Budak Ranjang Tuan Muda You

Budak Ranjang Tuan Muda You
295.


__ADS_3

Tawa istrinya membuat You semakin merasa sesak di dadanya, jadi dia langsung menarik perempuan itu kepelukannya dan menatap istrinya dengan dalam.


"Ha ha ha...!" Angelina masih tertawa begitu keras hingga membuat You merasa sangat kesal pada istrinya.


"Kau tertawa seperti itu, Apakah kau menertawakan suamimu yang sedang memergokimu mengagumi pria lain???" Tanya You dengan kesel langsung membuat Angelina menghentikan tawanya lalu perempuan itu memeluk suaminya dengan erat.


"Siapa yang mengagumi pria lain?!!! Kenapa suamiku yang tampan ini jadi sensitif begini??" Ucap Angelina menangkup pipi suaminya untuk membuat pria itu hanya melihat ke arahnya agar dia bisa memperhatikan wajah suaminya.


Mendengar ucapan istrinya, maka You mengangkat alisnya sambil berkata, "Lalu kenapa kau menanyakannya?"


Angelina berpikir dalam, "entahlah, tapi aku hanya merasa pernah melihatnya di suatu tempat, atau merasa bahwa aku mengenalnya. Tapi aku tidak mengenalnya," ucap Angelina yang juga bingung dengan dirinya sendiri.


Kalau dia hanya sekedar bertemu dengan pria itu, dan tidak saling mengenal, bagaimana mungkin dia merasa begitu familiar dengan pria itu??

__ADS_1


"Hm, mungkin kau melihatnya di suatu tempat?" Ucap You tak lagi mempermasalahkan hal itu lagi dan hanya memainkan rambut istrinya yang halus dan lembut.


Sementara di tempat lain, Ariston yang keluar dari lift langsung pergi ke arah toilet dan berdiri memandangi pantulan wajahnya di cermin.


Tangan pria itu terkepal kuat dan rahangnya begitu tegang mengatup erat-erat giginya karena perasaan marahnya.


'Aku yang bersamanya selama bertahun-tahun dan dia tahu bagaimana aku sangat menyayangi dan memperlakukannya dengan sangat istimewa. Tapi dia memilih pria yang baru ia kenal beberapa bulan!! Bahkan pria itu adalah pria yang telah menyiksanya!!! Kenapa? Kenapa???!!!' geram pria itu dalam hati mengingat kembali bagaimana tatapan Angelina ketika melihat You.


'Tidak!! Aku tidak bisa dipengaruhi oleh masalah seperti ini. Aku hanya perlu berada di sini mempertahankan posisiku, dan mendekati keluarga Jenkins sampai akhirnya mendapatkan celah untuk membawa Angelina!!!' ucap Ariston dalam hati lalu pria itu menenangkan dirinya dan keluar dari toilet.


"Tuan," bawahan Ariston yang merupakan pria berumur 20 tahun langsung menghampiri Ariston ketika pria itu keluar dari toilet.


"Ada apa?" Tanya Ariston.

__ADS_1


"Saya sudah berhasil mendapatkan denah kantor ini, apakah kita harus pergi sekarang?" Tanya pria bernama Arya.


Ariston berpikir sesaat lalu pria itu berkata, "kita kembali ke mobil dan menunggu."


Ucapan Ariston membuat Arya merasa heran, sebab dia tidak mengerti apa yang harus mereka tunggu di kantor itu.


Tetapi dia tidak punya pilihan lain selain mengikuti atasannya, jadi pria itu dengan cepat melangkahkan kakinya mengikuti Ariston yang sudah berjalan ke arah mobil mereka.


Sembari duduk di dalam mobil, sesekali Arya menatap ke arah Ariston yang fokus melihat keluar jendela.


'Dua jam lagi kami masih ada janji, dan sebelum janji itu kami harus kembali ke kantor untuk membawa laporan hari ini. Tapi kenapa Tuan malah memilih untuk tinggal di sini menunggu? Lebih tepatnya, apa yang ia tunggu?' pikir Arya dalam hati sambil melihat keluar jendela, di mana tempat parkir yang mereka tempati terlihat begitu sepi.


Sementara Ariston yang duduk di dalam mobil, pria itu melihat keluar jendela sambil berkata dalam hati, 'Apakah dia akan segera keluar? Aku sangat ingin menyentuhnya, sekali saja....'

__ADS_1


__ADS_2