina, "untunglah kau tidak terluka," ucap pria itu dengan wajah cemas digantikan wajah lega.
"Jangan berlebihan!" Kata Angelina menghentak tangan You lalu perempuan itu kembali fokus pada kotak bekal di hadapannya.
Setelah beberapa menit, Angelina sudah memasang meja di ranjang lalu menyuapi pria itu dengan bubur tawar yang ia buat.
"Apa aku sudah sarapan?" Tanya You ketika dia melihat perempuan di depannya tampak berwajah datar, tidak ada sedikit pun kelembutan di wajah Angelina meskipun gerakan tangan perempuan itu sangat lembut menyuapinya.
"Nanti," jawab Angelina dengan singkat.
"Hm," You menghela nafas sambil mengambil telpon di sampingnya, "Bawa sarapan sehat kemari!!" Perintahnya pada Brano.
"Baik Tuan," jawab pria dari seberang telpon.
Setelah menunggu beberapa menit, Akhirnya Brano kembali datang bersama beberapa pelayan.
Pelayan itu dengan segera menata makanannya di meja yang terletak dalam kamar, tetapi You kemudian menghentikan mereka.
"Letakkan di sini," ucap You merujuk pada meja di atas ranjang.
__ADS_1
"Baik Tuan," para pelayan tidak membantah, mereka langsung menuruti keinginan You.
"Meja di sini sempit, tidak akan cukup, aku bisa makan di sana nanti," ucap Angelina yang merasa kesal pada You.
"Perlebar mejanya!" Lagi perintah You membuat Brano langsung bergerak cepat meminta seseorang membawa meja lebih besar untuk diletakkan di ranjang.
Tak lebih dari 2 menit, akhirnya meja tersebut diganti, lalu semua makna. Yang diberikan pada Angelina memenuhi meja.
"Makan sendiri buburmu." Ucap Angelina pada You Langsung merubah wajah pria itu.
"Kau marah?" Tanya You dengan wajah takutnya melihat perempuan di depannya.
Angelina kebingungan "Hah?" .
"Apa kau marah karena aku menaruh makanan disini?" Tanya You.
Angelina masih bingung, lebih tepatnya bingung dengan pria yang tiba-tiba menjadi aneh di depannya.
You mengeryit, "Jadi kau tidak marah?"
Angelina menghela nafas, "memangnya aku terlihat marah?" Tanya Angelina.
"Oh,, lalu mengapa kau berhenti menyuapiku?" Tanya You membuat Angelina hampir gila.
"Meja ini terlalu besar, tanganku tidak sampai untuk menyuapimu." Ucap Angelina membuat You langsung menatap meja di hadapannya.
Benar!!
Pria itu menjadi kesal lalu melihat Brano yang berdiri di sudut ruangan, "Buat meja ini ja--"
__ADS_1
"Sudahlah,, aku tidak berselera makan kalau kau masih mengganti mejanya," ucap Angelina merasa kesal pada pengaturan You.
"Oh,," mata You tampak meredup, dia ingin disuapi, tapi tidak ingin membuat nafsu makan Angelina menghilang.
Jadi pria itu tampak sedikit murung menyuap buburnya secara mandiri.
Namun, ketika melihat perempuan di depannya tampak lahap menikmati sarapan yang ia siapkan, perasaan pria itu menjadi lebih baik.
Ia makan dengan lahap sampai semua buburnya habis.
"Bereskan ini," ucap Angelina saat ia juga selesai makan.
Brano langsung memanggil pelayan untuk membreskan semua makanan di meja.
Tiba-tiba seorang perawat memasuki kamar, perawat itu tampak terkejut melihat You belum tidur.
"Tuan, Tuan harus tidur," ucap perawat itu membuat You menatap cemas pada Angelina.
Takut bila Angelina diam-diam pergi saat ia sedang terlelap.
"Bukankah ini sudah siang? Mengapa dia harus tidur lagi?" Angelina bertanya dengan bingung.
"Itu karena sedari subuh tadi Tuan sudah terjaga, katanya menunggu Nyonya, jadi saya khawatir kalau istirahatnya tidak cukup, akan berpengaruh pada kesembuhannya." Kata sang perawat mengejutkan Angelina.
"Dari subuh?" Tanya Angelina pada You.
You tampak gelagapan, "Itu,,"
"Sudah, tidurlah, aku akan menunggui mu di sini," ucap Angelina saat melihat wajah You tampak kesulitan untuk berbicara.
__ADS_1
"Oh," You langsung tersenyum lalu dengan patuh berbaring untuk tidur.