Budak Ranjang Tuan Muda You

Budak Ranjang Tuan Muda You
204.


__ADS_3

Setelah 2 hari memulihkan diri, akhirnya keadaan Nyonya Jenkins membaik.


Tetapi perempuan itu sangat cemas karena sejak insiden terakhir, Sherin tak pernah mau mengangkat teleponnya, pesan nya pun tak pernah di balas.


'Suamiku akan marah besar jika dia tahu bahwa aku telah mengacaukan perjodohan putraku dengan Sherin.' pikir Nyonya Jenkins dalam hati.


Sedari tadi dia berusaha menghubungi Sherin, tetapi tak pernah digubris oleh perempuan itu.


"Tidak bisa dibiarkan begini,, sebaiknya aku berkunjung ke kediaman mereka." Ucap Nyonya Jenkins, lalu perempuan itu turun ke lantai bawah untuk membuat manisan yang akan di bawah ke keluarga Firdani.


Sementara Nyonya Jenkins membuat manisan untuk keluarga Firdani, maka di keluarga Firdani, Sherin sedang duduk merenung di kamarnya.


Perempuan itu memandangi ponsel nya yang mencatatkan ada puluhan panggilan tak terjawab dari Nyonya Jenkins.


"Hah,,!! Kenapa dia menghubungiku lagi? Apakah dia berniat untuk mempermalukan ku di depan perempuan rendahan itu??" Sherin berdecak kesal sembari memalingkan wajahnya dari ponselnya.


'Pokoknya aku harus mencari cara yang lebih baik untuk mengalahkan Angelina, aku tidak mau perempuan itu berjaya memiliki You, sementara aku malah ditindas oleh Nyonya Jenkins!!! Pokoknya, aku harus membalaskan dendam ku pada perempuan itu dan juga pada keluarga Jenkins.' pikir Sherin yang merasa bahwa dia tidak bisa dikalahkan begitu mudah.


Perempuan itu harus balas dendam!!!!!


Ketika dia sedang berpikir keras, tiba-tiba ponselnya kembali berdering dengan nomor baru yang memanggil.

__ADS_1


'Siapa ini?' Pikir sherin melihat nomor baru yang menelpon di ponsel nya.


"Halo?!!" Jawab Sherin dengan suara yang kesal karena berpikir itu adalah nomor baru yang digunakan oleh Nyonya Jenkins untuk menelepon nya.


"Sherin Firdani, lulusan universitas xx internasional, pernah menjadi korban pelecehan dari paman sendiri dan--"


"Sialan!! Siapa kau!!!" Sela Sherin dengan wajah yang pucat karena tidak sanggup mendengar ada seseorang yang berani mempermainkan nya menggunakan masa lalunya yang sudah ia kubur dalam-dalam.


"Ha ha ha.. aku adalah orang yang mengetahui segala informasi mu yang seharusnya tidak pernah terbongkar ke luar!!!" Suara dari seberang telpon terdengar begitu menakutkan sehingga membuat Sherin gemetar di tempatnya.


"Apa yang aku inginkan?!!" Tanya Sherin sembari menggertakkan giginya dengan nafas tersengal.


"Ha ha ha... aku ingin menukar informasi yang kumiliki dengan sesuatu yang berharga." Ucap Pria dari seberang telpon dibarengi tawa kecil yang mengerikan.


"Oh ha ha ha... aku tidak pernah membutuhkan uang!!! Aku hanya butuh kau melakukan sesuatu untukku!!" Ucap pria dari seberang telpon membuat Sherin menjadi sangat marah karena seumur hidupnya dia sudah bertekad untuk tidak pernah lagi di peralat oleh siapapun.


Tapi sekarang....?!!


"Cepat katakan!!!" Bentak Sherin yang tidak bisa lagi mengontrol amarahnya karena selama 2 hari ini, dia sudah begitu sabar dalam kemarahannya pada keluarga Jenkins.


"Aku akan mengirim alamat padamu, kau harus datang sendirian ke tempat itu!!!" Ucap pria dari seberang telepon langsung menutup panggilan itu.

__ADS_1


Tut tut tut.....


"Sial!!" Langsung teriak Sherin dengan begitu marahnya.


Nafas perempuan itu tersengal tak karuan hingga pintu kamarnya di ketuk.


Tok tok tok.....


Fiuhhhhh.......


Fiuhhhhh.......


Fiuhhhhh.......


Sherin menghela nafas panjang 3 kali menenangkan amaranya lalu melihat dirinya di cermin.


Perempuan itu tersenyum bahagia lalu berlari membuka pintu ya kamarnya.


"Ibu!!" Seru Sherin menyambut ibunya yang muncul dari balik pintu.


"Putriku sayang, saatnya makan siang." Ucap perempuan dengan senyum ramah langsung diangguki oleh Sherin, lalu kedua perempuan itu pergi bersama ke ruang makan.

__ADS_1


'Tenang Sherin,, tenang,, tidak ada yang bisa membuatmu diusir dari keluarga ini...!!' ucap Sherin pada dirinya sendiri.


__ADS_2