Budak Ranjang Tuan Muda You

Budak Ranjang Tuan Muda You
162.


__ADS_3

"Aku tidak memaksamu," ucap You saat melihat perempuan di depannya kini mematung setelah permintaannya.


Angelina masih terdiam, perempuan itu tertunduk sebentar merenungkan perilaku You.


'Mengapa aku merasa bersalah mendengar ucapan pria itu? Kenapa aku merasa sakit?' Angelina terus tertunduk sembari menghabiskan makanannya.


Setelah selesai makan, perempuan itu menyuruh pelayan untuk membereskan semua sisa makanan.


Sementara Angelina, dia berlalu di toilet lalu duduk kloset sembari berpikir tentang hubungannya dengan You.


"Tidka bisa begini, aku harus bertanya," ucap Angelina setelah dia berpikir panjang lalu perempuan itu segera keluar dari toilet dan menghampiri You yang duduk di ranjang dengan tatapan terkunci pada Angelina.


"Kau sudah mau pulang?" Tanya You sembari memperhatikan perempuan yang mendekat ke arahnya.


Angelina menggelengkan kepalanya lalu perempuan itu naik ke ranjang dan turut berhadapan dengan You.


"Ada apa?" Jantung You berdetak tak karuan karena dia takut melihat ekspresi Angelina yang seakan mengatakan sesuatu yang tidak menyenangkan.


"Itu,, aku ingin bertanya sesuatu," kata Angelina dengan wajah serius menatap pria di depannya.

__ADS_1


"Apa itu?" Tanya You sembari mengepal erat tangannya.


"Apa alasanmu menyelamatkan ku dari kota H?" Tanya Angelina.


You terdiam sesaat, ia menenangkan dirinya karena berpikir Angelina tidak senang di bawa keluar dari rumah Hendra.


Jadi pria itu langsung bertanya, katanya, "Apa kau tidak suka?"


Angelina menggelengkan kepalanya lalu kembali berkata, "Bukan begitu, aku hanya bertanya alasanmu membawaku kembali ke rumahmu.


"Kau juga memperlakukan ayah dan ibuku dengan sangat baik, bahkan semua barang-barang ku yang tertinggal di kamarmu, satupun tidak kau pindahkan dari tempatnya. Kenapa kau melakukan semua itu?" Tanya Angelina.


Tapi perempuan itu sangat terkejut saat You kemudian menjawab.


Kata pria itu, "Aku melakukan semuanya itu karena aku merasakan perasaan yang sama dengan yang kurasakan pada kakak mu. Awalnya aku berpikir aku melakukannya karena rasa bersalah kepada Stella, tetapi setelah beberapa waktu berlalu, aku sadar kalau aku tidak melakukannya karena alasan Stella, tetapi karena hatiku sudah menjadi milikku.


"Kalau kamu tidak keberatan, bolehkah kau memberiku kesempatan untuk berubah? Aku tahu dan menyadari semua kesalahan yang sudah ku lakukan padamu, jadi aku ingin menebus semuanya dan membuktikan kalau aku juga--"


"Sudah!! Aku sudah tahu maksudmu, jadi aku pergi sekarang." Ucap Angelina yang masih membutuhkan waktu untuk mencerna segala sesuatu yang kini berjalan di luar prediksi nya.

__ADS_1


Perempuan itu lalu meninggalkan kamar You dengan hati tak karuan.


You terdiam di tempatnya tanpa bisa mencegah Angelina, dia tahu dan sadar bahwa dirinya telah salah, jadi dia tidak bisa memaksa Angelina untuk memaafkan nya, jika perempuan itu memang tidak mau melakukan nya.


Pada akhirnya, dari waktu itu sampai pada keesokan harinya, You tidak bisa tidur karena rasa takutnya jika Angelina tidak kembali lagi menemuinya.


"Tuan," Brano masuk ke kamar You pada keesokan harinya sembari membawa makanan untuk menjadi makan siang You.


"Jangan menggangguku," ucap You tanpa repot-repot menoleh ke arah Brano.


"Tapi,, ini adalah masakan yang dikirim Nyonya dari villa. Dokter juga mengatakan bahwa jika Tuan sudah selesai makan siang, kita sudah bisa ber beres untuk kembali." Ucap Brano mengejutkan You.


Makanan yang di masak Angelina?


Pria itu langsung melihat ke arah makanan yang telah di tata rapi oleh para pelayan di atas meja.


"Berikan padaku." Perintah You pada para pelayan itu lalu pada pelaya segera mengangkat meja dan meletakkannya di atas ranjang di depan You.


Pria itu makan dengan lahap dengan Brano yang menahan senyumnya melihat kelakuan tuanya.

__ADS_1


__ADS_2