Budak Ranjang Tuan Muda You

Budak Ranjang Tuan Muda You
249. Akan pergi ke dokter


__ADS_3

Selama dua hari, Nyonya Jenkins terus pusing memikirkan masalah pertemuannya dengan grup sosial ditanya, tetapi perempuan itu terus melihat putranya dan Angelina yang terasa begitu hangat setiap mereka berinteraksi.


Hal itu membuat Nyonya Jenkins kembali ke kamarnya sembari memikirkan masalah yang ia hadapi.


"Seharusnya aku tidak pernah berkata seperti itu di depan semua teman-teman sosialitaku, sekarang mereka akan menganggap buruk aku karena ucapanku tidak bisa dipegang," pikir Nyonya Jenkins yang sebenarnya mulai merestui hubungan Angelina dan putranya.


Tetapi, perempuan itu hanya kebingungan memikirkan cara menghadapi pandangan dari luar terhadap keluarga mereka, bagaimanapun, keluarga mereka selalu bersih di mata semua orang.


Jadi, jika ada yang salah, maka hal itu begitu memukul keluarga mereka.


"Kau masih memikirkan tentang grup sosialitamu" Tanya Tuan Jenkins melihat istrinya yang sedang duduk di meja rias sembari memegangi kepalanya.


Nyonya Jenkins langsung menoleh pada suaminya yang sedang memakai jas, karena pria itu akan bersiap pergi ke kantor.


"Menurutmu, apa yang harus kulakukan?" Tanya Nyonya Jenkins yang sudah kehabisan ide.

__ADS_1


Tuan Jenkins memperbaiki dasinya sembari berkata, "kau harus menghadapinya, kau bilang pertemuan sosialitamu adalah hari ini, bawalah Angelina bersamamu dan kenalkan dia sebagai menantu kita."


Ucapan Tuan Jenkins langsung membuat Nyonya Jenkins mengerutkan keningnya, lalu perempuan itu kembali bertanya katanya, "kau sudah memikirkan masalah yang kukatakan kemarin padamu? Tentang sesuatu yang buruk yang akan menimpa keluarga kita?"


Tuan Jenkins menatap istrinya, "takdir tidak bisa di tunda, jadi biarkan saja berjalan semestinya. Sekarang ini aku tidak sabar untuk menanti saat di mana aku akan memiliki seorang cucu," ucap Tuan Jenkins sembari tersenyum lalu pria itu mengambil tasnya dan berjalan keluar kamar meninggalkan Nyonya Jenkins.


Nyonya Jenkins kembali menghela nafas. Ia berpikir beberapa saat lalu keluar dari kamarnya untuk mencari Angelina.


Didapatinya kedua orang itu sedang berada di balkon lantai 2 sembari Angelina duduk di pangkuan suaminya, perempuan itu sedang menciumi suaminya.


"Kalau begitu, aku akan menghubungi dokter untuk membuat janji." Ucap You segera mengambil ponselnya untuk menghubungi dokter.


Sembari melihat suaminya yang menekan-nekan layar ponselnya, Angelina lalu berkata, "Bagaimana menurutmu kalau kita mengajak Ibu untuk pergi bersama? Dia pasti senang bisa melihat cucunya."


You yang tadinya fokus ke layar ponselnya kini menatap istrinya, "Aku juga ingin begitu, tapi Ibu tidak mungkin mau pergi bersama kita." Ucap You sembari meraba perut istrinya.

__ADS_1


"Hm,, kau benar," ucap Angelina sembari menghembuskan nafasnya dengan kasar.


"Aku akan pergi bersama kalian!" Tiba-tiba suara Nyonya Jenkins mengejutkan kedua orang itu, hingga mereka melihat ke arah suara, di mana Nyonya Jenkins sudah berdiri menatap mereka.


Dengan segera, Angelina turun dari pangkuan suaminya lalu perempuan itu duduk dengan sopan.


Nyonya Jenkins yang melihat hal itu langsung berjalan ke arah mereka dan duduk di salah satu kursi.


"Ibu benar-benar ingin pergi bersama kami? Kalau begitu aku akan menghubungi dokter," ucap You segera menekan-nekan tombol ponselnya lalu menghubungi seorang dokter.


Nyonya Jenkins memperhatikan dua orang di depannya, ia melihat tangan putranya yang terus melingkar di pinggang Angelina, seolah pria itu terus posesif menjaga istrinya.


'Mungkinkah aku bisa membuat Angelina diterima oleh teman-teman sosialitaku? Tapi bagaimana kalau dia sampai mempermalukanku dan malah membuatku harus memutuskan hubunganku dengan teman-temanku?' Nyonya Jenkins merasa sangat bingung, sebab pergaulan sosialita adalah sesuatu yang sangat penting untuknya.


Selain untuk melepas penat, hal itu juga bertujuan untuk mempererat hubungan antar keluarga sosialita yang akan berpengaruh pada kerjasama bisnis keluarga mereka.

__ADS_1


__ADS_2