Budak Ranjang Tuan Muda You

Budak Ranjang Tuan Muda You
142. Tidak bisa tidur bersama Ibu


__ADS_3

Makan malam keluarga belum selesai ketika You terburu-buru berdiri meninggalkan meja makan dengan pria itu berlari cepat ke atas kamarnya.


'He he... Sepertinya dia sudah mulai merasakan kesakitan.' Angelina berseru dalam hatinya karena merasa sangat senang melihat pria yang tampak tidak baik meninggalkan meja makan.


Burhan bisa melihat kepergian You yang terburu-buru dan wajahnya yang tampak aneh, ia langsung melirik pada istrinya, "Istri, Ada apa dengan menantu kita?" Tanya Burhan.


Raina menggelengkan kepalanya lalu menara putrinya yang tampak tenang menikmati makanannya.


"Sayang, ikutilah suamimu dan tanyakan padanya apakah dia merasa tidak nyaman." Ucap Raina pada Angelina.


Mengangkat wajahnya, Angelina menatap ibunya dengan bingung lalu berkata, "Memangnya kenapa Bu? Bukankah dia hanya selesai makan saja?" Tanya Angelina berpura-pura tidak tahu tentang apa yang terjadi.


"Bukan sayang, tapi barusan suamimu pergi terlalu terburu-buru dan wajahnya tampak tidak baik-baik saja. Kejarlah dia." Ucap Raina yang sangat mencemaskan menantunya.


Angelina menghela nafasnya lalu dia meletakkan sendok dan garpunya, "kalau begitu kalian lanjutkan makan, aku akan ke atas untuk melihatnya." Ucap Angelina dijawab anggukan orang tuanya.


Angelina langsung naik ke lantai 2, dan bersandar pada pintu yang tertutup rapat.

__ADS_1


"Ngghh!!! Nggg!!! Hah hah hah..." Angelina mendengar dari seorang pria yang kesakitan dari dalam kamar.


Dari suara yang ia dengar dia bisa menebak bahwa pria itu masih berada di seberang pintu kamar.


Angelina langsung tersenyum, 'Hm,, Sepertinya dia benar-benar kesakitan. Jika aku melakukan hal ini selama beberapa kali dia pasti akan menyerah dan tidak lagi mengharapkanku. Ini juga bisa menjadi balas dendam terbaikku untuk pria sialan itu!!' pikir Angelina dalam hati sembari menikmati suara kesakitan You dari seberang pintu.


Sementara di dalam kamar, You merasa seluruh tubuhnya sulit digerakkan dan rasa sesak di dadanya seolah mencekiknya.


Pandangan pria itu samar-samar melihat kotak obat yang terletak di nakas samping tempat tidur, namun dia tidak punya tenaga untuk bergerak ke sana sebab seluruh tubuhnya seolah terkunci dalam ketegangan dan kesakitannya.


Perlahan-lahan, kesadaran pria itu menghilang dan suara engrangannya berhenti terdengar.


Perempuan itu hendak berjalan meninggalkan kamar ketika Raina tiba-tiba saja muncul.


"Sayang," Raina melihat putrinya dengan bingung.


"Ada apa Bu?" Tanya Angelina menghampiri ibunya.

__ADS_1


"Bagaimana keadaan suamimu?" Tanya Raina dengan wajah yang memperlihatkan kekhawatirannya.


Angelina tersenyum pada ibunya lalu berkata, "dia baik-baik saja, tadi hanya kebelet saja untuk menggunakan toilet. Oh ya Bu, malam ini kami akan menginap di sini. Bolehkah aku tidur bersama ibu?" Tanya Angelina sembari memeluk lengan ibunya.


Tentu saja hal ini digunakan untuk menghindari You, namun sengguh di luar dugaan Angelina ketika Raina malah menggelengkan kepalanya.


"Ayahmu sudah biasa terbangun di tengah malam untuk meminta air hangat, jadi ibu tidak bisa meninggalkan ayahmu." Ucap Raina yang sesungguhnya tidak mau membuat menantunya tidur sendirian di malam hari.


Pria itu sudah kesepian selama beberapa bulan sejak Angelina memutuskan berlibur ke luar negeri dalam jangka waktu yang panjang.


Jadi Raina begitu perhatian untuk membuat mereka berdua terus bersama, tidak mau memisahkannya.


"Begitu ya, kalau begitu aku tidak akan mengganggu ayah dan ibu." Ucap Angelina menghela nafas.


"Hm, kembali lagi ke kamar mu, suamimu mungkin sudah menunggumu." Ucap Raina melepaskan tangan Angelina dari tubuhnya lalu mendorong perempuan itu pergi menuju kamarnya.


"Selamat tidur Bu," ucap Angelina tersenyum pada Ibunya.

__ADS_1


"Selamat tidur." Jawab Raina berlalu meninggalkan Angelina.


__ADS_2