
Begitu tiba di rumah, Angelina langsung membantu suaminya bersiap dan mengantar pria itu ke depan untuk berangkat ke kantor.
Sementara Angelina, perempuan itu kembali masuk ke dalam rumah, dengan perempuan itu masih memikirkan tentang alasan dia bisa tertidur di rumah Ariston.
'Apakah sejak hamil aku sudah mulai kesulitan untuk menjaga kewaspadaanku?' ucap Angelina dalam hati kini menyesali keputusannya untuk pergi ke rumah Ariston.
Meski sampai sekarang tidak terjadi apapun, tetapi siapa yang menduga Jika saja ketika dia tertidur dan lengah, pria itu bisa saja melakukan apapun terhadap dirinya dan anak yang ada di dalam kandungannya.
Hal itu sangat membebani Angelina sampai ia hampir saja menabrak gucci setinggi 2 meter yang terletak di dalam rumah.
Untunglah Nyonya Jenkins datang tepat waktu menyadarkannya.
"Sayang, ada apa denganmu?" Tanya Nyonya Jenkins sembari melihat Angelina yang tampak bingung karena hampir menabrak guci besar.
__ADS_1
Angelina menatap ibunya, "Ah,, ibu," ucap perempuan itu kemudian menggelengkan kepalanya agar dirinya tidak menghayal lagi.
"Apakah ada sesuatu yang mengganggu pikiranmu?" Tanya Nyonya Jenkins sembari menggiring Angelina ke arah sofa agar mereka duduk berbincang-bincang.
Setelah duduk, Angelina menganggukkan kepalanya lalu dia berkata, "kemarin kami menginap di rumah tuan Ariston, semua itu karena aku tidak sengaja tertidur di rumahnya saat hujan badai di tengah malam.
"Padahal, aku biasanya tidak seperti ini, Aku jarang sekali tertidur di rumah orang asing, sampai tidak menyadari jika ada orang yang memindahkanku ke dalam kamar."
"Sebaiknya lain kali jika kau ingin bertemu orang, apalagi jika itu pria maka jangan pergi sendiri. Ini juga salah ibu dan semua orang di rumah ini,,,, bisa-bisanya kami semua tidak punya waktu untuk menemanimu!!!" Ucap Nyonya Jenkins menggerutukui kesalahannya sendiri.
"Ibu Jangan menyalahkan diri sendiri." Ucap Angelina kini merasa menyesal telah menceritakan hal itu pada ibunya.
Karena sekarang ibu mertuanya terlihat tampak begitu kesal dan menyalahkan dirinya sendiri.
__ADS_1
Maka dari itu, Angelina dengan cepat mengalihkan pembicaraan dengan berkata, "ibu, Bagaimana kalau kita membuat kue lagi? Ibu ingat kue strawberry yang pernah ibu buat? Aku ingin mencobanya lagi."
Benar saja, caranya membujuk Nyonya Jenkins adalah cara yang sangat efektif, karena nyonya Jenkins langsung mengangguk bersemangat.
"Benarkah? Itu adalah resep kue turun temurun dari keluarga Jenkins. Dulu Ibu juga mempelajarinya dari nenekmu, Jadi sekarang ibu akan mengajarkannya padamu!!!" Ucap Nyonya Jenkins lalu dengan semangat dia menuntun Angelina ke arah dapur.
"Ibu tidak mengijinkanmu menyentuh benda-benda tajam, dan ibu juga tidak mau kau kelelahan. Jadi kau hanya perlu duduk di sini dan hanya membantu ibu menapis tepung." Kata Nyonya Jenkins langsung menarikan kursi untuk Angelina, lalu perempuan itu berbalik membongkar dapur untuk mendapatkan bahan-bahan yang mereka butuhkan.
"Ibu, Ayo kita buat banyak-banyak dan mengantarkannya lagi pada semua orang." Ucap Angelina sembari memperhatikan Nyonya Jenkins yang kini meletakkan semua bahan di atas meja.
"Tentu! Kita akan membuat banyak supaya Ayah dan ibumu di Villa juga bisa menikmatinya." Ucap Nyonya Jenkins dengan semangat mengambil buah strawberry untuk ia cacah kecil-kecil.
Maka begitu, Angelina melupakan kekhawatirannya akan dirinya sendiri yang sudah tertidur di rumah Ariston tanpa menyadari dirinya yang dipindahkan ke dalam kamar.
__ADS_1