Budak Ranjang Tuan Muda You

Budak Ranjang Tuan Muda You
167


__ADS_3

yang baca bab 166 masih dobel, bisa baca ulang ya....


"Belum pasti, tapi dari baunya aku merasakan bahwa ini aroma dari racun yang berasal dari negara C," ucap Angelina yang juga tak begitu yakin.


"Nyonya juga bisa mengetahui racun hanya dengan mencium baunya? Bahkan langsung mengetahui asal racun tersebut?" Tanya Tiara yang begitu kagum dengan kemampuan Angelina.


"Hm,, dulu di luar negeri aku mempelajari banyak hal karena kami melakukan berbagai misi yang berbahaya. Dan senjata paling mematikan di dunia ini bukanlah pedang ataupun peluru, tetapi racun yang masuk ke dalam tubuh." Ucap Angelina membuat Tiara dengan angguk-angguk kagum pada nyonya nya.


"Tapi, kalau Nyonya benar-benar mencium aroma racun dari herbal ini, Mengapa ibu Nyonya membawakan herbal beracun untuk tuan?" Tanya Tiara dengan hati-hati sebab dia takut menyinggung perempuan di depannya.


Bagaimanapun, Raina adalah ibu kandung Angelina, jadi membicarakan perempuan itu sama saja dengan membicarakan Angelina.


Tetapi Angelina sama sekali tidak tersinggung, perempuan itu hanya kembali membereskan ramuannya, "pastilah bukan ibu yang melakukan saja ramuan ini memang beracun sejak dibeli oleh ibu." Ucap Angelina kemudian mencuci tangannya di wastafel.

__ADS_1


"Kemas kembali ramuan itu dan simpan di tempat yang aman. Aku akan melihatnya lagi nanti." Ucap Angelina yang merasa bahwa dirinya harus menyelidiki asal usul ramuan itu.


"Baik Nyonya," jawab Tiara dengan patuh lalu perempuan itu segera mengemas ramuannya dan membawanya ke tempat yang aman untuk disimpan.


Angelina yang tinggal membersihkan tangannya kini mengeringkan tangannya sembari beepikir, 'aroma racun itu seperti aroma racun dari negara c yang dikembangkan oleh perusahaan herbal di bawah naungan Hendra. Tapi pria itu tidak mungkin sebodoh itu untuk memberikan racun pada Ibuku.


'Bagaimanapun, dia tahu bahwa aku adalah orang yang memiliki banyak pengetahuan tentang racun dan obat-obatan.' pikir Angelina dalam hati, ia merasa sangat aneh dengan asal usul racun pada ramuannya.


Angelina tidak mau membuat suaminya curiga, jadi perempuan itu kembali menghampiri suaminya yang masih sementara duduk menonton TV.


"Aku tidak sengaja menumpahkan ramuan itu hingga tidak bisa lagi ku buat untukmu. Tapi aku akan menyuruh Tiara untuk membelikan ramuan yang lain," kata Angelina sembari duduk dengan wajah dipenuhi rasa bersalah.


You sama sekali tidak keberatan, ia mengulurkan tangannya memeluk pinggang perempuan itu dengan tangan yang lain menarik kepala Angelina agar bersandar pada tubuhnya, "jangan minta maaf, itu bukan salahmu," ucap You dengan suara lembut.

__ADS_1


Angelina ikut mengulurkan tangannya memeluk pinggang You sembari berkata, "terima kasih."


"Hm," Jawab You dgn singkat, bersamaan dengan mata pria itu kini tertuju pada layar TV, sebab serial yang diperintahkan Angelina untuk ia tonton kini kembali tayang setelah iklan beberapa menit.


Tatapan You tak luput dari perhatian Angelina, dan perempuan itu merasa hangat dalam hatinya melihat suaminya yang benar-benar fokus pada film di depan mereka.


'Padahal aku tahu bahwa pria ini tidak akan pernah membuang-buang waktunya hanya untuk menonton serial drama tidak penting seperti itu. Tapi dia melakukannya dengan sangat serius hanya karena aku memintanya.' pikir perempuan itu dalam hati sembari mengeratkan pelunganya pada pinggang You dengan mata yang tertutup menikmati kebersamaan mereka.


"Kalau kau mengantuk, kau bisa tidur, aku akan menceritakan serial TV ini padamu," kata You sembari mengelus rambut Angelina membuat perempuan itu menahan tawanya.


'Pria ini berpura-pura bodoh atau memang bodoh? Serial drama seperti ini sudah bisa dilihat di aplikasi, jadi ketinggalan jam tayang pun tidak ada masalah bagiku.' ucap Angelina dalam hati yang merasa konyol dengan tingkah suaminya.


Tetapi perempuan itu tidak mengatakan apapun dan hanya terus memejamkan matanya, kalau suaminya ingin melakukannya maka perempuan itu tidak akan mencegahnya.

__ADS_1


__ADS_2