Budak Ranjang Tuan Muda You

Budak Ranjang Tuan Muda You
84. Stella meninggal karena kecelakaan


__ADS_3

Angelina berkata,, "Sepertinya kau sudah mengenaliku,, Menurutmu, apa hukuman yang tepat untuk kelima anak buahmu yang sudah berbuat tidak sopan padaku?"


Pria berpirang gelagapan,, "Aduh Nona Bos,, apa pun uang Nona bos inginkan." Ucap pria berpirang dengan suara gemetar.


Semua pria yang tadi menyeret Angelina ke tempat itu kini merasakan seluruh tubuh mereka membeku setelah mendengar Bos mereka ternyata sangat tunduk pada Angelina.


'Keparat!!! Mengapa Bos kami harus tunduk pada seorang perempuan?'


'Sial!!! Mengapa perempuan itu harus datang di saat giliran kami yang berpatroli?'


'Kesialan macam apa ini?!!'


Kelima pria yang ada di sana kini satu persatu terjatuh ke lantai dan berlutut.


"Tolong maafkan kami!!"


"Nona Bos tolong maafkan kami."


"Kami sudah bersalah pada Nona Bos, mohon pengampunan dari Nona Bos."


"No,, Nona Bos,, kami minta maaf, mohon pengampunan nya."


"Maafkan kami Nona Bos," k3-5 pria itu menyebutkan permintaan maafnya masing-masing.


Angelina yang mendengar itu langsung melepaskan cekikannya pada pria berambut pirang lalu berbalik menatap kelima pria yang berlutut di lantai.

__ADS_1


"Hah,, para pria benar-benar merepotkan. Hukuman kalian adalah berlutut seperti itu sepanjang hari!!!" Ucap Angelina lalu berbalik menatap pria berpirang yang tampak ketakutan di depan Angelina.


"Tamparan tiga kali tadi adalah titipan dari Fiona." Ucap Angelina mengejutkan pria berpirang.


"Fi,, Fiona?" Pria berambut pirang bertanya dalam keterkejutannya.


"Ya,, dan aku memerintahkanmu untuk pergi menemuinya dan minta maaf padanya!! Oya,, aku kemari untuk mencari kontrakan kakak ku di lorong 7 nomor 1c, tapi mengapa aku tidak mendapati Lorong 7?" Tanya Angelina dengan keheranan memenuhi seluruh wajahnya.


"Ahh, itu,, beberapa waktu yang lalu seorang perempuan bernama Stella meninggal di lorong 7, hingga seorang pria kaya raya datang memberi kami banyak uang dengan syarat setiap nomor 7 dan nomor 15 di kampung kumuh harus dihapuskan." Ucap pria berambut pirang membuat Angelina mengerutkan keningnya.


"Siapa pria itu?" Tanya Angelina.


"Ah,, aku juga tidak mengenalnya karena dia tidak menyebutkan identitasnya. Dia juga berkata supaya aku tidak perlu mencari tahu identitasnya atau dia akan menghancurkan kampung kami." Jawab pria berpirang.


Angelina memikirkannya dan berkata, "Apakah pria itu memiliki tubuh tinggi besar dengan rambut hitam yang dicukur rapi, lalu,, memiliki kelopak mata ganda dan wajah yang tampan serta kulit sawo matang?" Tanya Angelina yang menyebutkan ciri-ciri You.


"Ah,, begitu,," Angelina mengangguk-angguk, syukurlah orang itu bukan You.


"Kalau Nona Bos ingin mencari lorong 7 maka Nona sudah terlambat karena lorong 7 sudah dihancurkan." Ucap Pria berpirang.


"Hah,, begitu ya..." Angelina menghela nafas sembari berjalan ke arah kursi dan duduk di sana memikirkan kakaknya.


Pria gemuk yang berlutut melihat Angelina lalu pria itu berkata, "Apakah Nona Bos sedang mencari perempuan bernama Stella yang memiliki rambut hitam sampai di pinggang?"


Angelina membuka matanya menatap pria gemuk itu, "Apa kau mengenalnya?" Tanya Angelina.

__ADS_1


"Ya!! Tentu!! Aku adalah salah satu teman dekatnya. Dia memang pernah berkata bahwa suatu saat adiknya mungkin akan datang mencarinya, dia menitipkan sesuatu padaku untuk diberikan pada adiknya." Ucap pria gemuk itu.


"Apa?!! Lalu mengapa tadi kau tidak mengatakannya?" Tanya Angelina dengan kesal.


"Uh,, Nona Bos,, beberapa waktu ini kami sedang gelisah karena banyaknya orang yang tiba-tiba datang memata-matai kampung kami, makanya tadi saya benar-benar tidak bisa mempercayai Nona Bos." Kata pria gemuk itu.


"Sudahlah, tunjukkan barang itu padaku." Ucap Angelina sembari berdiri dengan semangat.


Pria gemuk langsung berdiri lalu berkata, "Barang itu ada di rumahku, kalau Nona tidak keberatan biarkan aku pergi mengambilnya sebentar."


"Baiklah, Aku akan pergi denganmu." Ucap Angelina lalu dia mengikuti pria gemuk yang mengarahkan jalan padanya.


Setelah mereka berjalan beberapa menit akhirnya mereka tiba di sebuah rumah kayu yang tampak sangat tua.


Angelina merasa heran mengapa orang-orang itu tidak merenovasi rumahnya padahal Angelina bisa melihat beberapa bagian dinding yang terbuat dari papan kayu sudah sangat rapuh dan terkelupas.


"Nona Bos, tunggulah di sini sebentar, aku akan membuatkan minuman untuk Nona Bos." Ucap pria gemuk ketika Angelina memasuki ruang tamu.


"Tidak perlu, aku buru-buru jadi ambilkan saja barang yang dititipkan oleh kakak ku." Ucap Angelina kemudian diangguki oleh pria gemuk lalu pria itu naik ke lantai 2.


Beberapa saat kemudian pria gemuk itu kembali dengan sebuah kotak berukuran 15 x 30 cm di tangannya.


"Ini adalah barang yang dititipkan oleh kak Stella padaku, waktu dia dikabarkan meninggal aku sangat terkejut dan menduga bahwa dia sudah mendapatkan firasat akan meninggal hingga dia menitipkan ini sehari sebelum dia meninggal.


"Aku turut berduka cita untuk kematian Kak Stella. Aku tidak menyangka dia akan meninggal dalam kecelakaan." Ucap pria gemuk itu mengejutkan Angelina.

__ADS_1


"A,, apa? Kecelakaan?" Angelina bertanya dengan bingung sebab setahunya kakaknya meninggal akibat keracunan.


__ADS_2