
Di apartemen Ariston, pria itu membaca berulang-ulang surat kontrak yang ia tanda tangani bersama dengan perusahaan Jenkins.
'Ini sulit untuk dikacaukan, karena surat kontrak ini tidak memiliki sedikitpun celah. Sepertinya aku harus mencari jalan lain untuk menemukan kelemahan Group Jenkins.' ucap Ariston dalam hati sembari membuang kontrak di tangannya, lalu pria itu bersandar sembari memijat keningnya.
Baru saja menutup matanya untuk berpikir, pria itu kembali membukanya ketika dia teringat akan sesuatu.
'Keluarga Jenkins akan mengadakan baby shower untuk kehamilan Angelina. Kalau begitu aku bisa memanfaatkan saat ini untuk mencari tahu lebih banyak.' pikir Ariston sembari tersenyum, lalu pria itu bangkit berdiri untuk menghubungi Gilang agar dia mengatur rencananya.
"Aku ingin kau menyelidiki Bagaimana cara keluarga Jenkins mengadakan baby shower. Akan bagus kalau aku bisa ikut acara itu dan menyelinap ke dalam kediaman mereka untuk mencari kelemahan keluarga Jenkins." Perintah Ariston dengan jarinya diketuk-ketuk di atas meja.
"Ah,, Tuan, tapi saat ini kehamilan Angelina baru menginjak umur 6 bulan, dan baby shower biasanya dilakukan pada umur 8 bulan. Itupun, dari yang saya ketahui bahwa acara seperti itu hanya mengundang para perempuan saja." Ucap Gilang dari seberang telepon langsung membuat Hendra mengerutkan keningnya.
"Apa? Bukankah baby shower harusnya dilakukan pada kehamilan usia 7 bulan karena angka 8 adalah angka yang membawa sial?" Tanya Hendra kini merasa bingung.
"Ah,, Tuan, di negara kita angka 8 memang membawa sial, tapi di negara yang tuan tempati, angka 8 adalah angka yang membawa keberuntungan." Jawab Gilang dari seberang telepon langsung membuat Hendra tertawa.
"Ha ha ha... Baiklah, kalau begitu kau harus mengatur agar aku bisa datang ke acara itu!!!!" Perintah pria itu pada asistennya lalu dengan cepat menutup panggilan telepon mereka.
__ADS_1
Tut tut tut.....
Gilang memandangi teleponnya yang sudah diputuskan oleh Hendra.
"Astaga,, bagaimana bisa aku menyuruh keluarga Jenkins untuk menghadirkan laki-laki di acara seperti itu? Dia membuatku kerepotan saja!!!" Gerutu Gilang melemparkan ponselnya ke ranjang, lalu pria itu segera masuk ke kamar mandi.
'Perayaan baby shower nya masih ada dua bulan lagi, tapi aku harus mencari cara agar dia bisa masuk ke kediaman keluarga Jenkins. Tapi bagaimana caranya???' Gilang menghembuskan nafasnya dengan kasar,a karena merasa kesal pada Hendra yang selalu saja memaksanya untuk membuat keajaiban di situasi yang tidak memungkinkan.
🌱🌱🌱
Pagi-pagi sekali, Angelina terbangun karena perempuan itu sangat ingin meminum jus semangka, karena dia merasa bahwa pagi itu tenggorokannya sangat serak.
"Apa yang ibu lakukan pagi-pagi sekali di dapur?" Tanya Angelina sembari melirik jam dinding di dapur yang menunjukkan bahwa saat itu masih pukul 06.00 pagi.
"Ah,, pagi-pagi ini Ibu tiba-tiba saja kepikiran kalau kita harus pergi ke villa untuk menemui Ayah dan ibumu. Jadi ibu bersiap cepat-cepat supaya kita bisa membawa sarapan ke sana agar makan bersama." Kata Nyonya Jenkins sembari memotong-motong sayur.
Angelina kebingungan sembari duduk di satu kursi kosong dan menatap Ibu mertuanya, "tapi bukankah pelayan bisa memasak sarapan untuk kita bawa ke sana? Kenapa Ibu jadi repot-repot begini?" Ucap Angelina yang jelas tahu bahwa ibu mertuanya tidak pernah bangun pagi.
__ADS_1
Perempuan itu paling cepat bangun pada pukul 07.00 dan langsung memulai aktivitasnya dengan beryoga.
"Ibu ingin membawa masakan Ibu, bukannya masakan para pelayan. Apa yang kau butuhkan?" Tanya Nyonya Jenkins.
"Ah,, Aku sampai lupa, Aku ingin mengambil jus semangka." Ucap Angelina segera berdiri lalu membuka kulkas untuk mengambil jus semangka yang diletakkan di dalam kulkas.
Setelah selesai, perempuan itu kembali duduk dan menatap Ibu mertuanya, "tetapi Bu, mengapa ibu tiba-tiba kepikiran untuk pergi ke villa?" Tanya Angelina.
"Dua bulan lagi kita akan melakukan baby shower untuk kau dan bayi-bayi yang ada di kandunganmu. Jadi Ibu berencana mendiskusikannya bersama semua keluarga." Kata Nyonya Jenkins langsung membuat Angelina mengangguk-angguk sembari tangan perempuan itu menyapu perutnya yang telah membuncit.
"Ah,,, tapi memangnya Ibu ingin membuatnya sangat meriah?" Tanya Angelina yang merasa aneh bahwa acaranya masih 2 bulan lagi, tapi sudah harus dibicarakan dari sekarang.
"Harus meriah, ini acara untuk 4 orang, bukan untuk satu orang atau dua orang saja!!!" Tegas Nyonya Jenkins sembari mempercepat laju pisaunya memotong-motong sayur di tangannya.
"Baiklah Bu," ucap Angelina yang tidak mau merusak suasana hati ibu mertuanya.
Bagaimanapun, dia bisa mengetahui kebahagiaan keluarga Jenkins karena tiba-tiba saja mereka akan langsung memiliki tiga orang cucu dalam satu waktu.
__ADS_1
Jadi perempuan itu hanya menurut saja dan duduk menikmati jus semangka yang ada di gelasnya.