
Angelina yang meninggalkan rumah Sakit langsung kembali ke apartemennya dengan pikiran yang kalut serasa kepalanya hendak meledak.
Jika dia tinggal di kota H, dia akan berhadapan dengan Hendra, tetapi ketika dia kembali ke negaranya, maka You sudah menunggunya di sana.
Perempuan itu terus pusing sampai ketika sebuah telepon dari seseorang kini mengejutkannya.
Angelina menghela nafas melihat nama Arthur yang tertulis di layar ponselnya, perempuan itu terdiam sesaat lalu mengangkat panggilan itu.
"Sekarang juga, jemput aku di apartemen ku!!!" Langsung teriak Angelina pada orang di seberang telepon.
Setelah itu, Angelina mengakhiri panggilan telepon itu lalu membereskan pakaiannya ke dalam koper dan turun ke lobi menunggu Arthur menjemputnya.
Setelah menunggu sekitar 10 menit, pria yang baru saja menelpon dengan Angelina akhirnya tiba.
"Buka bagasi mu!" Teriak Angelina pada Arthur ketika jendela mobil pria itu diturunkan.
Tanpa bertanya, Arthur langsung menuruti perintah Angelina hingga bagasi mobilnya otomatis terbuka.
Setelah menyimpan kopernya di bagasi mobil, Angelina langsung masuk ke dalam mobil.
__ADS_1
"Apa yang terjadi? Kau mau ke mana?" Langsung tanya Arthur melihat perempuan yang tampak ingin kabur dari rumahnya sendiri.
"Aku akan menginap di rumahmu selama beberapa hari. Oh ya jangan menggangguku karena aku merasa sangat lelah." Ucap Angelina menyandarkan tubuhnya lalu memejamkan matanya untuk beristirahat.
Arthur merasa ada sesuatu yang tidak beres, tetapi pria itu sangat mengerti akan sifat Angelina yang tidak bisa diganggu jika suasana hatinya sedang memburuk.
Atau jika tidak, dia akan menjadi kelinci percobaan perempuan itu menguji coba kemampuan bertarungnya.
'Hah,, Aku harap dia sedang tidak bermasalah dengan Hendra, atau mungkin aku akan berakhir menjadi bumbu perkedel!' ucap Arthur dalam hati sembari memanjatkan doanya kepada sang dewa.
Berharap agar dia dilindungi dari perempuan yang ada di sampingnya, maupun dari pria yang dekat dengan perempuan yang duduk di sampingnya.
Setelah memarkir mobilnya dengan baik, Arthur menoleh ke samping melihat perempuan yang tampak tertidur pulas.
"Hah!!!" Arthur menghela nafas dengan panjang lalu keluar dari mobilnya.
Ia kemudian berlari ke kursi penumpang depan dan menggendong Angelina untuk dibawa ke apartemennya.
Namun, dia baru saja membawa perempuan itu dari dalam mobil ketika banyak mobil telah mengepungnya.
__ADS_1
'Sial!!!' gerutu Arthur dalam hati ingin sekali melemparkan Angelina ke lantai agar dia tidak ketahuan sedang menggendong perempuan itu.
Seluruh pasukan yang memakai pakaian serba hitam kini keluar dari mobil lalu yang paling penting ialah seorang pria dengan kemeja biru navy kini ikut keluar dari mobil.
Punggung Arthur membeku seperti ditimpa oleh bongkahan es saat pria itu berjalan mendekatinya.
"I.. ini,, dia bilang dia mau menginap di apartemenku jadi,,," Arthur tidak jadi melanjutkan kata-katanya.
Mengapa dia harus mengatakan bahwa Angelina akan menginap di apartemennya?!!
Pria itu menggigit bibir bawahnya setelah dia menyadari bibirnya telah mengatakan sesuatu yang salah.
'Sial... Sial... Sial...!!!' gerutu Arthur dalam hati melihat pria yang kini berjalan ke arahnya lalu pria itu mengambil Angelina dari gendongannya.
Setelahnya, Hendra berbalik meninggalkan Arthur, ia berkata, "Urus dia."
"Baik Tuan," jawab Alfa sembari membukakan pintu untuk Hendra lalu pria itu menoleh pada seluruh bawahannya.
"Pukuli dia!" Perintah Alfa lalu pria itu masuk ke dalam mobil milik Hendra.
__ADS_1
"Hei tunggu!! Aku sama sekali tidak bersalah! Ah! Aww!! Ahkh!! Sial!!" Teriak Arthur ketika merasakan sakit di sekujur tubuhnya yang digebuki oleh orang-orang suruhan Hendra.