
Mobil berjalan dengan kecepatan sedang menuju kediaman keluarga Jenkins.
Dan karena saat itu belum jam istirahat, maka tidak ada kemacetan yang berarti hingga mereka tiba dengan selamat di kediaman keluarga Jenkins.
Begitu turun dari mobil, Angelina masih tetap dirangkul oleh suaminya dengan Tuan dan Nyonya Jenkins berdiri menatap mereka berdua.
"Kalian masuklah. Jika kalian membutuhkan sesuatu, kalian bisa menyampaikannya pada para pelayan." Kata Tuan Jenkins langsung diangguki oleh You, lalu Tuan dan Nyonya Jenkins memasuki rumah.
Begitu Tuan dan Nyonya Jenkins menghilang dari pandangan mereka, Angelina langsung mendongak menatap suaminya, "sepertinya ayahmu sudah mulai membuka hati untukku, tetapi ibumu sepertinya tidak terlalu menyukaiku," ucap Angelina langsung membuat You menganggukkan kepalanya.
"Tidak ada yang lebih berkuasa di rumah ini selain kau tidak perlu khawatir pada Ibuku. Perlahan-lahan Ibuku pasti bisa menerimamu seperti ayahku yang sudah mulai menerimamu." Kata You langsung diangguki oleh Angelina, lalu kedua orang itu memasuki kediaman, dengan You yang langsung pergi ke dapur.
Sementara Angelina, perempuan itu berhenti di depan kamar Nyonya Jenkins 3 dan mengetuk pintu kamar tersebut.
__ADS_1
Tok tok tok...
Suara ketukan pintu langsung membuat Nyonya Jenkins tiga yang sementara duduk menikmati biskuit kini menoleh ke arah pintu.
"Itu mungkin cucu menantuku, cepat bukakan pintunya!!!" Ucap Nyonya Jenkins yang jelas tahu bahwa selain cucu menantunya, tidak ada orang lain yang mengetuk pintu kamarnya ketika hendak memasuki kamar.
Sebab semua orang di rumah itu memiliki kebiasaan langsung membuka pintu kamar ketika mereka masuk ke kamar Nyonya Jenkins tiga. Atau bahkan tak pernah mengunjungi nya.
"Nenek!!" Seru Angelina langsung berlari kecil ke arah Nyonya Jenkins dan memeluk perempuan itu sambil mendaratkan sebuah ciuman di pipi Nyonya Jenkins yang telah berkerut karena dimakan oleh usia.
Perlakuan Angelina yang begitu hangat kepadanya langsung membuat Nyonya Jenkins tersenyum senang, ia membalas pelukan cucu menantunya sembari perempuan itu berkata, "akhirnya cucu menantu ku datang lagi, nenek sangat senang melihat kehadiranmu. Bagaimana keadaan cicit ku?"
Mendengar pertanyaan Nyonya Jenkins, Angelina langsung melepaskan pelukan mereka lalu perempuan itu memegang tangan Nyonya Jenkins dan meletakkannya di perut datar miliknya.
__ADS_1
"Cicit nenek baik-baik saja, dia pasti sangat senang karena bisa berinteraksi lagi dengan nenek." Kata Angelina langsung membuat Nyonya Jenkins meraba-raba perut datar Angelina dengan senyum penuh kerutan di wajah perempuan itu, tampak sangat hangat dan menenangkan hati.
"Bagus sekali, aku berharap cicitku sehat-sehat selalu,," kata Nyonya Jenkins dengan mata berbinar-binar melihat ke arah perut datar Angelina.
Perempuan itu seolah melihat nyata cicitnya yang masih bersembunyi di rahim Angelina.
Hal itu membuat hati Angelina menjadi lebih hangat, jadi dia memegang kedua tangan Nyonya Jenkins dan berkata, "Suamiku sedang memasak di dapur, apakah nenek ingin memakan sesuatu? Biar aku memberitahunya supaya dia memaksakannya untuk nenek."
Nyonya Jenkins tampak berpikir selama beberapa detik, lalu perempuan itu kemudian menganggukkan kepalanya, "kalau begitu ayo kita pergi ke sana, karena nenek ingin dia memasak sesuatu yang akan nenek ajarkan padanya." Kata Nyonya Jenkins dengan sangat bersemangat langsung membuat Angelina menganggukkan kepalanya.
Maka begitu, keduanya pergi ke dapur menemui You.
__ADS_1