
"Ibu membuat kue lagi!!" Angelina berseru menghampiri Ibu mertuanya yang sedang sibuk di dapur.
Beberapa waktu terakhir penciuman Angelina begitu tajam hingga ketika dia berada di lantai 2, dia bisa mencium aroma wangi masakan ibu mertuanya.
"Iya, kemarilah," ucapan Nyonya Jenkins langsung memanggil Angelina ketika dia sedang memindahkan kue dari loyang cetakan ke sebuah piring datar.
Kue yang tampak menggoda itu langsung membuat Angelina menelan air liurnya lalu dia duduk di kursi sembari menantikan Ibu mertuanya selesai menyiapkan kue-kue itu untuk ia santap.
"Ibu membuat banyak, jadi kita akan membawanya ke kantor ayahmu dan suamimu dan beberapa juga akan Ibu kirim ke Villa." Ucap Nyonya Jenkins langsung membuat Angelina menganggukkan kepalanya.
"Kalau begitu aku yang akan mengantarnya ke kantor suamiku dan ibu bisa mengantarkannya pada ayah. Sementara kue yang akan dibawa ke Villa, biar Tiara dan Marlin saja yang mengantarnya, sekalian aku ingin menitip sesuatu pada mereka untuk dibawakan pada ibu." Ucap Angelina yang sangat bersemangat.
Sejak pagi tadi, ketika You meninggalkan rumah, dia merasa tidak tenang, seolah suaminya sedang pergi untuk menghadapi bahaya.
Jadi ketika dia akan pergi membawakan kue untuk suaminya, maka perempuan itu merasa sangat senang.
"Kalau begitu, makan kue itu, dan ibu akan membungkus kue-kue ini." Ucap Nyonya Jenkins langsung menaruh kue di depan Angelina, lalu perempuan itu segera mengambil beberapa kotak bekal untuk diisi kue.
__ADS_1
"Oya Bu, kapan ibu akan membuat makanan instan yang terakhir kali ibu buat 3 hari yang lalu?" Tiba-tiba tanya Angelina sembari perempuan itu menggigit kue yang ada di tangannya.
"Ahhh,," ucapan Angelina langsung membuat Nyonya Jenkins kembali teringat bahwa sudah beberapa hari berlalu sejak terakhir kali ia membuatkan menantunya makanan instan.
Jadi perempuan itu berkata, "ibu akan membuatnya nanti malam."
Ucapan Nyonya Jenkins langsung membuat Angelina merasa sangat senang, karena dia sangat rindu untuk makan makanan instan itu lagi.
Tetapi, karena dia dilarang untuk makan makanan instan dan juga dilarang untuk pergi ke dapur karena takut bila dia terluka, maka dia hanya menyimpan keinginannya dalam hati.
Akhirnya, setelah Nyonya Jenkins dan Angelina selesai berganti pakaian, kedua orang itu menaiki mobil yang akan mengantar mereka ke kantor suami mereka masing-masing.
"Baik Bu," jawab Angelina sembari memeluk erat paper bag berisi kue untuk suaminya.
Melihat Angelina yang begitu bersemangat langsung membuat Nyonya Jenkins merasa sangat senang, jadi dia duduk dengan santai sambil menunggu mobil mereka tiba di kantor You.
Dan setelah beberapa menit menunggu, akhirnya mobil mereka tiba di kantor You, lalu Angelina langsung melambaikan tangannya ke arah Ibu mertuanya yang masih duduk di dalam mobil
__ADS_1
"Nyonya," seorang pengawal yang sudah mengenali Angelina langsung membiarkan perempuan itu menaiki lift khusus yang akan mengantarnya ke kantor You.
"Terima kasih," ucap Angelina sembari memasuki lift dan duduk di sana sembari menunggu lift itu tiba di kantor You.
Dan akhirnya, lift itu benar-benar berhenti lalu Angelina keluar dari lift dan terkejut melihat You sedang bersama seseorang.
"Sayang," You juga terkejut akan kedatangan istrinya yang tiba-tiba, jadi pria itu tak bisa menahan untuk memanggil istrinya dan berjalan menghampiri istrinya.
"Kenapa tak mengatakan kalau kau akan datang?" Tanya You langsung mengambil paper bag dari tangan Angelina agar dia yang membawa benda berat itu.
Sementara itu, pria yang sedari tadi berbincang dengan You langsung mengepalkan tangannya dan tatapannya menggelap melihat keromantisan dua orang di depannya.
Angelina langsung memperhatikan pria yang bersama suaminya dan dia melihat bahwa pria itu tidak senang akan kedatangannya, jadi dia berkata, "Ah,, sepertinya kau sibuk. Biar aku menunggumu di ru--"
"Ahh," You baru teringat akan Ariston, jadi pria itu langsung menatap Ariston sambil berkata, "Tuan Ariston, perkenalkan ini istri saya, Angelina."
Angelina langsung memberi hormat pada pria di depannya lalu berkata, "saya Angelina Jenkins, senang bertemu dengan Tuan."
__ADS_1
Ariston menganggukkan kepalanya, "hm!" Jawab pria itu dengan gigi-gigi terkatup erat karena pada saat itu dia benar-benar marah.