Budak Ranjang Tuan Muda You

Budak Ranjang Tuan Muda You
89. Bangkrut


__ADS_3

Angelina mengerjapkan matanya dengan kepala yang begitu pusing dan rasa sakit di sekujur tubuhnya.


Ketika dia bisa melihat keadaan di sekitarnya, perempuan itu langsung duduk dan mendapati dirinya ditinggalkan sendirian di sebuah halte.


"Sial!!" Angelina menggerakkan giginya sembari melihat tempat itu sangat sepi.


Terlebih, mulutnya terasa sangat sakit ketika bicara. Tapi itu tidaklah penting, yang terpenting sekarang adalah mencari cara untuk pulang.


Angelina memperhatikan pakaiannya dan melihat dia memiliki saku, namun ketika merogonya, dia tidak menemukan apapun di dalam saku tersebut.


"You!!!" Angelina berteriak sangat kesal dan sangat marah.


"Dasar Pria Sialan!! Aku bersumpah akan mencekikmu sampai mati!!!" Umpat Angelina merasa sangat kesal dengan You.


"Entah bagaimana bisa Kakakku memiliki kekasih seperti itu! Ukhhh!!" Angelina merasakan darah kembali mengalir dalam mulutnya.


'Sial!! Pria itu pasti menggigitku lagi.' geram Angelina dalam hati sembari meludah memuntahkan darah.


Setelah mengurus rasa sakitnya, Angelina mengamati tempat itu dan menyadari bahwa dia berada di dekat kampung kumuh.


'Sialan!! Bisa-bisanya pria itu membawaku sampai di sini tanpa memberiku sebesar pun uang, ataupun membiarkanku membawa ponselku.' Angelina merasa sangat kesal.

__ADS_1


Perempuan itu tidak punya pilihan lain selain tetap duduk di halte untuk menunggu pagi menjelang.


Begitu ada cahaya matahari yang membantunya menyusuri jalan, Angelina langsung meninggalkan halte untuk menemui si pria berambut pirang.


Ketika dia memasuki kampung kumuh banyak orang memperhatikannya lalu tiba-tiba seorang pria melompat dari tempat tersembunyi membuat Angelina terkejut.


"Nona Bos!! Anda datang lagi?!" Tanya pria itu sembari mengamati Angelina dari ujung kaki sampai ujung rambut.


Perempuan itu memakai pakaian yang cantik, tetapi tidak memakai sendal dan terlebih di wajahnya terdapat bekas tamparan, dan noda darah yang mengering.


Di sekujur tubuh perempuan itu juga terlihat banyaknya lebam dan luka gigitan, terutama pada lehernya yang meninggalkan bekas cekikan.


"Hm,," jawab Angelina dengan singkat karena dia begitu malas berbicara sebab luka di mulutnya begitu menyakitkan.


"Uh,, Apakah Nona Bos hendak pergi ke rumah Bos Ruben?" Pria yang bersama Angelina kembali bertanya.


"Hm!" Jawab Angelina sembari mengganggukan kepalanya.


"Kalau begitu saya akan mengantar Nona Bos," pria itu berbicara sembari melepas sendalnya lalu memberikannya pada Angelina.


"Kalau Nona Bos tidak keberatan, Nona Bos bisa memakai sendal saya supaya kakinya tidak lecet." Kata pria itu sembari memperhatikan kaki Angelina yang juga dipenuhi oleh lebam berwarna biru.

__ADS_1


Kaki perempuan itu tampak sangat kotor karena sudah berjalan tanpa alas kaki.


"Hm," kembali ucap Angelina memakai sandal itu lalu dia dan pria tadi berjalan ke rumah pria berambut pirang yang bernama Ruben.


Setelah tiba di rumah itu, Ruben langsung membelalakkan matanya saat melihat Angelina datang menemui dengan keadaan kacau.


"Apa yang terjadi pada Nona Bos?" Tanya Ruben sembari mendekati Angelina dengan tangan pria itu mengikat rambut pirangnya yang panjang.


"Beri aku ponsel." Ucap Angelina sembari menahan rasa sakit di mulutnya.


Ruben langsung merobok sakunya untuk mendapatkan ponsel lalu memberikannya pada Angelina.


Setelahnya, Ruben menoleh pada pria yang mengantar Angelina ke tempat itu, "Pergi panggil dokter Sam kemari."


"Baik Bos!" Jawab Pria itu segera berlari ke luar.


Angelina yang mendapatkan ponsel langsung membuka laman FB untuk menge-chat seseorang.


Tapi kemudian perhatiannya tersita oleh sebuah berita yang menyatakan bahwa keluarga Burton telah bangkrut.


'Bagaiman bisa?' Angelina bertanya-tanya dalam hati.

__ADS_1


__ADS_2