Budak Ranjang Tuan Muda You

Budak Ranjang Tuan Muda You
248. Nyonya Jenkins yang pusing


__ADS_3

Pada malam hari ketika Tuan Jenkins kembali ke rumah, pria itu mengerutkan keningnya saat melihat istrinya duduk di meja merias dengan wajah yang tampak sangat tidak memiliki semangat.


"Ada apa denganmu?" Tanya Tuan Jenkins sembari mendekati Nyonya Jenkins dan meletakkan tangannya di kening perempuan itu. .


"Kau sakit, aku akan memanggilkan dokter," ucap Tuan Jenkins segera mengeluarkan ponselnya, lalu pria itu menekan layar ponselnya selama beberapa saat.


Nyonya Jenkins yang mendengar suaminya sedang bertelepon dengan dokter langsung menghela nafas, lalu perempuan itu berbalik menatap suaminya.


Tut tut tut...


"Dokter akan datang sebentar lagi, sebaiknya kau berbaring saja wajahmu terlihat begitu pucat." Ucap Tuan Jenkins memperhatikan wajah istrinya yang agak pucat.


Tetapi Nyonya Jenkins tidak mendengarkan suaminya dan perempuan itu hanya menghela nafas lalu berkata, "Aku baru saja mendengar sesuatu yang mengerikan."

__ADS_1


Tuan Jenkins langsung mengerutkan keningnya sembari bertanya, katanya, "sesuatu yang mengerikan Bagaimana yang kau maksud?"


Nyonya Jenkins kembali menghela nafas dengan berat lalu dengan tetap menatap suaminya Dia berkata, "Aku baru saja mendengar sebuah ramalan yang mengatakan bahwa keluarga kita akan mendapat 4 orang penerus dari rahim Angelina."


"Apa?!!" Seru Tuan Jenkins merasa sangat senang lalu pria itu segera duduk di samping ranjang sembari menatap istrinya dengan wajah berbinar-binar, "jadi maksudmu keluarga kita akan kembali diberkati, dan akhirnya akan mendapat 4 orang cucu dari rahim Angelina?" Tanya pria itu sembari menatap istrinya yang tampak lesu di depannya.


"Iya," jawab Nyonya Jenkins sembari menghela nafas langsung membuat Tuan Jenkins merasa kesal.


Nyonya Jenkins kembali menghela nafas lalu perempuan itu dengan lesu berkata, "kalau Angelina menjadi menantu kita, maka aku tidak akan sanggup untuk menemui teman-temanku lagi. Aku pernah berjanji di depan mereka bahwa Angelina tidak akan pernah menjadi menantu kita!!"


Ucapan istrinya langsung membuat Tuan Jenkins menjadi marah, lalu pria itu berdiri membelakangi istrinya sambil berkata, "kau memang tidak bisa menjaga mulutmu, tapi apapun yang terjadi Angelina dan Putra kita akan tetap bersama. Sebaiknya kau pikirkan saja cara menghadapi teman-temanmu itu!!"


Nyonya Jenkins yang mendengar ucapan suaminya kembali lagi menghela nafas panjang, lalu dia kembali berkata, "tapi bukan hanya tentang ramalan baik saja yang kudengar, ada juga buruknya."

__ADS_1


"Hah?" Tuan Jenkins kembali menatap istrinya, "ramalan buruk apa yang kau maksud?" Tanya Tuan Jenkins yang selalu mempercayai tentang ramalan mengenai keluarganya.


Bagaimanapun, kutukan tentang keluarga mereka yang diramalkan oleh seorang perempuan tua pada keluarga mereka benar-benar terjadi.


Bahwa keluarga mereka pada setiap generasi akan selalu memiliki satu orang keturunan laki-laki, dan itu terbukti.


Dari generasi putranya, generasinya, dan juga generasi ayahnya semuanya hanya anak tunggal lelaki.


"Itu,, dia hanya bilang bahwa keluarga kita akan mendapatkan kesialan, tapi dia tidak mengatakan kesialan yang bagaimana, katanya itu tertutup oleh sesuatu, jadi dia tidak bisa melihatnya." Ucap Nyonya Jenkins langsung membuat wajah Tuan Jenkins menjadi murung.


'Jangan-jangan kesialan yang dimaksud masih berhubungan dengan berkat yang akan kami terima. Mungkin saja Angelina benar-benar akan melahirkan 4 orang cucu untuk keluarga kami. Tapi tiga diantaranya mungkin akan meninggal.' ucap Tuan Jenkins dalam hati sembari pria itu berjalan lesu meninggalkan istrinya.


Sementara Nyonya Jenkins yang melihat kepergian suaminya, dia kembali memijat keningnya yang terasa berdenyut, "dua hari lagi adalah pertemuan sosialitaku, akan sangat mengerikan kalau mereka sampai tahu bahwa Putraku gagal berjodoh dengan Sherin, dan akhirnya Angelina yang akan menjadi menantuku!!" Ucap perempuan itu merasa kebingungan mencari cara untuk menghadapi teman-teman sosialitanya.

__ADS_1


__ADS_2